ANALISIS NILAI TAMBAH DAN KELAYAKAN USAHA PRODUK OLAHAN JAGUNG DI UMKM TRANSMIGRASI KAPITAN MEO, KABUPATEN MALAKA
DOI:
https://doi.org/10.71128/kybernology.v4i2.552Keywords:
BEP, Jagung, Kelayakan Usaha, Nilai Tambah, R/C Ratio.Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai tambah dan kelayakan usaha produk olahan jagung pada UMKM Transmigrasi Kapitan Meo, Kabupaten Malaka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data produksi dan biaya usaha selama tahun 2025. Nilai ditambah menggunakan metode Hayami, sedangkan kelayakan usaha dikaji melalui R/C Ratio dan Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan jagung menjadi tortila menghasilkan nilai tambah sebesar Rp159.375/kg dengan rasio tambah nilai 64,88%, sedangkan mie jagung menghasilkan nilai tambah Rp122.250/kg dengan rasio 95,88%. Produk kedua termasuk kategori nilai tambah tinggi karena memiliki rasio di atas 40%. Dari aspek kelayakan, nilai R/C Ratio mencapai 1,96 untuk tortila dan 1,38 untuk mie jagung. Hasil BEP menunjukkan bahwa harga dan volume produksi aktual kedua produk telah berada di atas titik impas. Tortila memiliki BEP harga sebesar Rp7.621/unit dan BEP produksi 1.056,67 unit, sedangkan mie jagung memiliki BEP harga Rp7.240/unit dan BEP produksi 1.404,59 unit. Temuan ini menunjukkan bahwa pengolahan jagung menjadi tortila dan mie jagung memberikan nilai tambahan ekonomis serta dapat dijalankan berdasarkan kondisi usaha yang diamati.
References
Andini, A. K. K., Nurfarizi, F., & Purnomo, D. (2024). Business Feasibility Analysis of Processed Sweet Potato Products at MSME Karya Indah Bandorasa Wetan. INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies, 3(10), 671–680. https://injurity.pusatpublikasi.id/index.php/in
Aprilliani, A., Bano, M., & Levis, L. R. (2019a). Analisis Nilai Tambah Diversifikasi Produk Olahan Jagung: Studi Kasus pada Industri Rumah Tangga di Kota Kupang. Jurnal EXCELLENTIA.
Aprilliani, A., Bano, M., & Levis, L. R. (2019b). Analisis Nilai Tambah Diversifikasi Produk Olahan Jagung. Buletin EXCELLENTIA, 8(2), 115–123. https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JEXCEL/article/view/1755
Awami, S. N., Masyhuri, & Waluyati, L. R. (2013). Analisis Usaha dan Nilai Tambah dari Usaha Pengolahan Marning dan Emping Jagung di Kabupaten Grobogan. Mediagro, 9(1), 29–39. https://doi.org/10.31942/mediagro.v9i1.1322
Handayani, P. A., Paramita, O., & Triwibowo, B. (2017). Peningkatan Nilai Tambah Jagung melalui Pengolahan Hasil Panen Menjadi Produk yang Mempunyai Nilai Ekonomis. Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi Dan Pembelajaran, 15(2). https://doi.org/10.15294/rekayasa.v15i2.12589
Hayami, Y., Kawagoe, T., Morooka, Y., & Siregar, M. (1987). Income and Employment Generation from Agricultural Processing and Marketing: The Case of Soybean in Indonesia. Agricultural Economics, 1(4), 327–339. https://doi.org/10.1111/j.1574-0862.1987.tb00028.x
Rusmayanti, S. (2021). Break even point sebagai alat perencanaan laba pada jus jagung enak. Akrab Juara, 6(2), 182–195. https://doi.org/10.58487/akrabjuara.v6i2.1464
Saputri. (2020). Analisis Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Pengolahan Jagung Menjadi Marning. Jurnal Agroekonomi.
Setiawan, K., & Fallo, F. A. I. (2010). Prospek Pengembangan Agroindustri Olahan Jagung di Kabupaten Kupang. Partner, 17(2).
Soekartawi. (1995). Analisis Usahatani (Cetakan pe). Universitas Indonesia Press (UI Press).
Suratiyah, K. (2015). Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya.
Witjaksono, J. (2017). Kajian Rantai Nilai dan Analisis Nilai Tambah Jagung (Studi Kasus di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 22(3), 156–162. https://doi.org/10.18343/jipi.22.3.156
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Noviana Rosanti Nahak, Ida Nurwiana, Paulus Un

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.













