PENGARUH KEBIJAKAN REMUNERASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KOTA PALANGKA RAYA
DOI:
https://doi.org/10.71128/kybernology.v4i1.333Keywords:
Remunerasi, kinerja pegawai, ASN, motivasi kerja, kebijakan publikAbstract
Kebijakan remunerasi merupakan salah satu instrumen reformasi birokrasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN) melalui sistem penghargaan berbasis kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana kebijakan remunerasi diterapkan dan bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja pegawai negeri sipil di Kota Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palangka Raya. Informan penelitian terdiri dari pejabat struktural, pegawai pelaksana, serta pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang terlibat dalam penerapan sistem remunerasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan remunerasi berpengaruh positif terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, dan produktivitas kerja pegawai. Namun, masih ditemukan tantangan dalam aspek transparansi, persepsi keadilan, dan pemahaman terhadap indikator penilaian kinerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas remunerasi tidak hanya bergantung pada besaran imbalan finansial, tetapi juga pada kejelasan sistem penilaian, keadilan organisasi, dan budaya kerja yang mendukung profesionalisme ASN.
References
Ahmad, F., Lyub, J. (D.), Stazyk, E., & Higgs, M. (2024). Back to the future revisited: A systematic literature review of performance-related pay in the public sector. International Public Management Journal. https://doi.org/.
George, B. (2023). Does performance-related-pay work? A meta-analysis and recommendations for public organizations. Journal of Public Sector Performance, 7(2), 123–148.
Chen, Y., & kolega. (2023). A cognitive-evaluation and equity-based perspective of pay-for-performance: meta-analytic evidence. Frontiers in Psychology / PMC. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9897207/
Wood, S., et al. (2023). Comparisons of the effects of individual and collective performance-related pay. Journal of Economic Behavior & Organization, 220, 1–20.
Björkman, I., & Gustafsson, (2023). Performance management in public sector organizations: a bibliometric analysis. International Journal of Organizational Leadership, 12(4), 45–69.
Pratiwi, A. C. (2025). Analisis efektivitas besarnya tunjangan kinerja di Kementerian Keuangan. Indonesian Public Sector Studies, 3(1), 45–63.
Sari, G. P., Rozikin, I., & Nababan, J. C. E. (2023). Konsep dan terapan sistem penggajian/kompensasi dalam peningkatan kinerja pegawai sektor publik. Ekobis: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 8(2), 98–115.
Silitonga, D. T. S., & Iskandar. (2024). Pengaruh remunerasi dan disiplin kerja terhadap kualitas kerja pegawai di Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. JMSAB, (183), 12–30.
Iryani. (2022). Pengaruh tunjangan kinerja terhadap kinerja pegawai: Peran kepuasan kerja sebagai mediasi. Jurnal Profesi & Manajemen, 5(1), 77–92.
Basir, H. (2024). Sistem kompensasi dalam meningkatkan kinerja pegawai sektor publik: studi tinjauan. Wahana Bina Pemerintahan, 2(1), 34–50.
Pertiwi, V. I. (2019). Implementation of pay for performance in the public sector in Indonesia: gaps and lessons. Proceedings of IAPA Conference, 2019. (berguna sebagai kajian implementasi lokal).
Dart, R., & kolega. (2009). Pay for performance in the public sector—Benefits and hidden costs. Journal of Public Administration Research and Theory, 20(2), 387–412. (landasan klasik terkait P4P).
“Pay for Performance in the Public Sector” — tinjauan komprehensif (pdf/Review). (2024). Journal article collection / review.
IP Internasional. (2024). The effect of remuneration, time management on employee performance: case study Surabaya. International Journal of Economics & Commerce, 10(3), 44–61.
Munaddhomah Journal. (2024). Management of Remuneration System Based on Performance: Implementation and Evaluation. Munaddhomah: Public Administration Journal, 6(2), 100–120.
“Inductors of Performance in The Public Sector” (systematic review). (2024). Pakistan Journal of Life and Social Sciences, 12(2), 16356–16374.
BKN (Badan Kepegawaian Negara). (2025). Civil Service: Jurnal Kebijakan dan Manajemen ASN, Vol. 19 No.1, Juni 2025 — “Tren Penelitian Sistem Merit ASN” (laporan dan analisis implementasi ASN/merit system).
Handayani, F. T. (2025). Pengaruh sistem merit pay terhadap keadilan pemberian tunjangan kinerja. Jurnal Pengelolaan dan Kebijakan Sumberdaya (UNDIP), 12(1), 50–71.
Putri, N. (2023). Remunerasi berbasis prestasi dan pengaruhnya terhadap ketidakhadiran pegawai: studi longitudinal. Jurnal Administrasi Publik, 11(3), 211–230. (artikel lokal yang relevan).
Vroom, V. H. (1964). Work and Motivation. New York: Wiley. (teori harapan — landasan teoretis klasik untuk menjelaskan remunerasi dan motivasi). (Kutipan buku klasik; bukan artikel 5-tahun terakhir tapi penting untuk landasan teori.)
Herzberg, F. (1966). Work and the Nature of Man / The Two-Factor Theory. (landasan teori motivasi: hygiene & motivator factors). (Sumber klasik untuk teori motivasi kerja).
Ningsih, D., & Rahman, A. (2022). Keadilan dan transparansi remunerasi sebagai determinan loyalitas ASN: studi pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Manajemen Publik, 9(2), 88–105.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Helzinky Jeniflour Husein, Yolla Gresia, Fitriani Selvia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.













