KESIAPSIAGAAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN LEMBATA DALAM PENANGANAN BENCANA ALAM DI KABUPATEN LEMBATA

Penulis

  • Carles Bay Koda Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fisip Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Indonesia
  • Urbanus Ola Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fisip Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Indonesia
  • Veronika Ina Assan Boro Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fisip Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Indonesia

Kata Kunci:

Kesiapsiagaan, BPBD, Penanganan Bencana, Kabupaten Lembata

Abstrak

Penelitian ini berjudul Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanganan bencana di Kabupaten Lembata. Rumusan masalah dalam penulisan penelitian ini adalah Bagaimana kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanganan bencana di Kabupaten Lembata. Teori yang digunakan oleh peneliti dalam memecahkan masalah penelitian adalah Agile Governance (Tata Kelola Pemerintahan yang Gesit) dan Agile Governance dalam Kesiapsiagaan Bencana. Sumber data primer adalah para informan sedangkan data sekunder adalah dokumen-dokumen yang berkaitan dengan variabel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.Tahap analisa data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, tahap penarikan kesimpulan lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Antisipatif yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanganan bencana di Kabupaten Lembata berupa membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mempercepat penanganan bencana seperti kekeringan, erupsi gunung api, tsunami, dan tanah longsor. TRC bertugas mengidentifikasi kerusakan, memetakan wilayah terdampak, menyelamatkan korban, dan mendistribusikan bantuan secara efektif. Namun, keterbatasan rambu bencana dan minimnya edukasi menghambat kesiapsiagaan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran melalui penyediaan rambu, jalur evakuasi, sosialisasi, dan pelatihan rutin. Tantangan terkait dana, tenaga ahli, dan koordinasi juga perlu diatasi melalui perencanaan matang dan kerja sama lintas sektor untuk efektivitas mitigasi dan pemulihan bencana. (2) Responsif yang dilakukan BPBD Kabupaten Lembata berupa meningkatkan kesiapan bencana dengan menyediakan gudang logistik berisi makanan, obat-obatan, pakaian, dan peralatan darurat, serta sarana evakuasi seperti perahu dan mobil pemadam. Distribusi bantuan dikoordinasikan dengan TNI, Polri, dan organisasi masyarakat. BPBD juga menyiapkan titik kumpul, rute evakuasi, dan posko pengungsian. Pemulihan pasca-bencana melibatkan BPBD, Dinas PUPR, PLN, Dinas Kominfo, dan masyarakat untuk memperbaiki infrastruktur, fasilitas kesehatan, pendidikan, serta mendukung pemulihan ekonomi dan permukiman guna membangun ketahanan jangka panjang. Berdasarkan hasil analisis diatas, penulis menyimpulkan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah berperan cukup baik dalam Penanganan bencana alam di Kabupaten Lembata. Hal ini tidak terlepas dari antisipatif dan responsif.

Referensi

Alfiyani, C. (2021). Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dalam Penanggulangan Bencana Di Provinsi Bali Cici Noer Alfiyani NPP. 30.0529. Prodi Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik. IPDN.

Andriyani, E. (2021). Penerapan Agile Governance Dalam Aplikasi Layanan Kependudukan Berbasis Online Sipon Keduten Di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Klaten). Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Arikunto Suharsimi. (1992). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.

Deby, A. C., Cikusin, Y., & W, R. P. (2019). Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dalam Tahap Kesiapsiagaan ( Studi Pada Kantor BPBD Kota Batu). Jurusan Respon Publik, 13(3), 34–41. http://riset.unisma.ac.id/index.php/rpp/article/view/3695

Hadari Namawi. (1987). Metode Penelitian Bidang Sosial. Gadjah Mada University Press.

Halim, F. R., Astuti, F., & Umam, K. (2021). Implementasi Prinsip Agile Governance Melalui Aplikasi PIKOBAR di Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi: Jurnal Administrasi Publik, 7(1).

Ichwan Muis, & Khairil Anwar. (2018). Model Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Pengurangan Risiko Bencana Tanah Longsor di Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Asian Social Work Journal, 3(4). http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=832416&val=13516&title=Community Preparedness Model in Landslide Disaster Risk Reduction in Tugumukti Village Cisarua Subdistrict West Bandung District Indonesia

Karmila. (2017). Kesiapsiagaan badan penanggulangan bencana daerah terhadap penanggulangan bencana banjir di kabupaten gowa. Jurusan PMI Konsentrasi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar.

Maharani, N. (2020). Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Di SMPN 3 Kuta Selatan Badung Provinsi Bali. PENDIPA Journal of Science Education, 4(3). https://doi.org/10.33369/pendipa.4.3.32-38

Malik, I., & Wahid, N. (2023). Agile Governance pada Reformasi Birokrasi 4 . 0 di Puslatbang KMP LAN Kota Makassar Implementation of Agile Governance in Bureaucratic Reform 4 . 0 at the Puslatbang KMP LAN Makassar City. Jurnal Administrasi Publik IAN, 19(1).

Setyowati. (2022). Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam Menghadapi Bencana Banjir di Kabupaten Bondowoso. Universitas Muhammadiyah Malang.

Taryana, A., El Mahmudi, M. R., & Bekti, H. (2022). Analisis Kesiapsiagaan Bencana Banjir Di Jakarta. JANE - Jurnal Administrasi Negara, 13(2). https://doi.org/10.24198/jane.v13i2.37997

Unduhan

Diterbitkan

2025-02-15

Cara Mengutip

Carles Bay Koda, Urbanus Ola, & Veronika Ina Assan Boro. (2025). KESIAPSIAGAAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN LEMBATA DALAM PENANGANAN BENCANA ALAM DI KABUPATEN LEMBATA. Journal Education and Government Wiyata, 3(1), 58–73. Diambil dari https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/186

Terbitan

Bagian

Articles