Journal Education and Government Wiyata https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov <div style="text-align: justify;"> <table style="font-size: 0.875rem; height: 377px;" width="725"> <tbody> <tr style="height: 209px;"> <td style="height: 209px; width: 828px;"> <p><strong>Journal Education and Government Wiyata</strong> merupakan jurnal ilmiah <em>blind peer-review</em> yang didedikasikan untuk mempublikasikan artikel hasil penelitian dan kajian literatur berkualitas di bidang pendidikan dan pemerintahan. Seluruh artikel yang diterbitkan bersifat <strong>akses terbuka (open access)</strong> sehingga dapat diakses secara bebas oleh masyarakat tanpa biaya berlangganan. Jurnal ini telah memiliki <strong>E-ISSN 2986-5131</strong> dan diterbitkan serta dikelola secara profesional oleh dewan redaksi di bawah naungan <strong>Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran</strong>, sebuah badan hukum yang telah memperoleh pengesahan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor <strong>AHU-0003089.AH.01.12 Tahun 2015</strong>. Journal Education and Government Wiyata terbit secara berkala setiap <strong>Februari, Mei, Agustus, dan November</strong>, serta menerima naskah berupa hasil penelitian maupun kajian literatur sebagai upaya mendukung diseminasi ilmu pengetahuan dan memperkaya referensi akademik bagi dosen, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pembuat kebijakan. Sejalan dengan komitmen dalam menjaga dan meningkatkan mutu publikasi ilmiah sesuai standar nasional, <strong>Journal Education and Government Wiyata</strong> telah berhasil memperoleh <strong>Akreditasi <a href="https://drive.google.com/file/d/1fxhNBewc3rnhiR4vBJyCXRTilR-WUoKG/view?usp=sharing">SINTA Peringkat 5 (SINTA 5)</a></strong> berdasarkan <strong>Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 355/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tentang Peringkat Akreditasi Baru Jurnal Ilmiah Periode 3 Tahun 2025</strong>. Pencapaian ini menjadi bukti pengakuan pemerintah terhadap kualitas tata kelola jurnal, proses editorial, serta substansi ilmiah yang diterbitkan, sekaligus memperkuat peran Journal Education and Government Wiyata sebagai media publikasi ilmiah yang kredibel, bereputasi, dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan dan pemerintahan, baik pada tingkat nasional maupun sebagai pijakan menuju pengakuan internasional.</p> </td> <td style="height: 209px; width: 34px;"> </td> </tr> </tbody> </table> </div> id-ID journal.egovwiyata@gmail.com (Admin) journal.egovwiyata@gmail.com (Admin) Sat, 08 Aug 2026 16:17:57 +0000 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PEMBERDAYAAN LANSIA MENYONGSONG PENINGKATAN USIA HARAPAN HIDUP https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/453 <p>&nbsp;<em>The increase in life expectancy in Indonesia is not always accompanied by an adequate quality of life, placing elderly individuals at risk of becoming a burden rather than empowered subjects. This study aims to identify the empowerment factors associated with the quality of life of the elderly and to determine the most dominant factor. The study population comprised elderly individuals aged sixty years and above, with a sample of 120 respondents selected randomly. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed. The independent variables consisted of four empowerment dimensions derived from the active ageing framework—namely access to healthcare services, participation in activities, social support, and economic independence—while the dependent variable was quality of life. The analysis was conducted in stages: descriptive analysis to describe the data, correlation analysis to select variables, and multiple linear regression to examine simultaneous relationships. The results indicate that the model is statistically significant simultaneously and explains approximately 35.6% of the variance in quality of life. Social support emerged as the most dominant factor, followed by access to healthcare services and participation in activities, all of which showed positive and significant relationships; age exhibited a negative relationship, whereas economic independence, marital status, and education showed no significant relationships. It is concluded that the quality of life of the elderly is determined more by the extent to which they are socially empowered and provided with service access rather than by demographic or economic attributes. Therefore, elderly empowerment models should prioritize the strengthening of social support and participation. Since the findings are associative in nature, further longitudinal research is warranted.</em></p> Mike Triana Anggraini, Nihayatus Sholichah , Ika Devy Pramudiana Hak Cipta (c) 2026 Mike Triana Anggraini, Nihayatus Sholichah , Ika Devy Pramudiana https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/453 Wed, 12 Aug 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KELAYAKAN USAHA AGROINDUSTRI PENGGILINGAN PADI KLIBUR, PUTRA HOMA, DAN TEDE SAJA DI DESA HOMA KECAMATAN ADONARA BARAT KABUPATEN FLORES TIMUR https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/461 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui biaya operasional usaha penggilingan padi Klibur, Putra Homa, dan Tede Saja, (2) menganalisis pendapatan usaha, serta (3) menilai kelayakan usaha berdasarkan aspek finansial dan non finansial, dengan menggunakan metode studi kasus. Populasi penelitian terdiri atas 3 pemilik usaha penggilingan padi dan 30 petani pengguna jasa penggilingan padi yang ditentukan secara purposive. Data dianalisis menggunakan analisis biaya, pendapatan, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Break Even Point (BEP), serta analisis aspek non finansial yang meliputi pelayanan jasa, sosial, lingkungan, dan teknis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya operasional usaha penggilingan padi selama periode tahun 2023–2025 masing-masing sebesar Rp 43.074.750 pada unit usaha Klibur, Rp 34.295.963 pada Putra Homa, dan Rp 29.996.133 pada Tede Saja.Total pendapatan yang diperoleh sebesar Rp39.180.850, Rp35.715.473, dan Rp25.796.787 dengan total penerimaan masing- masing Rp82.255.600, Rp70.011.400, dan Rp55.792.900. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa usaha ketiga layak untuk dijalankan karena memiliki nilai NPV positif, IRR lebih besar dari tingkat suku bunga 12%, serta nilai R/C Ratio (&gt;1). Nilai IRR yang diperoleh masing-masing sebesar 32% (Klibur), 29% (Putra Homa), dan 26% (Tede Saja). Dari aspek non finansial, usaha penggilingan padi berada pada kategori sangat layak dengan nilai kelayakan aspek pengguna jasa 87%, sosial 53%, lingkungan 53%, dan teknis 100%. Dengan demikian, usaha agroindustri penggilingan padi Klibur, Putra Homa, dan Tede Saja di Desa Homa layak untuk dijalankan dan dikembangkan baik dari aspek finansial maupun non finansial.</em></p> Maria Katarina Bunga Tukan, Marthen Robinson Pellokila, Lika Bernadina Hak Cipta (c) 2026 Maria Katarina Bunga Tukan, Marthen Robinson Pellokila, Lika Bernadina https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/461 Sat, 08 Aug 2026 00:00:00 +0000 REVITALISASI INFORMASI SEJARAH DAN PETA DESA MELALUI PEMBAHARUAN PAPAN INFORMASI DAN PETA DESA NGEGEDHAWE SEBAGAI SARANA EDUKASI DAN TRANSPARANSI PUBLIK https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/459 <p><em>Pengabdian masyarakat revitalisasi informasi sejarah dan peta desa dilakukan berhubung papan informasi desa yang ada kurang menyajikan sejarah dan peta desa dengan baik, baik dari segi isi maupun kondisi fisiknya. Dengan program pengabdian masyarakat ini, informasi sejarah dan peta desa diperbaharui melalui peremajaan papan informasi sehingga menarik, fungsional, dan mudah diakses oleh penduduk. Papan informas ini, dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait wilayah desa dan sejarah terbentuknya desa, serta potensi yang ada. Pembuatan papan informasi ini, menggunakan metode survei lokasi, pengumpulan data melalui wawancara tokoh masyarakat, merancang peta desa, pembuatan dan pemasangan papan di lokasi yang telah ditentukan. Pada papan informasi ini, tercantum peta desa, narasi sejarah singkat terbentuknya desa, serta potensi yang ada di desa, seperti di bidang pertanian dan peternakan. Masyarakat sangat antusias terkait pembuatan dan adanya papan informasi ini, karena dapat menjadi media edukasi, serta dapat memperkuat identitas lokal masyarakat desa Ngegedhawe.</em></p> Polikarpus Stefanus Bani Dena, Rodriques Servatius Hak Cipta (c) 2026 Polikarpus Stefanus Bani Dena, Rodriques Servatius https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/459 Sat, 08 Aug 2026 00:00:00 +0000 KELAYAKAN FINANSIAL DAN STRATEGI PEMASARAN USAHATANI KACANG HIJAU DI DESA DUALASI RAIULUN KABUPATEN BELU https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/457 <p><em>Usahatani kacang hijau memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat perdesaan, tetapi keberlanjutannya dipengaruhi oleh kemampuan menghasilkan keuntungan dan menerapkan strategi pemasaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial dan strategi pemasaran usahatani kacang hijau di Desa Dualasi Raiulun, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Responden penelitian berjumlah 51 petani yang ditentukan berdasarkan kriteria penelitian. Analisis kelayakan finansial menggunakan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), dan Break Even Point (BEP), sedangkan strategi pemasaran dianalisis menggunakan bauran pemasaran 4P yang meliputi produk, harga, tempat, dan promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi sebesar Rp1.343.137,25, penerimaan Rp7.701.373, dan pendapatan bersih Rp6.358.236 per petani dalam satu musim tanam. Nilai R/C Ratio sebesar 5,7 menunjukkan bahwa usahatani layak secara finansial. BEP produksi sebesar 82,04 kg dan BEP harga Rp6.329,42/kg berada di bawah produksi aktual rata-rata 424 kg dan harga jual rata-rata Rp16.411,76/kg. Strategi pemasaran telah menerapkan unsur produk, harga, tempat, dan promosi, tetapi masih didominasi pemasaran tradisional melalui pasar lokal, pedagang pengumpul, hubungan personal, dan promosi dari mulut ke mulut. Penguatan kelembagaan petani, diversifikasi saluran pemasaran, peningkatan kualitas produk, dan pemanfaatan pemasaran digital diperlukan untuk meningkatkan posisi tawar dan keberlanjutan pendapatan petani.</em></p> Rosina Melan Tonael, Charles Kapioru, Paulus Un Hak Cipta (c) 2026 Rosina Melan Tonael, Charles Kapioru, Paulus Un https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/457 Sat, 08 Aug 2026 00:00:00 +0000 MODEL SELEKSI TUHA PEUT SEBAGAI REPRESENTASI LOCAL WISDOM DALAM SISTEM PEMERINTAHAN ADAT KABUPATEN ACEH BESAR https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/464 <p><em>Eksistensi Tuha Peut sebagai lembaga representatif masyarakat gampong merupakan bagian penting dari sistem pemerintahan adat Aceh yang memadukan prinsip demokrasi lokal dengan nilai-nilai local wisdom. Namun, mekanisme seleksi Tuha Peut di Kabupaten Aceh Besar menunjukkan variasi antar-gampong, sehingga menarik dikaji untuk memahami bagaimana nilai adat, partisipasi masyarakat, dan representasi sosial diaktualisasikan dalam proses pemilihannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis model seleksi Tuha Peut sebagai representasi local wisdom dalam sistem pemerintahan adat Kabupaten Aceh Besar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokus Gampong Ateuk Anggok, Kecamatan Ingin Jaya, dan Gampong Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua model seleksi Tuha Peut. Gampong Ateuk Anggok menerapkan pemilihan langsung oleh masyarakat yang menekankan partisipasi politik, keterbukaan, dan legitimasi elektoral, sedangkan Gampong Meunasah Papeun menggunakan mekanisme musyawarah pada masing-masing dusun yang mengutamakan konsensus, keterwakilan wilayah, ketokohan, serta penerimaan sosial. Kedua model tersebut memperlihatkan bahwa demokrasi gampong tidak berlangsung secara seragam, tetapi beradaptasi dengan struktur sosial dan tradisi masyarakat setempat. Temuan penelitian menegaskan bahwa model seleksi Tuha Peut merupakan bentuk demokrasi lokal berbasis adat yang mengintegrasikan nilai partisipasi, musyawarah, keterwakilan, dan legitimasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan gampong.</em></p> Faez Syahroni, Muhammad Junaidi, Reza Wafdan, Muhammad, Agus Junaidi Hak Cipta (c) 2026 Faez Syahroni, Muhammad Junaidi, Reza Wafdan, Muhammad, Agus Junaidi https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/464 Wed, 12 Aug 2026 00:00:00 +0000 CLEAN GOVERNMENT PENYELENGGARA PERPAJAKAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAATAN PEMBAYARAN PAJAK WARGA NEGARA https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/454 <p><em>Rasio pajak Indonesia terus menurun dan kepercayaan publik pada otoritas pajak tergerus oleh berbagai kasus korupsi, sementara peran kebersihan penyelenggaraan pemerintahan (clean government) pada institusi perpajakan sebagai penentu ketaatan pembayaran pajak masih jarang diuji secara empiris. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi clean government penyelenggara perpajakan terhadap ketaatan pembayaran pajak warga negara, dengan kepercayaan (trust) dan moral pajak (tax morale) sebagai variabel mediasi. Populasi penelitian adalah wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Blitar (Kota dan Kabupaten Blitar), dengan sampel 200 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), yaitu teknik statistik yang menguji hubungan sebab-akibat antarvariabel sekaligus efek mediasinya secara serentak. Hasil pengujian menunjukkan seluruh instrumen valid dan reliabel, serta kelima hipotesis didukung. Clean government berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketaatan pembayaran pajak (β = 0,253), trust (β = 0,586), dan tax morale (β = 0,465); sementara trust (β = 0,172) dan tax morale (β = 0,156) terbukti memediasi secara parsial pengaruh clean government terhadap ketaatan. Model menjelaskan 48,6% variansi ketaatan pembayaran pajak. Penelitian menyimpulkan bahwa kebersihan institusi perpajakan meningkatkan ketaatan warga negara terutama melalui pembentukan kepercayaan dan moral pajak, sehingga pemulihan legitimasi otoritas pajak melalui penguatan transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum menjadi kunci peningkatan kepatuhan sukarela.</em></p> Nur Faqih , Eny Haryati , Sapto Pramono Hak Cipta (c) 2026 Nur Faqih , Eny Haryati , Sapto Pramono https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/454 Wed, 12 Aug 2026 00:00:00 +0000 DAMPAK AGROWISATA KOPI TERHADAP FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETANI DI DESA COLOL KECAMATAN LAMBA LEDA TIMUR KABUPATEN MANGGARAI TIMUR https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/462 <p><em>Pengembangan agrowisata merupakan salah satu strategi pembangunan pedesaan yang mengintegrasikan sektor pertanian dengan sektor pariwisata guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan kesejahteraan masyarakat. Desa Colol, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi arabika unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mulai berkembang sebagai destinasi agrowisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pengembangan agrowisata kopi, tingkat pendapatan usahatani kopi, serta dampak sosial ekonomi pengembangan agrowisata terhadap petani. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 70 petani kopi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan usahatani, regresi linear berganda, serta analisis jalur (path analysis) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan agrowisata kopi memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Nilai koefisien determinasi sebesar 56,2% menunjukkan bahwa variasi pendapatan petani cukup besar dijelaskan oleh variabel partisipasi petani, usaha tambahan, kegiatan pendukung agrowisata, dan penciptaan lapangan kerja. Secara parsial, variabel partisipasi petani (Sig. 0,002) dan usaha tambahan akibat agrowisata (Sig. 0,012) berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani, sedangkan variabel kegiatan kebersihan kawasan wisata dan penciptaan lapangan kerja belum memberikan pengaruh signifikan. Selain meningkatkan pendapatan rumah tangga petani, pengembangan agrowisata juga mendorong tumbuhnya kerja sama masyarakat, peningkatan kualitas lingkungan, diversifikasi usaha ekonomi, dan penguatan identitas Desa Colol sebagai kawasan agrowisata kopi. Dengan demikian, pengembangan agrowisata berbasis masyarakat layak dijadikan strategi pembangunan ekonomi pedesaan yang berkelanjutan.</em></p> Fenansius Aldi Gou, Fredrik L. Benu, Ernantje Hendrik Hak Cipta (c) 2026 Fenansius Aldi Gou, Fredrik L. Benu, Ernantje Hendrik https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/462 Sat, 08 Aug 2026 00:00:00 +0000 INTEGRASI PROGRAM BANTUAN SOSIAL DENGAN PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL: DARI BANTUAN KONSUMTIF MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI MASYARAKAT MISKIN DI KOTA BITUNG https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/447 <p><em>Program bantuan sosial di Indonesia dirancang untuk melindungi keluarga miskin sekaligus mengantar mereka menuju kemandirian ekonomi, tetapi sebagian besar penerima manfaat di Kota Bitung baru mengalami graduasi administratif, yaitu keluar dari daftar penerima tanpa disertai kemampuan memperoleh penghidupan yang berkelanjutan. Kesenjangan ini mengancam kontribusi kota terhadap target nasional graduasi 300.000 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan pada 2026, padahal Kota Bitung memiliki basis ekonomi lokal yang kuat di sektor pengolahan perikanan, logistik pelabuhan yang terkait Kawasan Ekonomi Khusus, dan pariwisata bahari. Artikel ini menelusuri akar masalah kelembagaan di balik rendahnya graduasi substantif tersebut dan merumuskan rekomendasi kebijakan untuk mengatasinya. Analisis memakai pendekatan kebijakan kualitatif yang memadukan studi dokumen regulasi, tinjauan literatur tentang transfer tunai bersyarat dan pendekatan graduasi, serta pengamatan lapangan penulis selama bertugas mengoordinasikan program penanggulangan kemiskinan di badan perencanaan daerah. Prioritas masalah dinilai dengan metode Urgency, Seriousness, Growth, akar masalah ditelusuri lewat dua level analisis sebab akibat, dan alternatif kebijakan dievaluasi dengan kriteria Bardach yang diuji silang dengan kriteria Dunn. Hasil analisis menemukan akar masalahnya adalah fragmentasi kelembagaan antara dinas sosial dan dinas sektor produktif yang berjalan tanpa protokol serah terima penerima manfaat yang mengikat. Artikel ini merekomendasikan peraturan wali kota tentang jalur pemberdayaan terintegrasi, yang menetapkan badan perencanaan daerah sebagai koordinator lintas dinas, membangun protokol serah terima dari dinas sosial ke dinas sektor produktif, dan mengalibrasi menu pemberdayaan terhadap sektor ekonomi unggulan daerah.</em></p> Antonia Maria Turambi Hak Cipta (c) 2026 Antonia Maria Turambi https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/447 Wed, 12 Aug 2026 00:00:00 +0000 STRATEGI PEMASARAN DAN PENDAPATAN PRODUK TEH DAUN KELOR PADA KELOMPOK TANI USAHA MAJU BERSAMA DI DESA NOELBAKI KECAMATAN KUPAN TENGAH https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/460 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemasaran yang diterapkan oleh Kelompok Tani Usaha Maju Bersama di Desa Noelbaki serta menganalisis pendapatan usaha teh daun kelor. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan analisis SWOT (IFAS dan EFAS) untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi pemasaran, serta analisis biaya–penerimaan untuk mengukur pendapatan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran meliputi produk, harga, promosi, dan distribusi, dengan kekuatan pada kualitas produk namun kelemahan pada kemasan dan promosi. Peluang muncul dari meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk herbal, sedangkan ancaman berasal dari persaingan produk sejenis. Analisis pendapatan menunjukkan usaha layak secara ekonomi dengan pendapatan bersih Rp 64.275.000 per tahun. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan promosi digital, inovasi kemasan, dan perluasan distribusi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.</em></p> Kristianus Ivan Agung, Ernantje Hendrik, Siska Elvani Hak Cipta (c) 2026 Kristianus Ivan Agung, Ernantje Hendrik, Siska Elvani https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/460 Sat, 08 Aug 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI PEMASARAN BUAH NAGA MERAH DI DESA KOLOBOLON KABUPATEN ROTE NDAO https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/458 <p><em>Buah naga merah merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi yang berpotensi meningkatkan pendapatan petani di wilayah beriklim kering. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan usahatani dan tingkat efisiensi pemasaran buah naga merah di Desa Kolobolon, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penentuan responden dilakukan dengan metode sensus terhadap 22 petani buah naga merah dan 10 pelaku lembaga pemasaran yang terlibat dalam distribusi produk. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data meliputi analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan usahatani, saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani buah naga merah memberikan keuntungan kepada petani. Total penerimaan seluruh petani mencapai Rp554.000.000 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp25.181.818 per petani, sedangkan total biaya produksi sebesar Rp82.905.000. Pemasaran buah naga merah dilakukan melalui saluran langsung dari petani kepada konsumen dan saluran tidak langsung melalui lembaga perantara. Saluran pemasaran yang lebih pendek menunjukkan margin pemasaran yang lebih rendah dan bagian harga yang diterima petani lebih tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemendekan rantai pemasaran berpotensi meningkatkan efisiensi distribusi dan pendapatan petani. Penguatan pemasaran langsung, kelembagaan petani, dan akses terhadap pasar yang lebih luas diperlukan untuk meningkatkan posisi tawar dan keberlanjutan usahatani buah naga merah.</em></p> Windy Kos, Charles Kapioru, Siska Elvani Hak Cipta (c) 2026 Windy Kos, Charles Kapioru, Siska Elvani https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/458 Sat, 08 Aug 2026 00:00:00 +0000 FAKTOR PENYEBAB ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DI KABUPATEN ROTE NDAO https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/466 <p><em>Alih fungsi lahan sawah merupakan salah satu permasalahan yang sangat penting dalam pembangunan sektor pertanian karena akan memberikan dampak secara langsung pada menurunnya luas lahan produksi pangan. Kabupaten Rote Ndao sebagai salah satu daerah yang memiliki luas lahan sawah terluas di Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami penurunan luas lahan sawah yang signifikan dalam lima tahun terakhir, sebagian besar lahan sawah dialihkan untuk pembangunan pemukiman, usaha kecil, dan fasilitas umum. Apabila alih fungsi lahan sawah untuk fungsi-fungsi lain di luar sektor pertanian tidak dikendalikan, maka berdampak pada berkurangnya luas area produksi pangan. </em><em>Metode dasar penelitian ini adalah kuantitatif. Lokasi penelitian yaitu Kabupaten Rote Ndao. </em><em>Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS untuk mengetahui pengaruh lebih dari satu variabel bebas terhadap variabel terikat. </em><em>Hasil penelitian menunjukkan: luas lahan yang telah dialihfungsikan di Kabupaten Rote Ndao mencapai 3.442 Ha. Lahan-lahan tersebut tidak lagi digunakan untuk kegiatan pertanian padi, melainkan telah dialihkan ke berbagai bentuk penggunaan lain seperti rumah pribadi, kios, bengkel, rumah makan dan kontrakan. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Rote Ndao yaitu pertumbuhan penduduk (X1), pertumbuhan industri rumah tangga (X2), pendapatan penduduk (X3), lokasi lahan sawah (X4), dan produktivitas lahan sawah (X5). Untuk menunjang program ketahanan pangan, maka pemerintah perlu untuk lebih memperketat ijin alih fungsi lahan dari lahan pertanian ke lahan non pertanian. Selain perlu memperketat ijin alih fungsi lahan, pemerintah perlu mempertimbangkan untuk memberikan penyuluhan kepada petani mengenai cara memanfaatkan lahan pertanian yang ada.</em></p> Injela Wahyuni Ayahnya Mooy, Mustafa Abdurrahman, Maria Fransiska Darlen Hak Cipta (c) 2026 Injela Wahyuni Ayahnya Mooy, Mustafa Abdurrahman, Maria Fransiska Darlen https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/466 Wed, 12 Aug 2026 00:00:00 +0000 KOLABORASI TRIPLE HELIX DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PEREKONOMIAN PETANI KOPI (Studi Kasus Desa Ulu Wae Kecamatan Lamba Leda Timur Kabupaten Manggarai Timur) https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/456 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kolaborasi Triple Helix dalam upaya meningkatkan produktivitas perekonomian petani kopi di Desa Ulu Wae, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur. Konsep Triple Helix menekankan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha sebagai aktor utama dalam mendorong inovasi dan pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian, petani kopi, serta pihak akademisi dan pelaku usaha yang terlibat. Analisis penelitian menggunakan kerangka kolaborasi Emerson dan Nabatchi (2015) yang meliputi konteks sistem, pendorong kolaborasi, dinamika kolaborasi, serta aksi, hasil, dan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi Triple Helix di Desa Ulu Wae telah berjalan, namun belum optimal. Pemerintah berperan dalam penyediaan kebijakan dan sarana produksi, akademisi berkontribusi melalui pendampingan dan transfer pengetahuan, sementara pelaku usaha membantu dalam akses pasar dan peningkatan nilai tambah produk. Namun, kolaborasi masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana prasarana, lemahnya koordinasi antar-aktor, rendahnya pemanfaatan teknologi informasi, serta kapasitas kelembagaan petani yang belum kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kolaborasi Triple Helix yang berkelanjutan, terstruktur, dan berbasis kebutuhan petani sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi petani kopi di Desa Ulu Wae.</em></p> Yosefandi Akuino Makur, David B. W. Pandie, Putu Y. B. Pradana Hak Cipta (c) 2026 Yosefandi Akuino Makur, David B. W. Pandie, Putu Y. B. Pradana https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/456 Sat, 08 Aug 2026 00:00:00 +0000 STRATEGI PEMASARAN BAWANG MERAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI DESA OEHANDI, KECAMATAN ROTE BARAT DAYA, KABUPATEN ROTE NDAO https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/463 <p><em>Pemasaran merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan usahatani bawang merah karena berhubungan langsung dengan tingkat pendapatan petani. Permasalahan yang dihadapi petani bawang merah di Desa Oehandi meliputi fluktuasi harga, keterbatasan akses pasar, lemahnya promosi digital, serta rendahnya kemampuan pengemasan produk yang mengakibatkan nilai jual hasil panen belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pemasaran bawang merah serta merumuskan strategi pemasaran yang tepat dalam meningkatkan pendapatan petani. Penelitian dilaksanakan di Desa Oehandi, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao dengan menggunakan metode survei. Responden terdiri atas 40 petani bawang merah dan 6 pedagang yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Internal Factor Analysis Summary (IFAS), External Factor Analysis Summary (EFAS), dan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama berasal dari kualitas produk yang baik, kesesuaian agroklimat, harga yang kompetitif, serta mulai dimanfaatkannya media sosial sebagai media promosi. Sementara itu, kelemahan utama meliputi keterbatasan modal, minimnya fasilitas penyimpanan, rendahnya pemanfaatan teknologi digital, dan daya simpan produk yang relatif pendek. Faktor peluang berasal dari tingginya permintaan pasar, perkembangan pemasaran digital, peluang diversifikasi produk olahan, serta kesempatan memperoleh harga yang lebih tinggi pada saat pasokan menurun. Ancaman utama meliputi fluktuasi harga, perubahan iklim, meningkatnya persaingan antar daerah produksi, dan keterbatasan akses distribusi. Berdasarkan analisis SWOT, usaha pemasaran bawang merah berada pada Kuadran I yang menunjukkan kondisi agresif (growth oriented strategy). Strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kualitas produk, penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan pemasaran digital, diversifikasi produk bernilai tambah, serta perluasan jaringan pemasaran. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus pendapatan petani bawang merah secara berkelanjutan.</em></p> Nelin Afita Adu, Charles Kapioru, Santhy Chamdra Hak Cipta (c) 2026 Nelin Afita Adu, Charles Kapioru, Santhy Chamdra https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/463 Sat, 08 Aug 2026 00:00:00 +0000