TIDAK ADA SINONIM DALAM AL-QUR’AN: KAJIAN SEMANTIK TERHADAP KOSAKATA AQL, FIKR, NAZHAR, TADABBUR, DAN ILMU DALAM PERSPEKTIF LA TARADUF

Authors

  • Risko Ari Saputra Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Sholihuddin Amin Universitas Islam Negeri Palangkaraya, Indonesia
  • Muhammad Jiddan Alamsyah Alamsyah Universitas Islam Negeri Palangkaraya, Indonesia
  • Ahmad Dasuki Universitas Islam Negeri Palangkaraya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71128/e-gov.v3i3.279

Keywords:

Kajian Semantik, Aql, Fikr, Nazhar, Tadabbur, Ilmu

Abstract

This study examines the vocabulary of 'aql, fikr, nazhar, tadabbur, and ʿilm in the Qur'an using a semantic approach and based on the rule of tafsr La Taraduf, namely that there are no absolute synonyms in the Qur'an. Each vocabulary is analyzed in terms of root words, grammatical forms to the context of its use in the verses of the Qur'an and the interpretation of classical scholars. The results show that although the five words are both related to the activity of thinking and knowledge, each has different functions, connotations and scope of meaning. The word aql emphasizes practical reasoning and moral responsibility; fikr points to conscious contemplation, the word nazhar relates to active observation, the word tadabbur leads to deep contemplation of revelation while the word ʿilm covers all forms of knowledge, both rational and revelatory. Thus, this study confirms that the Qur'ān does not convey divine messages with perfectly synonymous words, rather each word has an irreplaceable purpose of meaning.

Author Biographies

Sholihuddin Amin, Universitas Islam Negeri Palangkaraya, Indonesia

<em>Penelitian ini mengkaji kosakata ‘aql, fikr, nazhar, tadabbur, dan ʿilm dalam Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan semantik dan berlandaskan pada kaidah tafsr La Taraduf yaitu tidak ada sinonim mutlak dalam Al-Qur’an. Setiap kosakata dianalisis dari segi akar kata, bentuk gramatikal hingga konteks pengunaannya dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan penafsiran ulama klasik. Hasil penelitian menunjukan bahwa walapupun kelima kata tersebut sama-sama berkaitan dengan aktivitas berpikir dan pengetahuan, masing-masing memiliki fungsi, konotasi, dan cakupan makna yang berbeda-beda. Kata aql menekankan nalar praktis dan tanggung jawab moral; fikr menunjuk pada perenungan sadar, Kata nazhar berkaitan dengan pengamatan aktif, Kata  tadabbur mengarah pada kontemplasi mendalam terhadap wahyu sedangkan kataʿilm mencakup semua bentuk pengetahuan, baik yang bersifat rasional maupun wahyu. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak menyampaikan pesan-pesan ilahi dengan kata-kata yang bersinonim secara sempurna, melainkan setiap kata memiliki tujuan makna yang tidak tergantikan.</em>

Muhammad Jiddan Alamsyah Alamsyah, Universitas Islam Negeri Palangkaraya, Indonesia

<em>Penelitian ini mengkaji kosakata ‘aql, fikr, nazhar, tadabbur, dan ʿilm dalam Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan semantik dan berlandaskan pada kaidah tafsr La Taraduf yaitu tidak ada sinonim mutlak dalam Al-Qur’an. Setiap kosakata dianalisis dari segi akar kata, bentuk gramatikal hingga konteks pengunaannya dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan penafsiran ulama klasik. Hasil penelitian menunjukan bahwa walapupun kelima kata tersebut sama-sama berkaitan dengan aktivitas berpikir dan pengetahuan, masing-masing memiliki fungsi, konotasi, dan cakupan makna yang berbeda-beda. Kata aql menekankan nalar praktis dan tanggung jawab moral; fikr menunjuk pada perenungan sadar, Kata nazhar berkaitan dengan pengamatan aktif, Kata  tadabbur mengarah pada kontemplasi mendalam terhadap wahyu sedangkan kataʿilm mencakup semua bentuk pengetahuan, baik yang bersifat rasional maupun wahyu. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak menyampaikan pesan-pesan ilahi dengan kata-kata yang bersinonim secara sempurna, melainkan setiap kata memiliki tujuan makna yang tidak tergantikan.</em>

Ahmad Dasuki, Universitas Islam Negeri Palangkaraya, Indonesia

<em>Penelitian ini mengkaji kosakata ‘aql, fikr, nazhar, tadabbur, dan ʿilm dalam Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan semantik dan berlandaskan pada kaidah tafsr La Taraduf yaitu tidak ada sinonim mutlak dalam Al-Qur’an. Setiap kosakata dianalisis dari segi akar kata, bentuk gramatikal hingga konteks pengunaannya dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan penafsiran ulama klasik. Hasil penelitian menunjukan bahwa walapupun kelima kata tersebut sama-sama berkaitan dengan aktivitas berpikir dan pengetahuan, masing-masing memiliki fungsi, konotasi, dan cakupan makna yang berbeda-beda. Kata aql menekankan nalar praktis dan tanggung jawab moral; fikr menunjuk pada perenungan sadar, Kata nazhar berkaitan dengan pengamatan aktif, Kata  tadabbur mengarah pada kontemplasi mendalam terhadap wahyu sedangkan kataʿilm mencakup semua bentuk pengetahuan, baik yang bersifat rasional maupun wahyu. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak menyampaikan pesan-pesan ilahi dengan kata-kata yang bersinonim secara sempurna, melainkan setiap kata memiliki tujuan makna yang tidak tergantikan.</em>

References

Admin. (2015, April 17). Makna Akal dalam Perspektif Semantik al-Qur’an. InPAS Indonesia. https://inpasonline.com/makna-akal-dalam-perspektif-semantik-al-quran/

Afnii, S. A. (2023). Al-Quran Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan. Al-Murabbi, 1(1), 97–112. https://doi.org/10.62086/al-murabbi.v1i1.167

Aini, L. Q. (2018). KONSEP ‘ILMDALAM AL-QUR’AN. 1.

Al Sayyid, A. R., Habibi, M. Y., Arief, A. F., & Husin, S. A. (2023a). Use of Synonymous in The Qur’an (Semantic Analysis Study). Jurnal Al-Maqayis, 10(1), 123–139. https://doi.org/10.18592/jams.v10i1.9069

Al Sayyid, A. R., Habibi, M. Y., Arief, A. F., & Husin, S. A. (2023b). Use of Synonymous in The Qur’an (Semantic Analysis Study). Jurnal Al-Maqayis, 10(1), 123–139. https://doi.org/10.18592/jams.v10i1.9069

Angraini, D. A., Ulya, A., & Noviyanti, S. (2024). Struktur Linguistik Bahasa Sintaksis Dan Sematik.

Asyafah, A. (2014). The Method of Tadabur Qur’an: What Are the Student Views? International Education Studies, 7(6), p98. https://doi.org/10.5539/ies.v7n6p98

Ghozali, M., & Ali, U. (2021). Kontekstualitas Dalam Penafsiran Menurut Bactiar Surin: Meletakkan Rasionalitas Sebagai Perangkat Pemahaman Al-Qur’An. Tajdid Jurnal Ilmu Ushuluddin, 20(2), 173–199. https://doi.org/10.30631/tjd.v20i2.173

Hermanto, E., Nurfajriyani, N., Putra, A., & Akbar, A. (2020). Kisah Dalam Al-Qur’an (Studi Kitab Madkhal Ila Al-Quran Al Karim Karya Mohammed Abed Al-Jabiri). Perada, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.35961/perada.v3i1.132

Husni, S. A. (2022). Akal Dalam Perspektif Al-Qur’An. Ansiru Pai Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam, 6(2), 14. https://doi.org/10.30821/ansiru.v6i2.13698

Ibn Manr, M. ibn M. (with Robarts - University of Toronto). (1883). Lisan al-’Arab. Bullag Misr al-Matb’ah al-Kubra al-’Amiriyah. http://archive.org/details/lisanalarab09ibnmuoft

Ihya Ulum Al Din Vol 3 | PDF | Nous | Soul. (t.t.). Scribd. Diambil 13 Mei 2025, dari https://www.scribd.com/document/184820853/Ihya-Ulum-Al-Din-Vol-3

Iskandar, I. (2021). Kontroversi Kaidah Taraduf Dalam Al-Qur’an. Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir, 1(2), 131–147. https://doi.org/10.19109/jsq.v1i2.10164

Khotimah, I. H., & Suyadi, S. (2023). Akal Dan Otak Dalam Telaah Al Qur’an Dan Neurosains. Masaliq, 3(3), 396–405. https://doi.org/10.58578/masaliq.v3i3.1054

MAYOLA ANDIKA, N. 16531004. (2020). PENAFSIRAN AYAT-AYAT ḤIFẒ AL-‘AQL PERSPEKTIF TAFSIR MAQĀṢIDI [Skripsi, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA]. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/39673/

Murtadlo, G., Khotimah, A. K., Alawiyah, D., Elviana, E., Nugroho, Y. C., & Ayuni, Z. (2023). Mendalami Living Qur’an: Analisis Pendidikan Dalam Memahami Dan Menghidupkan Al-Qur’An. Pandu, 1(2), 112–118. https://doi.org/10.59966/pandu.v1i2.206

Ramadhoni, M. A. (2023). ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR FAKULTAS USHULUDDIN DAN HUMANIORA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2023.

Romlah, S., Rohmadi, H., & Khoiruddin, M. (2021). Intelligence of Ûlû al-Albâb in Transpersonal Psychology Perspective.

Siregar, P. (2014). Integrasi Ilmu-Ilmu Keislaman Dalam Perspektif M. Amin Abdullah. Miqot Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 38(2). https://doi.org/10.30821/miqot.v38i2.66

Suhada, D., Natsir, N. F., & Haryanti, E. (2021). Epistemologi Islam Klasik Dan Kontemporer. Jiip - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 4(8), 948–957. https://doi.org/10.54371/jiip.v4i8.360

Surat Ali ‘Imran Ayat 191 Arab, Latin, Terjemah dan Tafsir | Baca di TafsirWeb. (t.t.). Diambil 16 Mei 2025, dari https://tafsirweb.com/1323-surat-ali-imran-ayat-191.html

Surat Az-Zumar Ayat 9 Arab, Latin, Terjemah dan Tafsir | Baca di TafsirWeb. (t.t.). Diambil 17 Mei 2025, dari https://tafsirweb.com/8671-surat-az-zumar-ayat-9.html

Suryadi, R. A. (2023, Oktober 3). Al-Fikr: Menelisik Makna Berfikir dalam Al-Qur’an. Tanwir.ID. https://tanwir.id/al-fikr-menelisik-makna-berfikir-dalam-al-quran/

Taufiq, A. (2023, Mei 10). Pemikiran Islam. PB DDI. https://ddi.or.id/pemikiran-islam/

Team, A. (t.t.). تعريف و شرح و معنى العلم بالعربي في معاجم اللغة العربية معجم المعاني الجامع، المعجم الوسيط ،اللغة العربية المعاصر ،الرائد ،لسان العرب ،القاموس المحيط—معجم عربي عربي صفحة 1. Diambil 17 Mei 2025, dari https://www.almaany.com/ar/dict/ar-ar/%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%84%D9%85/

Wardatussaadah, Hafizh, F., & Akmaliyah. (2024). The Analisis Taraduf Kata Pendidik Dalam Ayat Al-Qur’an. Mauriduna: Journal of Islamic Studies, 5(5), Article 5. https://doi.org/10.37274/mauriduna.v6i1.1391

Yulita, E. (2015). Akal Dan Pengetahuan Dalam Al-Qur’An. Mitra Pgmi Jurnal Kependidikan Mi, 1(1), 78–96. https://doi.org/10.46963/mpgmi.v1i1.34

Published

2025-08-28

How to Cite

Saputra, R. A., Amin, S., Alamsyah, M. J. A., & Dasuki, A. (2025). TIDAK ADA SINONIM DALAM AL-QUR’AN: KAJIAN SEMANTIK TERHADAP KOSAKATA AQL, FIKR, NAZHAR, TADABBUR, DAN ILMU DALAM PERSPEKTIF LA TARADUF. Journal Education and Government Wiyata, 3(3), 668–680. https://doi.org/10.71128/e-gov.v3i3.279