JARINGAN POLITIK DPD II PARTAI GOLONGAN KARYA NGADA PADA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF 2024 DI KABUPATEN NGADA

Penulis

  • Pimus Fransiskus Loda Bhera Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Indonesia
  • Servatius Rodriquez Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Indonesia
  • Didimus Dhosa Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71128/e-gov.v3i1.216

Kata Kunci:

Jaringan Politik, Golkar, Pemilihan Legislatif, Kabupaten Ngada

Abstrak

Penelitian ini berjudul Jaringan Politik DPD II Partai Golongan Karya Ngada Pada Pemilihan Umum Legislatif 2024 Di Kabupaten Ngada. Rumusan masalah dalam penulisan penelitian ini adalah Bagaimana Jaringan Politik DPD II Partai Golongan Karya Ngada Pada Pemilihan Umum Legislatif 2024 Di Kabupaten Ngada. Peneliti menggunakan teori jaringan politik untuk memecahkan masalah penelitian. Sumber data primer berupa informan, sedangkan data sekunder berupa dokumen terkait variabel penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Jaringan Interest (kepentingan) berupa keterwakilan kader partai Golkar Ngada di eksekutif dan legislatif.  Andreas Paru, sebagai Bupati dan Ketua DPD II Golkar Ngada, dengan program TANTE NELA PARIS memberikan efek ekor jas (coat tail effect) terhadap kemenangan Partai Golkar di Kabupaten Ngada pada Pemilu 2024.  Sinergi antara kader Golkar di legislatif dan eksekutif serta struktur organisasi yang solid memastikan implementasi kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat. Ini tidak hanya memperkuat hubungan dengan konstituen tetapi juga mengukuhkan citra Golkar sebagai partai pembawa solusi konkret bagi kebutuhan lokal. (2) Jaringan Jaringan power (kekuasaan) berupa dari peran struktur organisasi yang kuat, jaringan kader yang luas, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial serta budaya masyarakat. Dengan 1.830 kader tersebar di 12 kecamatan dan 206 desa/kelurahan, Golkar mampu menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat secara efektif. Struktur ini memungkinkan koordinasi kampanye yang terorganisir, penyampaian pesan politik yang tepat sasaran, dan penguatan hubungan emosional dengan masyarakat melalui kehadiran di acara adat dan sosial. Jaringan kader yang kokoh hingga tingkat akar rumput memastikan Golkar dapat mendengar dan menyampaikan aspirasi masyarakat, memperkuat kepercayaan publik, serta meningkatkan partisipasi pemilih. Selain itu, kemitraan dengan pemimpin adat atau mosalaki menjadi nilai strategis yang memperkuat pengaruh politik Golkar. Dengan kombinasi strategi ini, Golkar berhasil memenangkan hati masyarakat dan memastikan keberhasilannya dalam Pemilu 2024 di Kabupaten Ngada. (3) Jaringan Sentimen (emosi) berupa sejarah panjang dan citra positif yang dimiliki partai Golkar, khususnya dalam sektor pembangunan. Kepemimpinan Bupati Andreas Paru dan program unggulannya, TANTE NELA PARIS, memberikan dampak langsung yang positif bagi masyarakat, memperkuat kepercayaan rakyat terhadap partai Golkar dalam pemilu 2024. Berdasarkan hasil analisis diatas, penulis menyimpulkan bahwa kemenangan partai Golkar pada Pada Pemilihan Umum Legislatif 2024 Di Kabupaten Ngada tidak terlepas dari adanya pengaruh Jaringan Interest (kepentingan),  Jaringan power (kekuasaan) dan Jaringan Sentimen (emosi).

Referensi

Abu Achmadi dan Cholid Narkubo. (2005). Metode Penelitian. Bumi Aksara.

Anggraini, Y. & N. O. A. (2022). Strategi Politik Pemanfaatan Kelompok Tani di Banyuasin Dalam Pileg 2019. Ampera: A Research Journal on Politics and Islamic Civilization, 3(1), 25–33.

Ardial. (2014). Paradigma dan Model Penelitian Komunikasi. PT Bumi Aksara.

DewiKurniawati Hastuti, et al. (2018). Modal, strategi dan jaringan perempuan politisi dalam kandidasi pilkada langsung. Jurnal Penelitian Politik (LIPI), 15(2). https://ejournal.politik.lipi.go.id/index.php/jpp/article/download/765/532

Dian Rhesa Rahmayanti. (2009). PEMASARAN POLITIK (POLITICAL MARKETING) PARTAI GOLONGAN KARYA DAN PARTAI DEMOKRAT (Studi Tentang Perbandingan Pemasaran Politik Partai Golkar dan Partai Demokrat Dalam Rangka Menarik Massa Pada Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2009 di Daerah Pilihan II Kab. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Eriyanto. (2014). Analisis Jaringan Komunikasi: Strategi Baru dalam Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Prenadamedia Group.

Firdausi, C. (2017). Jaringan Politik Dalam Pilwali Surabayatahun 2015 Studi: JARINGAN POLITIK DALAM PILWALI SURABAYATAHUN 2015 STUDI: PERAN PEMUDA PIS DALAM MENDUKUNG PENCALONAN RISMA – WHISNU. Jurnal Politik Muda, 6(1).

Hamidi. (2004). Metode Penelitian Kualitatif, Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal dan Laporan Penelitian. UMM Press : Malang.

Hasan M. Iqbal. (2002). Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Ghalia Indonesia.

Hasanudin, S. (2017). Mekanisme Religio-Politik Pesantren: Mobilisasi Jaringan Hamida dalam Politik Elektoral Tasikmalaya. MASYARAKAT: Jurnal Sosiologi, 22(1), 53–80. https://doi.org/10.7454/mjs.v22i1.6797

Ichsanul Amal. (2012). Teori-Teori Mutakhir Partai Politik. Tiara Wacana.

Matthew Miles, M. H. dan S. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook (3rd ed.). UI Press.

Mirriam Budiardjo. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Gramedia Pustaka.

Muzammilul Abrori. (2019). POLA KOMUNIKASI ORGANISASI RESIMEN MAHASISWA (MENWA) MAHAWARMAN JAWA BARAT (Studi Deskriptif Mengenai Pola Komunikasi Organisasi Resimen Mahasiswa (MENWA) Mahawarman Jawa Barat Dalam Membangun kedisiplinan Anggotanya). UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG.

Nana Saudjana dan Ahwal Kusuma. (2002). Proposal Penelitian di Perguruan Tinggi. Sinar Baru Argasindo.

Nana Syaodih Sukmadinata. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Remaja Rosdakarya.

Nugroho, A. W., & Pandiangan, A. (2019). Analisis Jaringan Komunikasi Koalisi Partai Pemilihan Umum Presiden 2014 dan 2019. Praxis, 2(1), 96. https://doi.org/10.24167/praxis.v2i1.2293

Permana, E. (2021). Jejaring Politik Petahana Dalam Kontestasi Pilihan Legislatif Tahun 2019: Studi Kasus Di Daerah Pemilihan (DAPIL) 3 Kota Surabaya. Universitas Airlangga Surabaya.

Putra, H. S., Asrinaldi, A., & Putri, I. A. (2023). Analisis Pemanfaatan Jaringan Politik Firdaus dalam Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2019 di Sumatera Barat. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 10(4).

Ramlan Surbakti, Didiek Supriyanto, T. S. (2008). Perekayasaan Sistem Pemilihan Umum: Untuk Pembangunan Tata Politik Demokratis. Kemitraan Bagi Pembaharuan Tata Pemerintahan. https://www.researchgate.net/profile/Ramlan-Surbakti/publication/265113332_PEREKAYASAAN_SISTEM_PEMILU_UNTUK_PEMBANGUNAN_TATA_POLITIK_DEMOKRATIS/links/5729454908aef7c7e2c0d270/PEREKAYASAAN-SISTEM-PEMILU-UNTUK-PEMBANGUNAN-TATA-POLITIK-DEMOKRATIS.pdf

Ramlan Surbakti. (2007). Memahami Ilmu Politik (6th ed.). Raja Grafindo Persada. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Ramlan Surbakti & Hari Fitrianto. (2015). Transformasi Bawaslu Dan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengawasan Pemilu. Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan Indonesia.

Ramlan Surbakti & Kris Nugroho. (2015). Studi Tentang Desain Kelembagaan Pemilu yang Efektif. Kemitraan Bagi Pembaharuan Tata Pemerintahan.

Ramlan Surbakti, D. S. H. A. (2011). Menjaga Integritas Pemungutan dan Penghitungan Suara. Kemitraan Bagi Pembaharuan Tata Pemerintahan.

Rohim, A. (2019). Pembelahan Dukungan Jaringan Politik Nu Dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Jurnal Politik Indonesia (Indonesian Journal of Politics …, 5(01), 1–30. https://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jpic257e70b26full.pdf

Ruddy Agusyanto. (2007). Jaringan sosial dalam organisasi. Rajawali Pers.

Samuel Huntington. (2003). Tertib Politik Di Tengah Pergeseran Masa (1st ed.). Raja Grafindo Persada.

Sigit Pamungkas. (2012). Partai Politik: Teori dan Politik di Indonesia. Institute ForDemocracy and Welfarism.

Silkania Swarizona & Riaty Raffiudin. (2018). Keterlibatan Jaringan Muslimat NU dalam Memenangkan Khofifah Indar Parawansa di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. LITERATUS Literature for Social Impact and Cultural Studies The, 3(1), 2.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Alfabeta.

Triono. (2017). MENAKAR EFEKTIVITAS PEMILU SERENTAK 2019. Wacana Politik Universitas Padjajaran, 2(2).

Ulber Silalahi. (2012). Metode Penelitian Sosial. Refika Aditama.

Umamah, C. (2019). Mobilisasi Politik Muslimat Jawa Timur Dalam Memenangkan Khofifah – Emil Di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Politik Muda, 7(1).

Unduhan

Diterbitkan

2025-02-28

Cara Mengutip

Pimus Fransiskus Loda Bhera, Servatius Rodriquez, & Didimus Dhosa. (2025). JARINGAN POLITIK DPD II PARTAI GOLONGAN KARYA NGADA PADA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF 2024 DI KABUPATEN NGADA. Journal Education and Government Wiyata, 3(1), 349–356. https://doi.org/10.71128/e-gov.v3i1.216

Terbitan

Bagian

Articles