PERAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN USAHATANI KACANG HIJAU DI DESA RURA KECAMATAN REOK BARAT KABUPATEN MANGGARAI

Authors

  • Viktor Krispianus Bagung Universitas Nusa Cendana Kupang, Indonesia
  • Damianus Adar Universitas Nusa Cendana Kupang, Indonesia
  • Eman Nevianus Bureni Universitas Nusa Cendana Kupang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71128/kybernology.v4i1.425

Keywords:

Penyuluh Pertanian, Produktivitas, Pendapatan, Usahatani, Kacang Hijau.

Abstract

Kacang hijau merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki nilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan. Pengembangan komoditas ini tidak terlepas dari peran penyuluh pertanian sebagai agen perubahan yang berfungsi memberikan edukasi, motivasi, fasilitasi, komunikasi, dan inovasi kepada petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas dan pendapatan usahatani kacang hijau, menganalisis peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terhadap produktivitas usahatani kacang hijau, serta mengetahui hubungan antara peran penyuluh dengan pendapatan petani di Desa Rura, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling terhadap 50 petani dari total populasi 335 petani. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan perhitungan produktivitas, analisis pendapatan, skala Likert, serta uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas rata-rata usahatani kacang hijau sebesar 503 kg/ha dengan rata-rata pendapatan petani sebesar Rp2.091.525 per musim tanam. Peran penyuluh pertanian lapangan secara umum berada pada kategori kurang berperan terhadap produktivitas usahatani kacang hijau. Sebagian besar responden menilai peran penyuluh sebagai edukator, motivator, komunikator, dan inovator masih belum optimal, sedangkan peran sebagai fasilitator dinilai relatif lebih baik. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,288 (>0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran penyuluh dengan pendapatan petani. Pendapatan petani lebih banyak dipengaruhi oleh faktor teknis dan ekonomi seperti luas lahan, biaya produksi, harga jual, dan kondisi iklim dibandingkan intensitas pendampingan penyuluh.

References

Adar, D., & Madu, A. (2024). Produktivitas dan inefisiensi teknis: Studi kasus pada lahan kering kecil pertanian kacang hijau di Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Ambar, S., dkk. (2014). Analisis penerimaan usahatani dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jurnal Agribisnis Indonesia, 2(1), 45–56.

Anwas, O. M. (2013). Pemberdayaan Masyarakat di Era Global. Bandung: Alfabeta.

Apriyanto. (2022). Ekonomi dan Manajemen Usahatani. Yogyakarta: Deepublish.

Astawan, M. (2009). Sehat dengan Hidangan Kacang dan Biji-bijian. Jakarta: Penebar Swadaya.

Azhiim, M., dkk. (2022). Peran penyuluh pertanian sebagai edukator dalam meningkatkan kapasitas petani. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 17(2), 95–107.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai. (2023). Kabupaten Manggarai Dalam Angka 2023. Ruteng: BPS Kabupaten Manggarai.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. (2023). Statistik Tanaman Pangan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Pertanian RI.

Fadhilah. (2021). Analisis pendapatan usahatani dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 13(1), 33–45.

Gratya, N., dkk. (2024). Analisis penerimaan dan pendapatan petani pada berbagai sistem usahatani. Jurnal Agribisnis Modern, 8(1), 21–34.

Hasibuan, M. S. P. (1996). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Herjanto, E. (1999). Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta: Grasindo.

Himalaya, P., dkk. (2013). Response of mung bean to micronutrient seed priming and economic analysis. Agricultural Research Journal, 50(3), 210–219.

Husni, M., dkk. (2015). Analisis penerimaan usahatani pada komoditas pangan. Jurnal Ilmu Pertanian, 10(2), 81–89.

Indriani, & Iii. (2019). Produksi pertanian dan efisiensi penggunaan faktor produksi. Jurnal Agribisnis Nusantara, 6(1), 15–26.

Khairunnisa, N., dkk. (2021). Kebutuhan informasi inovasi pertanian pada petani tanaman pangan. Jurnal Penyuluhan, 17(1), 55–67.

Luthfianti. (2014). Peran penyuluh pertanian dalam pemberdayaan kelompok tani. Jurnal Penyuluhan dan Pembangunan Pertanian, 9(2), 101–114.

Maria, M., dkk. (2024). Pengaruh karakteristik petani dan peran penyuluh dalam penerapan budidaya kacang hijau di Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka. Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian, 5(1), 1–15.

Marzuki, R., dkk. (2004). Budidaya Kacang Hijau. Jakarta: Penebar Swadaya.

Nensa. (2025). Faktor-Faktor Penentu Produksi dan Pendapatan Usahatani Kacang Hijau di Kawasan Transmigrasi Desa Weoe Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka (Skripsi). Universitas Nusa Cendana.

Nurita, N., dkk. (2022). Analisis daya saing kacang hijau (Vigna radiata) Indonesia di pasar internasional. Jurnal Agribisnis Indonesia, 10(2), 120–134.

Rahmawati, S., dkk. (2019). Kinerja penyuluh pertanian dalam meningkatkan produksi usahatani. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 14(1), 25–36.

Riyanto, B. (1986). Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: BPFE.

Rizqullah, A., dkk. (2021). Peran strategis penyuluh pertanian dalam pembangunan pertanian berkelanjutan. Jurnal Penyuluhan, 17(2), 142–156.

Siegel, S. (1997). Statistik Nonparametrik untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Gramedia.

Sinaga, R., dkk. (2024). Analisis biaya dan pendapatan usahatani pada berbagai komoditas pangan. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 19(1), 45–59.

Sinungan, M. (2008). Produktivitas: Apa dan Bagaimana. Jakarta: Bumi Aksara.

Soekanto, S. (1982). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. (2017). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sunartono. (2016). Penyuluhan pertanian sebagai strategi pemberdayaan petani. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 11(1), 15–27.

Suratiyah, K. (2015). Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.

Yulida, R., dkk. (2012). Peran penyuluh pertanian sebagai edukator dalam pembangunan pertanian. Jurnal Agribisnis Indonesia, 4(2), 78–89.

Downloads

Published

2026-06-25

How to Cite

Bagung, V. K. ., Adar, D., & Bureni, E. N. (2026). PERAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN USAHATANI KACANG HIJAU DI DESA RURA KECAMATAN REOK BARAT KABUPATEN MANGGARAI. Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Administrasi Publik, 4(1), 65–80. https://doi.org/10.71128/kybernology.v4i1.425

Issue

Section

Articles