STRATEGI KEHIDUPAN KELUARGA MISKIN (STUDI KASUS KELUARGA PETANI) DI DESA LAMAWARA, KECAMATAN ILE APE, KABUPATEN LEMBATA
DOI:
https://doi.org/10.71128/e-gov.v3i2.314Kata Kunci:
Kemiskinan,kebutuhan,Masyarakat ,pertanianAbstrak
Kabupaten Lembata merupakan salah satu kabupaten yang masih mengalami masalah kemiskinan. Kemiskinan salah satu penyebab munculnya masalah kesejahteraan di masyarakat dalam bentuk kondisi ketidakmampuan pemenuhan kebutuhan pokok. Kehidupan Masyarakat desa ini masih dibawah standar karena rendahnya kemampuan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok baik berupa pangan, sandang, maupun papan. Kemampuan pendapatan yang rendah ini juga akan berdampak berkurangnya kemampuan standar hidup rata-rata seperti standar kesehatan Masyarakat dan standar pendidikan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Keluarga Petani keluar dari lingkaran kemiskinan Di Desa Lamawara, Kecamtan Ile Ape, Kabupaten Lembata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan fenomenologi berhubungan dengan pemahaman tentang kehidupan keseharian dan dunia intersubjektif (dunia kehidupan) partisipan. Keluarga miskin petani dari Bapak Antonius Tena berusaha memenuhi kebutuhan keseharian merka dengan mengandalkan bekerja di kebun untuk menaam jagung dan sayuran terung untuk berjualan di pasar untuk memenuhi kebutuhan kehidupan mereka. Strategi kelangsungan hidup itu merupakan manifestasi dari tindakan rational choice yang dilakukan keluarga miskin, merespon berbagai situasi yang dihadapi baik melalui upaya-upaya seperti memanfaatkan mutual help (keluarga dan tetangga), mengikuti jaringan arisan, menjaga relasi baik dengan rekan kerja dan juragan, serta suami istri bekerja sambilan. Bidang pertanian memiliki arti penting bagi kehidupan petani dalam meningkatkan usahanya. Artinya makin baik kehidupan keluarga petani maka akan mempengaruhi peningkatan kesejahteraan keluarganya Dalam kehidupan sosial ekonomi bagi keluarga petani yakni dari aspek usaha tani, aspek sikap mental, aspek pendidikan dan aspek pendapatan secara langsung turut mempengaruhi taraf hidup masyarakat keluarga petani.
Referensi
Hasbiansyah, O. (2008). Pendekatan Fenomenologi: Pengantar Praktik Penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi. Mediator: Jurnal Komunikasi, 9(1), 163–180.
Maifizar, M. (2018). Kemiskinan Di Indonesia Dan Upaya Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga. Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam, 16(1), 16-31
Nurjihadi, M. et al. (2016). Lingkaran Setan Kemiskinan Dalam Masyarakat Pedesaan, Studi Kasus Petani Padi di Kawasan Pedesaan Pulau Lombok. Jurnal Sosiologi Pedesaan, hal 120-127.
Website
Badan Pusat Statistik. (2022). Data Kemiskinan Indonesia.
Badan Pusat Statistik. (2022). Pengertian Kemiskinan. Jakarta: BPS.
Kantor Desa Lamawara. (2023). Jumlah Masyarakat Miskin Yang Diusulkan Sebagai Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) Tahun 2020-2023.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Hermina Ose Langobelen, Ajis Salim Adang Djaha, Ardy Y. Pandie

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550198/original/016488700_1692862388-cover.jpg)
