http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/issue/feed Journal Education and Government Wiyata 2026-06-09T15:34:06+00:00 Admin journal.egovwiyata@gmail.com Open Journal Systems <div style="text-align: justify;"> <table style="font-size: 0.875rem; height: 377px;" width="663"> <tbody> <tr style="height: 209px;"> <td style="height: 209px; width: 828px;"> <p>Journal Education And Government Wiyata adalah sebuah jurnal blind peer-review yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian atau kajian literatur yang berkualitas dalam aspek Pendidikan dan Pemerintahan dan tidak terbatas secara implisit. Semua publikasi di Journal Education And Government Wiyata bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apapun. Jurnal ini telah memiliki E-ISSN 2986-5131 dan diterbitkan dan dikelola secara profesional oleh dewan redaksi jurnal di bawah Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran Yaitu organisasi berbadan hukum sesuai surat keputusan MENKUMHAM RI : AHU -0003089.AH.01.12. TAHUN 2015 dalam membantu para akademisi, peneliti dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya. Jurnal ini menerbitkan artikel secara berkala yaitu pada Februari, Mei, Agustus dan November. Jurnal ini menerima manuskrip hasil penelitian/riset dan hasil kajian literatur (literatur review). Sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada masyarakat luas dan sebagai sumber referensi akademisi di bidang Pendidikan dan Pemerintahan.</p> </td> <td style="height: 209px; width: 34px;"> </td> </tr> </tbody> </table> </div> http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/395 PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA DESA YANG BERBASIS TRADISI DAN KEARIFAN LOKAL DI DESA NGEGEDHAWE 2026-04-22T18:25:43+00:00 Laura Priska Satina Batu laurabatu22@gmail.com Veronika Ruba Pena laurabatu22@gmail.com Bruno Rey Sonby Pantola laurabatu22@gmail.com Veronika Ina Assan Boro laurabatu22@gmail.com <p><em> </em>Pengembangan wisata budaya di Desa Ngegedhawe mengedepankan penggunaan kearifan lokal dan tradisi sebagai daya tarik utama. Isu utama dalam pengembangan pariwisata budaya Desa Ngegedhawe yang mengedepankan tradisi serta kearifan lokal adalah bagaimana cara memasukkan nilai-nilai budaya dan praktik tradisional masyarakat ke dalam produk dan pengalaman wisata yang menarik tanpa mengorbankan keaslian dan keberlanjutan warisan budaya tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengenali potensi wisata budaya dan alam, serta kendala dalam pengelolaannya. Metode yang diterapkan mencakup sosialisasi, diskusi interaktif, serta pelatihan untuk masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat secara aktif dalam pengembangan pariwisata mampu meningkatkan kesejahteraan serta menjaga kelestarian warisan budaya. Melalui pendekatan kolaboratif, diharapkan sektor pariwisata di Ngegedhawe dapat tumbuh secara berkelanjutan tanpa merugikan nilai-nilai lokal.</p> 2026-05-22T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Laura Priska Satina Batu, Veronika Ruba Pena, Bruno Rey Sonby Pantola, Veronika Ina Assan Boro http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/409 EVALUASI PERAN DAN TANTANGAN KANTOR DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA DI NUSA TENGGARA TIMUR 2026-06-02T13:24:54+00:00 Antonius Toni Fernandez antoniustonifernandez@gmail.com Bruno Rey Sonby Pantola antoniustonifernandez@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menilai kontribusi serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh Kantor Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai sistem yang mendukung pelaksanaan tugas konstitusional anggota DPD RI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, yang kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran Kantor DPD RI di Provinsi Nusa Tenggara Timur belum berjalan dengan baik. Hal ini tercermin dari lemahnya dukungan administratif karena keterbatasan fasilitas dan infrastruktur serta ketergantungan pada kebijakan pemerintah pusat. Selain itu, kerjasama antara sekretariat dan anggota DPD RI belum berhasil secara maksimal karena rendahnya frekuensi komunikasi dan kunjungan anggota ke daerah. Fungsi sebagai fasilitator kegiatan juga belum berjalan secara konsisten karena sangat tergantung pada kehadiran anggota DPD RI. Di sisi lain, efektivitas kerja lembaga masih jauh dari yang diharapkan akibat keterbatasan dana, kurangnya otoritas, serta pengaruh besar dari kebijakan pusat. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan akan reformasi organisasi yang lebih desentralistis, peningkatan dukungan sumber daya, serta penguatan koordinasi dan kapasitas lembaga agar Kantor DPD RI di daerah dapat mengoptimalkan fungsinya dalam mewakili kepentingan lokal.</em></p> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Antonius Toni Fernandez, Bruno Rey Sonby Pantola http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/393 PEMBANGUNAN DESA : STRATEGI INTEGRASI EKONOMI BIRU DAN EKONOMI HIJAU DI DESA AEWOE KECAMATAN MAUPONGGO KABUPATEN NAGEKEO 2026-04-20T19:46:52+00:00 Putri Irmawati Saban irmasaban16@gmail.com Bruno Rey Pantola irmasaban16@gmail.com Eusabius Separere Niron irmasaban16@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi integrasi ekonomi hijau dan ekonomi biru dalam pembangunan berkelanjutan di Desa Aewoe, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. </em><em>Desa Aewoe memiliki potensi sumber daya alam darat dan laut yang besar, namun menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap petani, nelayan, dan aparat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian, khususnya komoditas kakao, mengalami penurunan produktivitas akibat kerusakan tanaman yang disebabkan oleh perubahan iklim dan kurangnya perawatan. Di sisi lain, sektor perikanan menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta hambatan administratif karena status kependudukan nelayan yang masih tercatat sebagai petani. Strategi integrasi ekonomi hijau dan biru dilakukan melalui diversifikasi ekonomi lokal, penguatan kelembagaan masyarakat, serta edukasi lingkungan yang berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya revitalisasi sektor pertanian berbasis praktik ramah lingkungan, pembaruan data kependudukan, peningkatan kapasitas nelayan, serta kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan. Integrasi kedua pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, menjadikan Desa Aewoe sebagai model pembangunan desa yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan lokal.</em></p> <p> </p> 2026-05-20T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Putri Irmawati Saban, Bruno Rey Pantola, Eusabius Separere Niron http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/416 DAMPAK SISTEM INTEGRATED CROP-LIVESTOCK-FORESTRY (ICLF) TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI DI DESA BABOTIN MAEMINA KECAMATAN BOTIN LEOBELE KABUPATEN MALAKA 2026-06-09T15:13:21+00:00 Maria Priskila Laka mariapriskilalaka@gmail.com Paulus Un mariapriskilalaka@gmail.com Yakobus C.W Siubelan mariapriskilalaka@gmail.com <p>Sistem Integrated Crop-Livestock-Forestry (ICLF) merupakan pendekatan pertanian terpadu yang mengintegrasikan tanaman, ternak, dan kehutanan dalam satu sistem produksi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat penerapan sistem ICLF dan menganalisis pengaruhnya terhadap kesejahteraan petani di Desa Babotin Maemina Kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif inferensial dengan metode survei terhadap 35 petani yang menerapkan sistem ICLF. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem ICLF berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan petani yang diukur melalui indikator pendapatan riil, pangsa pengeluaran pangan (PPP), dan good service ratio (GSR). Integrasi antara tanaman, ternak, dan kehutanan mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, memperluas sumber pendapatan rumah tangga, serta memperkuat ketahanan ekonomi petani pada wilayah lahan kering. Sistem ICLF juga berkontribusi terhadap pengurangan biaya produksi melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak dan pupuk organik. Dengan demikian, sistem ICLF dapat menjadi strategi pembangunan pertanian berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan di wilayah semi-arid.</p> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Maria Priskila Laka, Paulus Un, Yakobus C.W Siubelan http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/407 PERAN SEKOLAH DALAM MEMFASILITASI PENGGUNAAN GADGET POSITIF DAN PENANGGULANGAN CYBERBULLING DI KALANGAN SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) TASIKAPA RENDU TUTUBHADHA 2026-06-02T12:37:33+00:00 Maria Diana Coo rodriquesservas@gmail.com Rodriques Servatius rodriquesservas@gmail.com <p>Penggunaan gadget di kalangan siswa sekolah dasar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Iamenawarkan manfaat edukatif dan akses informasi yang luas. Akan tetapi, penggunaannya yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak negatif, berupa kecanduan dan merebakanya kasus cyberbullying. Berbagai contoh tindakan cyberbullying yakni (1) menyebarkan gosip atau informasi pribadi yang memalukan, (2) mengirim pesan kasar atau ancaman, (3) membuat akun palsu untuk menjelek-jelekkan orang lain, (4) membuat konten yang mengejek atau menghina. Faktor pendorong merebaknya cyberbullyng yakni (1) pengaruh lingkungan, (2) adanya imitasi dalam penggunaan facebook, (3) cyberbullyer kurang memahami dampak penggunaan jejaring sosial, (4) kurangnya perhatian orang tua dan guru. Pengabdiaan ini bertujuan untuk menganalisis peran sekolah, yang mencakup kepala sekolah, guru, dan komite sekolah, dalam mendorong penggunaan gadget secara positif serta upaya yang dilakukan dalam menanggulangi cyberbullyingdan etika bermedia social di lingkungan sekolah dasar.</p> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Maria Diana Coo, Rodriques Servatius http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/414 PEMANFAATAN KELAPA DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN EKONOMI MASYARAKAT DESA BEANENO KECAMATAN SASITAMEAN KABUPATEN MALAKA 2026-06-05T08:26:28+00:00 Cornelius Efraim Pen Timung corneliusefraimpentimung90@gmail.com Veronika Ina Assan Boro veronikainaassan@gmail.com Yohana Fransiska mehdo yohanamedho@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan kelapa dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Beaneno, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah desa, kelompok tani, petani kelapa, dan masyarakat setempat sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan kelapa di Desa Beaneno telah menjadi instrumen penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pembentukan kelompok tani, pengolahan kopra, dan pemasaran hasil kelapa secara kolektif. Kemandirian masyarakat tercermin melalui kemampuan masyarakat dalam membentuk organisasi pengelola komoditas kelapa, menciptakan lapangan kerja berbasis rumah tangga, serta mengembangkan sistem pengelolaan usaha secara gotong royong. Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan tentang budidaya kelapa, pengolahan hasil kelapa, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi ekonomi komoditas kelapa. Keterlibatan pemerintah desa terlihat melalui dukungan penyediaan lahan, bibit, pupuk, dan pembentukan kelompok tani sebagai bentuk intervensi kelembagaan desa dalam penguatan ekonomi lokal. Secara teoritis, penelitian ini memperlihatkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis lokalitas mampu memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat pedesaan melalui pemanfaatan sumber daya alam lokal secara produktif dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan kelapa memiliki kontribusi signifikan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat Desa Beaneno meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan pemasaran, teknologi pengolahan, dan kualitas sumber daya manusia.</em></p> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Cornelius Efraim Pen Timung, Veronika Ina Assan Boro, Yohana Fransiska mehdo http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/404 PERAN STRATEGIS KETUA ADAT DALAM PELESTARIAN BUDAYA LOKAL: STUDI KASUS TRADISI TINJU ADAT (ETU) SUKU NATAIA DI DESA OLAIA KABUPATEN NAGEKEO 2026-05-22T02:32:47+00:00 Maria Fatima Coo gaudensiayoja@mail.com Urbanus Ola Urbanusola@gmail.com Veronika Ina Assan Boro veronikainaassanboro@gmail.com <p><em>Tinju Adat etu adalah jenis olahraga bela diri yang mirip dengan tinju, namun memiliki perbedaan dengan tinju yang biasa. </em><em>Seorang pemuda yang ikut etu bukan karena ingin menang, tetapi karena ingin menunjukan kesiapan mental dan spiritual sebagai lelaki adat yang tangguh. Ia belajar menahan emosi, mengelola amarah, dan yang terpenting, menjunjung tinggi persaudaraan. Latar belakang penelitian ini adalah berkurangnya partisipasi generasi muda dalam tradisi tinju adat (etu) suku Nataia di Desa Olaia, Kabupaten Nagekeo, yang dapat mengancam kelangsungan budaya lokal. Ketua adat memainkan peran penting sebagai penjaga nilai, penggerak keikutsertaan, dan pengelola warisan budaya dalam melestarikan tradisi etu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis peran penting ketua adat dalam mempertahankan tradisi tersebut. Metode yang diterapkan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dihimpun melalui wawancara dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan cara deskriptif-tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketua adat aktif dalam mempertahankan nilai dan makna etu, mendorong partisipasi generasi muda, serta merawat sarana dan lokasi adat. Peran ini sangat penting untuk menjaga identitas budaya dan memastikan kelestarian tradisi di tengah perkembangan zaman.</em></p> 2026-05-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Maria Fatima Coo , Urbanus Ola, Veronika Ina Assan Boro http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/412 MENGEMBANGKAN MINAT BACA BAGI GENERASI MUDA MELALUI KEGIATAN LITERASI BERBASIS KOMUNITAS DI DESA PASIR PUTIH, KECAMATAN NAGAWUTUNG KABUPATEN LEMBATA 2026-06-05T07:43:57+00:00 Irene Alianra Rika Nahak irenenahak05@gmail.com Bruno Rey Pantola irenenahak05@gmail.com Eusabius Separera Niron irenenahak05@gmail.com <p><em>Minat baca di kalangan generasi muda, khususnya di wilayah pedesaan seperti Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata masih tergolong rendah. Meskipun ketersediaan buku cukup memadai, semangat dan kebiasaan membaca belum terbentuk secara optimal di kalangan pelajar. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti ,minimnya pendampingan, kurangnya lingkungan literat, serta dominasi aktivitas non-akademik seperti membantu orang tua melaut dan bermain di luar rumah. Untuk menjawab tantangan tersebut, mahasiswa program merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang melaksanakan kegiatan sosialisasi minat baca, serta membangun Pojok Baca Desa sebagai pusat kegiatan literasi berbasis komunitas. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi dan diskusi bersama. Hasil kegiatan menunjukan adanya penignkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya membaca. Pojok Baca tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat tumbuhnya budaya literasi yang bersifat terbuka dan inklusif. Kegiatan ini membuktikan bahwa literasi dapat dikembangkan secara efektif melalui pendekatan berbasis komunitas, kolaboratif dan menyentuh konteks sosial masyarakat desa. Mahasiswa berperan sebagai agen perubahan yang mampu menghidupkan semangat belajardi tengah keterbatasan. Dengan dukungan berkelanjutan dari sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat, gerakkan literasi ini diharapkan dapat membentuk generasi muda desa yang gemar membaca, berpikir kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.</em></p> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Irene Alianra Rika Nahak, Bruno Rey Pantola, Eusabius Separera Niron http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/399 PEMBERDAYAAN KELOMPOK DASAWISMA UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI KELUARGA DI DESA JAWAPOGO, KECAMATAN MAUPONGGO, KABUPATEN NAGEKEO 2026-04-22T19:27:36+00:00 Skolastika Sania Parihi skolastikaparihi@gmail.com Veronika Ruba Pena skolastikaparihi@gmail.com Eusabius Separera Niron skolastikaparihi@gmail.com Bruno Rey Sonby Pantola skolastikaparihi@gmail.com <p>Desa Jawapogo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo telah menghadapi beberapa masalah utama. Masalah yang dihadapai adalah kurangnya keterampilan dan minimnya jaringan pasar serta ketidakmampuan untuk mengakses sumber daya ekonomi yang optimal, terutama dalam hal memanfaatkan potensi lokal seperti buah kemiri.&nbsp; Tujuan dari pengabdian ini adalah mendorong kelompok Dasawisma untuk meningkatkan kesejahteraan finansial keluarga. Observasi, sosialisasi, diskusi, dan pelatihan keterampilan bagi para ibu-ibu dasawisma adalah semua teknik yang digunakan. Kegiatan ini dilakukan dalam empat tahapan utama, yaitu dimulai dengan persiapan dan observasi untuk menentukan kebutuhan masyarakat, lalu ibu-ibu dasawisma juga belajar tentang pentingnya mengelola sumber daya ekonomi dan berbicara tentang masalah yang ada. Pelatihan keterampilan berkonsentrasi pada pembuatan minyak kemiri dan produk bernilai tambah lainnya dari buah kemiri. Hasil program menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu Dasawisma tentang cara mengolah kemiri telah meningkat. Ini berdampak positif pada pendapatan keluarga dan kemandirian ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, program pemberdayaan ini tidak hanya meningkatkan ekonomi tetapi juga membantu perempuan menjadi bagian dari pengambilan keputusan desa dan menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan.</p> 2026-05-24T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Skolastika Sania Parihi, Veronika Ruba Pena, Eusabius Separera Niron, Bruno Rey Sonby Pantola http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/410 FUNGSI KARANG TARUNA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA MAUKELI KECAMATAN MAUPONGGO KABUPATEN NAGEKEO 2026-06-02T13:45:29+00:00 Gabriel Nasarius Laben Tukan gibrantukan123@yahoo.com Veronika Ruba Pena gibrantukan123@gmail.com Maximianus Ardon Bidi gibrantukan123@gmail.com Eusabius Sepa Rera Niron gibrantukan123@gmail.com <p><em>Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan aktif anggota Karang Taruna dalam penyelenggaraan pemerintahan di Desa Maukeli, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. Salah satu masalah yang dihadapi adalah rendahnya partisipasi pemuda dalam urusan pemerintahan desa, yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang fungsi dan peran penting Karang Taruna. Untuk itu, pengabdian ini dilakukan melalui berbagai metode seperti sosialisasi, diskusi kelompok, dan pelatihan singkat yang melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan anggota Karang Taruna. Materi yang disampaikan mencakup peran Karang Taruna dalam pembangunan desa, keterlibatan dalam perencanaan serta pelaksanaan program desa, dan penguatan kapasitas organisasi pemuda. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan semangat pemuda dalam mendukung program desa, serta terjalinnya komitmen bersama untuk meningkatkan kerjasama antara Karang Taruna dan pemerintah desa secara berkelanjutan. Diharapkan melalui sosialisasi ini, Karang Taruna dapat berfungsi secara efektif sebagai mitra strategis bagi pemerintah desa dalam menciptakan pembangunan yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan</em></p> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Gabriel Nasarius Laben Tukan, Veronika Ruba Pena, Maximianus Ardon Bidi, Eusabius Sepa Rera Niron http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/394 PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN KARANG TARUNA DI DESA OLAIA, KECAMATAN AESESA, KABUPATEN NAGEKEO 2026-04-22T18:12:14+00:00 `Felixia Cynthia Putri Rinus felixiacynthia@gmail.com Emanuel Kosat felixiacynthia@gmail.com <p>Jurnal ini membahas tentang program kerja MBKM dengan judul peningkatan kapasitas kelembagaan Karang Taruna di Desa Olaia, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Fokus utama dari kegiatan ini adalah mengatasi rendahnya tingkat partisipasi pemuda serta memperkuat organisasi Karang Taruna agar dapat berfungsi secara efektif dalam mendukung pembangunan desa, kesejahteraan sosial dan mengurangi masalah sosial. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan masyarakat dan pengurus Karang Taruna, pelaksanaan kegiatan sosialisasi, ceramah, diskusi, serta pendampingan langsung di lapangan, khususnya di kantor desa dan lingkungan sekitar. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi pengurus serta anggota pemuda agar lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan organisasi. Hasil awal menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan minat pemuda terhadap peran serta organisasi, yang diharapkan dapat memperkuat peran Karang Taruna dalam pembangunan desa dan mengurangi permasalahan sosial remaja. Artikel ini menegaskan pentingnya dukungan kebijakan dari pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat dalam keberhasilan pemberdayaan pemuda di tingkat desa, serta menyarankan perlunya keberlanjutan program dan evaluasi berkala untuk memastikan keberhasilan jangka panjang.</p> 2026-05-24T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 `Felixia Cynthia Putri Rinus, Emanuel Kosat http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/417 PERSEPSI PETANI TERHADAP INTEGRATED CROP-LIVESTOCK-FORESTRY (ICLF) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN LAENMANEN KABUPATEN MALAKA 2026-06-09T15:34:06+00:00 Veronika Al Tenawahang anggitenawahang87@gmail.com Paulus Un anggitenawahang87@gmail.com Siska Elvani anggitenawahang87@gmail.com <p><em>Sistem Integrated Crop-Livestock-Forestry (ICLF) merupakan pendekatan pertanian terpadu yang mengintegrasikan tanaman, ternak, dan kehutanan dalam satu sistem produksi untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya serta kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi petani terhadap sistem ICLF dan hubungan penerapan sistem tersebut dengan pendapatan petani di Kecamatan Laenmanen Kabupaten Malaka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 34 petani yang dipilih secara purposive sampling dari total populasi 78 petani ICLF. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap sistem ICLF berada pada kategori sangat baik. Sebagian besar petani memahami manfaat ICLF dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, diversifikasi usaha tani, peningkatan produktivitas, dan stabilitas pendapatan. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penerapan sistem ICLF dan pendapatan petani. Komponen ternak dan kehutanan memiliki hubungan sangat kuat terhadap pendapatan petani, sedangkan komponen tanaman memiliki hubungan kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin optimal penerapan ICLF maka semakin besar peluang peningkatan pendapatan petani. Oleh karena itu, dukungan penyuluhan, pelatihan teknis, dan pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan adopsi sistem ICLF secara optimal</em>.</p> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Veronika Al Tenawahang, Paulus Un, Siska Elvani http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/408 PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGAWASAN ANGGARAN DESA DI DESA MAUKELI KECAMATAN MAUPONGGO KABUPATEN NAGEKEO 2026-06-02T13:14:02+00:00 Maria Kristina Titin mariatitin36@email.com Frans Bapa Tokan mariatitin36@email.com <p><em>Supervision in budget or financial management The enactment of Law Number 6 of 2014 concerning Villages, villages are given the mandate to manage governance and implementation of development in the village. The central government provides such a large source of funds to villages to manage all village potentials in order to improve the economy and community welfare, the implementation of village financial management must be based on the principles of transparency, accountability, participation, orderliness and budget discipline. To create clean, transparent, accountable, effective and efficient village financial governance, the Financial and Development Supervisory Agency (BPKP) and the Directorate General of Village Government Development of the Ministry of Home Affairs collaborate to create an application called the Village Financial System (Siskeudes) in managing the budget in the village. This aims to help village governments be more independent in managing village finances effectively and efficiently, as well as increasing transparency in village financial accountability. The factors that influence village financial management include leadership, human resources, commitment and communication</em></p> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Maria Kristina Titin, Frans Bapa Tokan http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/372 STRATEGI PEMERINTAH DESA DALAM MENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA MUSYAWARAH DESA: DESA AEWOE, KECAMATAN MAUPONGGO, KABUPATEN NAGEKEO 2026-04-06T21:12:48+00:00 Yohanes Alviano Wale alvianowale67@gmail.com Veronika Ina Asan Boro alvianowale67@gmail.com <p><em>Musyawarah desa merupakan forum krusial dalam pengambilan keputusan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Namun, partisipasi masyarakat dalam musyawarah desa masih rendah yaitu menghadapi tantangan, seperti kurangnya sosialisasi, akses informasi terbatas, dan kesadaran yang rendah akan pentingnya keterlibatan dalam pembangunan desa. Padahal masyarakat merupakan subjek dan objek pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang diterapkan pemerintah desa untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam musyawarah desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, untuk menggali faktor keberhasilan serta kendala yang dihadapi dalam implementasi strategi tersebut. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang cenderung membahas faktor-faktor umum yang mempengaruhi partisipasi, penelitian ini berfokus pada strategi konkret dan efektivitasnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik dan terukur bagi pemerintah desa dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat secara aktif dan berkelanjutan, sehingga berkontribusi pada pembangunan desa yang inklusif dan partisipatif.</em></p> 2026-05-24T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Yohanes Alviano Wale, Veronika Ina Asan Boro http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/415 STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN JAHE DI DESA MBOHANG KECAMATAN LELAK KABUPATEN MANGGARAI 2026-06-09T07:28:25+00:00 Maria Alfira mariaalfira0@gnail.com Paulus Un mariaalfira0@gnail.com Yakobus C.W. Siubelan mariaalfira0@gnail.com <p><em>Jahe merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan, minuman kesehatan, dan obat tradisional. Desa Mbohang Kecamatan Lelak Kabupaten Manggarai merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas jahe. Namun demikian, sistem pemasaran jahe di wilayah tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketergantungan petani terhadap pedagang pengumpul, keterbatasan akses pasar, serta fluktuasi harga yang menyebabkan pendapatan petani menjadi tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan pemasaran jahe serta merumuskan strategi pengembangan pemasaran berdasarkan analisis IFAS, EFAS, dan SOAR. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 40 orang yang terdiri atas 36 petani jahe dan 4 pedagang pengumpul. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kekuatan utama terdiri atas kualitas produk yang baik, jumlah produksi yang meningkat, hubungan baik antara petani dan pedagang, serta pengalaman usaha yang tinggi. Faktor peluang utama meliputi permintaan pasar yang stabil, pelanggan tetap, dan lokasi yang strategis. Hasil analisis matriks IE menunjukkan posisi usaha berada pada Kuadran I yang berarti strategi tumbuh dan membangun. Strategi yang dihasilkan melalui analisis SOAR meliputi peningkatan promosi pemasaran, perluasan akses pasar, peningkatan kualitas dan volume produksi, serta penguatan kerja sama antara petani, pedagang, dan pemerintah. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk jahe dan meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Mbohang.</em></p> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Maria Alfira, Paulus Un, Yakobus C.W. Siubelan http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/405 PENGENDALIAN INFLASI EKONOMI DI PROVINSI PAPUA TENGAH STUDI KASUS KABUPATEN NABIRE TAHUN 2024 (Memahami Peran Mekanisme Pasar dalam Kebutuhan Pokok dan logistik) 2026-05-22T02:52:52+00:00 Aulia Afrianda Rizal yanzxw45@gmail.com Muhammad Rangga Bayu Prabowo yanzxw45@gmail.com Muhammad Ayyub Harahap yanzxw45@gmail.com <p><em>Inflation is a major challenge for economic stability in Central Papua Province, especially Nabire Regency. Dependence on external supplies, lack of logistics infrastructure, and low local production capacity are factors driving inflation. This study aims to analyze the factors that cause inflation in Nabire in 2024 and the role of market mechanisms in price control. The method used is qualitative case study with secondary data from BPS and related literature. The results showed annual inflation of 7.58%, dominated by the basic needs group at 6.29%. The main factors include external supply dependency and high distribution costs. The findings emphasize the importance of improving infrastructure and strengthening local production. The research recommends collaboration between the government, businesses and communities to strengthen economic resilience in Central Papua.</em></p> 2026-05-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Aulia Afrianda Rizal, Muhammad Rangga Bayu Prabowo, Muhammad Ayyub Harahap http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/413 KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI PERANGKAT DESA KEPADA MASYARAKAT DI DESA TONGGO KECAMATAN NANGARORO KABUPATEN NAGEKEO 2026-06-05T08:05:51+00:00 Hafizan Zahran hafizanzahran93@gmail.com Hendrik Toda hendrik.toda2012@gmail.com Theny I.B.Kurniati Pah hafizanzahran93@gmail.com <h1><strong><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kinerja perangkat desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kepada masyarakat di Desa Tonggo Kecamatan Nangaroro. Pelayanan administrasi merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang memiliki peranan penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pengurusan KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, akta kematian, dan dokumen kependudukan lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Seksi Pelayanan, serta beberapa masyarakat Desa Tonggo. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan administrasi di Desa Tonggo secara umum sudah berjalan cukup baik, namun belum sepenuhnya optimal jika ditinjau dari lima dimensi kualitas pelayanan menurut Zeithaml, Parasuraman, dan Berry, yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Pada dimensi tangible, sarana dan prasarana sudah tersedia namun penataan ruang dan ruang tunggu masih kurang memadai. Pada dimensi reliability, prosedur pelayanan cukup jelas dan sederhana, namun masih terkendala oleh keterbatasan SDM dan teknologi. Pada dimensi responsiveness, pelayanan masih bergantung pada kehadiran aparatur desa, sehingga ketika aparatur tidak berada di kantor, pelayanan menjadi terhambat. Pada dimensi assurance, masyarakat merasa cukup aman dan percaya, namun kepastian waktu pelayanan belum selalu konsisten. Pada dimensi empathy, sikap aparatur desa dinilai cukup ramah dan peduli terhadap masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja perangkat desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi di Desa Tonggo sudah berjalan, tetapi masih perlu ditingkatkan terutama dalam hal penyediaan sarana prasarana, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pengelolaan sistem pelayanan agar lebih efektif dan efisien.</em></strong></h1> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Hafizan Zahran, Hendrik Toda, Theny I.B.Kurniati Pah http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/403 KEARIFAN OKOMAMA SEBAGAI SARANA MEDIASI DALAM PENYELESAIAN KONFLIK TANAH ULAYAT (Studi Kasus Penyelesaian Konflik Tanah Ulayat Adat Di Desa Noinbila Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan) 2026-05-20T13:00:20+00:00 David Mariano Fay gaudensiayoja@gmail.com Rodriques Servatius gaudensiayoja@gmail.com Urbanus Ola Urbanusola@gmail.com <p><em>Tanah ulayat bagi komunitas adat memiliki arti yang beragam dari segi ekonomi, politik, budaya, dan spiritual sehingga adanya konflik bisa mengganggu keselarasan sosial dan jati diri masyarakat. Perselisihan mengenai tanah ulayat di Noinbila sering muncul karena adanya perbedaan klaim kepemilikan antara pengelola dan pemilik, yang biasanya hanya berdasarkan kesepakatan lisan tanpa adanya dokumen resmi. Dalam hal ini, masyarakat lebih memilih untuk menggunakan cara adat melalui Okomama daripada menyelesaikannya melalui hukum formal. Okomama berfungsi sebagai tempat musyawarah adat, di mana mediator yang ditunjuk oleh tokoh adat membawa simbol perdamaian seperti sirih pinang, sopi, dan uang sebagai tanda kesediaan untuk berdamai. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode kualitatif, melalui wawancara, observasi, dan pengumpulan dokumen dari tokoh adat, masyarakat, serta pihak-pihak terkait. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Okomama efektif sebagai sarana mediasi yang berdasarkan tradisi dalam meredakan konflik, memperkuat solidaritas sosial, serta memberikan sumbangan untuk pengembangan ilmu sosial, hukum adat, dan kebijakan publik mengenai pengelolaan tanah ulayat. Temuan ini menekankan signifikansi pelestarian kearifan lokal sebagai strategi yang berkelanjutan dalam penyelesaian konflik di tengah proses modernisasi.</em></p> 2026-05-20T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 David Mariano Fay , Rodriques Servatius, Urbanus Ola http://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/411 PEMBERDAYAAN PKK DALAM MENDORONG PROGRAM KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI DESA MAUKELI 2026-06-05T07:03:20+00:00 Adriana Maria Fouk _2@cde.ac.id Mikhael Thomas Susu _2@cde.ac.id Bruno Rey Sonby Pantola _2@cde.ac.id <p><em>Ketahanan pangan di keluarga-keluarga Desa Maukeli menghadapi berbagai hambatan akibat keterbatasan dalam memanfaatkan sumber daya setempat dan kurangnya partisipasi masyarakat, terutama dari para anggota PKK.</em><em> Program ini memiliki tujuan untuk memberdayakan para ibu-ibu PKK agar dapat menjadi agen perubahan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga dengan meningkatkan kemampuan mereka dalam pengelolaan lahan pekarangan dan pengolahan hasil pertanian. Pendekatan yang diterapkan adalah partisipatif dengan melakukan pelatihan langsung serta pendampingan dalam pengelolaan pekarangan rumah dan pengembangan produk pangan yang bernilai ekonomi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan serta kesadaran para ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan pekarangan secara maksimal, terwujudnya program ketahanan pangan keluarga yang berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan bagi keluarga melalui tambahan penghasilan. Pemberdayaan ini menguatkan posisi PKK sebagai garda terdepan dalam ketahanan pangan di tingkat desa serta mendorong pembangunan desa yang bersifat inklusif dan mandiri. </em></p> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Adriana Maria Fouk, Mikhael Thomas Susu, Bruno Rey Sonby Pantola