MAKNA LAGU NENGGO DALAM UPACARA PENTI DI NGKOR, DESA BANGKA LA’O, KECAMATAN RUTENG, KABUPATEN MANGGARAI

Penulis

  • Antonia Pendi Mantu Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana Kupang, Indonesia
  • Karolus B. Jama Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana Kupang, Indonesia
  • Aris Nurhuda Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana Kupang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71128/e-gov.v3i1.205

Kata Kunci:

Makna, Lagu, Nenggo, Penti, Teori Semiotika

Abstrak

Fokus yang diteliti dalam penelitian ini adalah makna yang terkandung dalam Lagu Nenggo dalam upacara Penti di Ngkor, Desa Bangka La‟o, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam lagu Nenggo pada Upacara Penti Di Ngkor, Desa Bangka La‟o, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika (Roland Barthes). Analisis semiotika dalam penelitian ini berhasil menggali makna mendalam dari setiap lirik nenggo, sehingga dapat dipahami secara lebih luas oleh masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam lagu Nenggo “Rana Rembong” terdapat makna-makna sebagai berikut : (1) makna denotasi terdiri dari erelele : merangkul, rembong : pelindung utama, rana : danau, mbaru : rumah, beo : kampung, wekol : kebahagiaan, enggo : kucing hutan ; (2) makna konotasi terdapat erelele : menerima dengan hangat, rembong : seseorang yang memiliki otoritas tinggi, rana : keindahan dan misteri alam, mbaru : kehangatan, keamanan, tempat berlindung, beo : kehidupan yang sederhana dan dekat alam, wekol : perasaan positif, kepuasan dan kegembiraan, enggo : mencerminkann hubungan manusia dengan alam; (3) mitos terdapat erelele : simbol ikatan emosional yang kuat, rembong : sosok yang menjaga dan melestarikan tradisi serta nilali budaya, rana : sebuah sumber kehidupan dari berbagai macam makhluk hidup, mbaru : tempat terhubung dengan leluhur atau roh-roh kuno, beo : simbol identitas etnis dan budaya, wekol : kebahagiaan yang diinginkan semua orang , enggo : simbol keberanian. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa nenggo merupakan nyanyian tradisional yang dinyanyikaan dalam upacara adat seperti penti, caci, kelahiran, dan perkawinan yang mengandung makna mendalam bagi masyarakat Manggarai sebagai identitas budaya dan media yang dipakai untuk merangkul dan mempersatukan masyarakat dalam sauatu kampung. Nenggo "Rana rembong" bukan sekadar lagu adat, tetapi merupakan medium yang mengungkapkan kearifan lokal, spiritualitas, dan kehidupan sosial masyarakat Manggarai.

Referensi

Ali, 2010. Konsep Dukungan Keluarga. Jakarta: Salemba Medika

Aminuddin. 2001. Semantik Pengantar Studi Makna. Bandung: Sinar Baru Algensindo

Arikunto, Suharsimi. 2019. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Barker, Chris. 2005. Cultural Studies: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Bentang. Bogdan dan Biklen 1992. Metodologi Kualitatif. Bandung Zifatama PUBLISHER.

Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Dela, Larasati. 2022 Analisis Bentuk dan Makna Lagu Daerah Suku Rejang Di Kabupaten Rejang Lebong. Diploma Thesis, UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu.

Febrianto, R. 2016. Analisis Makna dan Fungsi Lagu pada Kesenian Seni Naluri Reyog Brijo Lor dalam Memperingati Upacara Bersih Desa Kalikebo Trucuk Klaten. Universitas Negeri Yogyakarta.

Kridalasana, H. 1993. Kamus Linguistik. Jakarta : PT Gramedia

KBBI, 2023. (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Kamus versi online/daring, di akses pada Oktober, 2023.

Lon, Yohanes S.; et al. (2020) [2018]. Kamus Bahasa Indonesia-Manggarai (PDF) (edisi ke-3). Yogyakarta: Kanisius; STKIP Santu Paulus Ruteng. ISBN 978- 979-21-5818-2.

Moleong,2000 Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Purnomo, Mulyo Hadi. "Menguak Budaya dalam Karya Sastra: Antara Kajian Sastra dan Budaya." Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi 1.1 (2010): 75- 82.

Rahmat, 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia.

Resmini, Wayan & Fridolin Mabut. 2020.Upacara Penti dalam Masyarakat Kampung Rato di Kabupaten Manggarai. CIVICUS: Pendidikan Penelitian- Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,Volume 8, Nomor 2 (hal.61-67). Tersedia pada https://journal.ummat.ac.id/index.php/ CIVICUS/article/view/2862

Rusmana, D. 2014. Filsafat Semiotika: Paradigma, Teori, dan Metode Interpretasi Tanda dari Semiotika Struktural Hingga Dekonstruksi Praktis. Bandung: Pustaka Setia.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sulistyorini, D., & Andalas, E.F. 2017. Sastra Lisan: Kajian Teori dan Penerapannya dalam Penelitian. Malang: Madani.

Syaharian, A., Irawan, R., & Aryanto, A. S. 2019. Bentuk dan Makna Lagu Ida Sang Sujati Karya I Komang Darmayuda. Journal of Music Science, Technology, and Industry, 2(2), 199–218. https://doi.org/10.31091/jomsti.v2i2.867 (diakses pada selasa, 18 juli 2023)

Syahruni, S., Hadawiah, H., & Zelfia, Z. (2022). Semiotic Analysis Of Wardah Beauty Moves You Ads Through Youtube Media. Respon Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi, 3(2), 202-220.

Wardani, E. 2016. Analisis Aspek Makna Lagu Daerah dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Surakarta. Skripsi. Universitas Muhammadiyah: Surakarta.

Zoest, Aart van. 1993. Semiotika, (terjemahan). Jakarta: Yayasan sumber Agung.

Unduhan

Diterbitkan

2025-02-15

Cara Mengutip

Antonia Pendi Mantu, Karolus B. Jama, & Aris Nurhuda. (2025). MAKNA LAGU NENGGO DALAM UPACARA PENTI DI NGKOR, DESA BANGKA LA’O, KECAMATAN RUTENG, KABUPATEN MANGGARAI. Journal Education and Government Wiyata, 3(1), 74–84. https://doi.org/10.71128/e-gov.v3i1.205

Terbitan

Bagian

Articles