FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) DI KECAMATAN UMALULU KABUPATEN SUMBA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.71128/kybernology.v3i1.269Keywords:
Partisipasi Masyarakat; Program Keluarga Berencana; Sumba TimurAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya partisipasi masyarakat dalam mendukung program Keluarga Berencana di kecamatan umalulu kabupaten Sumba Timur. Pendekatan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data berasal dari 14 informan yang terbagi dengan rincian; Bidan sebagai penanggungjawab program KB, Masyarakat PUS dan masyarakat Kategori usia tua 49 keatas. Penelitian ini menjabarkan dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya partisipasi masyarakat dalam mendukung program keluarga Berencana di kecamatan Umalulu kabupaten Sumba Timur Hasil penelitian ini dapat dilihat dari faktor yang mempengaruhi rendahnya partisipasi masyarakat dalam mendukung program keluarga Berencana di kecamatan Umalulu kabupaten Sumba Timur terbagi menjadi empat faktor, yaitu; faktor usia, terdiri dari kategori pasangan usia subur (15-49 tahun) dan pasangan usia tua 49 tahun keatas, faktor jenis kelamin yang meliputi adanya anak laki-laki atau anak perempuan dalam keluarga, faktor ketiga yaitu pendidikan, tinggi renfahnya pendidikan dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat dan faktor keempat pekerjaan dan penghasilan yang meliputi jenis pekerjaan dan besarnya penghasilan.
References
Agustino, L. (2008). Politik dan Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.
Akbar, G. G., Kania, I., Ulumudin, A., & Ramdhani, A. (2019). Coordination Poverty Alleviation Program, An Analysis Based On Instrumental and Institutional Perspective. 2nd International Seminar Series On Regional Dynamic (ISSRD) (hal. 75-87). Jember: UNEJ e-Proceeding.
Ali, R. 2010. Pendewasaan Usia Perkawinan & Hak-hak Reproduksi bagi Remaja Indonesia. Jakarta: Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi
Ali, R. 2013. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur di Wilayah Puskesmas Buhu Kabupaten Gorontalo. Prosiding Seminar Nasional Kependudukan. 16 Nopember 2013. Jember: Universitas Gorontalo Fakultas Kesehatan Masyarakat Gorontalo.
Astuti Eni, dan Ratifah. 2014. Deskriptif Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wanita Usia Subur (Wus) Tidak Menggunakan Alat Kontrasepsi.
Atmodiwirjo, Ediasri dan Patmonodewo, S. 1981-1990. Bahan Pelatihan BKB. Perwakilan BPKBN Provinsi Kepri.
Badrudin. (2014). Dasar-Dasar Manjemen. Bandung: Alfabeta.
Data Sensus Dan Survei, Lembaga Demografi FE-Universitas Indonesia, Jakarta.
Endang. Buku Sumber Keluarga Berencana, Kesehatan Reproduksi, Gender, dan Pembangunan Kependudukan. BKKBN & UNFPA. Jakarta
Handayani, Sri. 2010. Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Pustaka Rihama.
Hartanto, Hanafi. 2004. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Hatmadji, Sri Harijati, 2003. Kebijakan Kependudukan Di Indonesia : Analisis
Junaidi, 2007. Pembangunan Berwawasan Kependudukan, Fakultas Ekonomi Universitas Jambi, Jambi
Jurnal
Jurnal Ilmiah Kebidanan. 5 ( 2 ) : 99-108.
Irianto Koes, Drs. 2011. Keluarga Berencana, Media Sarana Cerdas, Bandung.
Manurung Suryani. 2013. Model Pengambilan Keputusan Meningkatkan Akseptor Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 7 ( 11 ) : 483-488.
Kementerian Kesehatan RI. 2014. Pedoman Manajemen Pelayanan Keluarga Berencana. Jakarta : Kementerian Kesehatan.
Riskesdas. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar. Jakarta, 2010.
Setiadi, dan Iswanto Lilik. 2015. Pengambilan Keputusan Penggunaan Alat Kontrasepsi Istri Dalam Keluarga. Jurnal Populasi. 23 ( 1 ): 20-35.
Sulistyawati, A. (2013). Pelayanan Keluarga Berencana : Medika.
Sulistyawati, A. (2015). Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas : Perpustakaan Nasional.
Syarief, Sugiri, MPA, Dr. 2007. Tiga Tahun Pelaksanaan KB Era Desentralisasi Ke Arah Kebijakan Program KB Nasional, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, Jakarta.
Uliyah, Mar’atul. 2010. AWAS KB! Paduan Aman Dan Sehat Memilih Alat KB, Insania, Yogyakarta.
Undang-Undang:
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 Perkembangan Kependudukan Pembangunan Keluarga Sejahtera
Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009
Undang-Undang Noomor 52 Tahun 2009 (Pasal 20) Perkembangan Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga
Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2014 Tentang Perkembangan Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, Dan Sistem Informasi Keluarga
Peraturan Gubernur NTT Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana)
Peraturan Bupati Sumba Timur Nomor 44 Tahun 2021 Tentang Pembentukan Dan Penyelengaraan Kampung Keluarga Berencana (KB)
Internet
https://journal.unismuh.ac.id/indeks.php/kolaborasi/article/download/8349/5028
https://media.neliti.com/media/publications/135459-ID-partisipasi-masyarakat-dalam-program-kel.pdf
https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/3216/1/17.3200.070.pdf
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tresia Landupraing, Maria M. Lino, Belandina Liliana Long, Ernawati Daeng

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550198/original/016488700_1692862388-cover.jpg)




