KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ADAT DALAM MENJAGA KETAHANAN PANGAN MELALUI TRADISI REWA`NG PLEA “(Studi Kasus Desa di Daniwato Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur)”

Penulis

  • Antonio Jawan Jawan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Indonesia
  • Frans Bapa Tokan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Indonesia
  • Didimus Dedi Dhosa Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71128/e-gov.v3i1.212

Kata Kunci:

Kearifan loka, ketahanan panagan, tradisi rewang p’lea

Abstrak

Penelitian ini berjudul "Kearifan Lokal Masyarakat Adat Dalam Menjaga Ketahanan Pangan Melalui Tradisi Rewa`Ng Plea “(Studi Kasus Desa Di Daniwato Kecamatan  Solor Barat Kabupaten Flores Timur). Untuk menjelaskan masalah pokok pada judul di atas, maka dibangun teori tentang kearifan lokal dan ketahanan pangan dengan fokus pada kearifan lokal pelaksanaan upacara tradisi rewang p’lea berdasarkan aspek tahapan pelaksanaan tradisi rewang p’lea  dan kearifan lokal dalam menjaga ketahanan pangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif kualitatif dan teknik yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tradisi ini dimulai dengan tahap awal pelaksanaan yang melibatkan persiapan bahan-bahan alami yang terdiri dari tumbukan batang pepohonan dan darah serta hati anjing. Proses ini tidak hanya melibatkan pengetahuan praktis dalam memanfaatkan alam, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan turun-temurun. Dengan demikian, masyarakat mempersiapkan ramuan ini untuk digunakan dalam melindungi kebun mereka dari serangan hama yang dapat merusak hasil pertanian, seperti ulat dan belalang. (2) Tahap pelaksanaan ritual rewang p’lea melibatkan seluruh masyarakat yang terlibat dalam upacara adat ini, baik dari pihak laki-laki yang memegang peran penting dalam prosesi ritual, maupun masyarakat umum (ribu ratu). Dalam proses ini, ramuan tradisional yang telah disiapkan kemudian dibagikan kepada seluruh anggota masyarakat, yang selanjutnya menempatkan ramuan tersebut di titik strategis di kebun mereka. (3) Pada tahap akhir pelaksanaan, masyarakat Desa Daniwato mengikuti pantangan untuk tidak memasuki kebun selama tiga hari setelah ritual dilakukan, sebagai bentuk penghormatan terhadap kekuatan spiritual yang telah diterapkan pada kebun mereka. Pantangan ini menunjukkan betapa ritual rewang p’lea dipandang sebagai sesuatu yang sakral dan memerlukan kesabaran serta kehati-hatian agar keberhasilan ritual dapat terwujud. (4) tradisi rewang p’lea di Desa Daniwato merupakan contoh nyata bagaimana kearifan lokal masyarakat adat dalam menjaga ketahanan pangan berakar pada nilai budaya yang sangat mendalam dan penuh makna. Melalui kerja sama yang erat antarwarga, pemanfaatan bahan alami, serta penghayatan terhadap nilai-nilai spiritual dan sosial, masyarakat mampu menjaga kelangsungan produksi pertanian mereka meskipun menghadapi ancaman hama.

Referensi

Abdullah (2008) Agama dan Kearifan Lokal Dalam Tantangan Global. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Asmara, R., AR, N. H. & Mutisari, R., 2012. Analisis Ketahanan Pangan di Kota Batu. Jurnal Agrise, 12(3), p. 232.

Aprilia. T & Krishna (2015).Pembangunan Berbasis Masyarakat. Bandung: Alfabeta.

Ariningsih, E. & Rachman, H. P., 2016. Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Rawan Pangan. ejurnal Litbang Pertanian, pp. 239-225.

BPS, K. B., 2021. Kota Balikpapan Dalam Angka 2021. Balikpapan: Badan Pusat Statistik.

Budyanra, B. & Azzahra, G. N., 2017. Penerapan Regresi Logistik Ordinal Proportional Odds Model pada Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Imunisasi Dasar Anak Balita di Provinsi Aceh Tahun 2015. Media Statistika, 1(10), pp. 37-47.

Badan Ketahanan Pangan Kementerian, I., 2020. Buletin Harga Pangan Indonesia. Jakarta: Badan Ketahanan Pangan Kementerian Indonesia.

Baliwati, Y. F. (2004) Pengantar Pangan dan Gizi. Jakarta: Swadaya.

BPS, 2020. Kumpulan Berita Resmi Statistik Kota Balikpapan, Balikpapan: BPS. BPS, K. B., 2021. Berita Resmi Statistik "Perkembangan Tingkat.

Fajarini. U. (2021) “Peran kearifan lokal dalam pendidikan karakter,” jurnal sosio didaktika, 1(2), hh 21-25.

Hamidi. (2004) Metode Penelitian Kualitatif Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal dan Laporan Penelitian. Malang: UMM Press.

Hasan, M. I. (2002) Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia

.Hidrawati. (2022) “Pengetahuan Lokal Masyarakat Pulau Binongko dalam Sistim Ketahanan Pangan,” Buletin Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo, 21(1), hh. 36-44.

Ishak lalihun (1998) Sosiologi Pedesaan. Jakarta: PT. Bulan Bintang.

Iswanto. (2021) “Ume Kbubu sebagai Wujud Kearifan Lokal Masyarakat Boti dalam Menjaga Ketahanan Pangan dan Bencana,” Jurnal Handep,4(2), hh. 199-220.

Koentjaraningrat (2008) Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT. Gramedia.

Koentjaraningrat (2002) Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Nisa. K. K, Sari. Q. Y. (2022) “Rasionalitas Petani Pada Tradisi Wiwit Dalam Upaya Merawat Ketahanan Pangan Dan Kehidupan,” Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial, 8(2), hh. 102-112.

Pramadani. (2022) “Nilai Kearifan Lokal dalam batik Tradisional Kawung,” Jurnal Filsafat, 23(2), hh. 134–146.

Sari. I. P & Zuber. A. (2020) “Kearifan Lokal Dalam Membangun Ketahanan Pangan Petani.” Journal of Development and Social Change,3(2), hh. 25-34.

Suaib. H (2017) Suku Moi: Nilai-Nilai Kearifan Lokal dan Modal Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat. Tangerang: An1mage.

Soediyono (2020) Pengantar Analisa Pendapatan. Yogyakarta: UPP STIMYKPN.

Siregar, L. (2002) Antropologi dan Konsep Kebudayaan.Bandung: Citra Damai.

Silalahi, U. (2012) Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT. Refika Aditama.

Sugiyono. (2018) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatig, dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Undang-Undang Dasar 1945 pasal.

Undang-Undang No 18 tahun 2012 Tentang Ketahanan Pangan

Unduhan

Diterbitkan

2025-02-28

Cara Mengutip

Antonio Jawan Jawan, Frans Bapa Tokan, & Didimus Dedi Dhosa. (2025). KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ADAT DALAM MENJAGA KETAHANAN PANGAN MELALUI TRADISI REWA`NG PLEA “(Studi Kasus Desa di Daniwato Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur)”. Journal Education and Government Wiyata, 3(1), 243–273. https://doi.org/10.71128/e-gov.v3i1.212

Terbitan

Bagian

Articles