RELEVANSI LAHJAH DALAM KODIFIKASI QIRA’AT AL-QUR’AN PADA MASA KHALIFAH UTSMAN BIN ‘AFFAN

Penulis

  • Mumammad Ramdani Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya, Palangka Raya, Indonesia
  • Muhammad Izhar Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya, Palangka Raya, Indonesia
  • Rizal Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya, Palangka Raya, Indonesia
  • Ahmad Dasuki Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya, Palangka Raya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71128/e-gov.v3i3.270

Kata Kunci:

Kodifikasi, Lahjah, Qira'at, Sosial, Utsman bin Affan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi lahjah dalam kodifikasi qira'at Al-Qur'an pada masa Khalifah Utsman bin Affan. Metode yang digunakan mencakup pengumpulan data melalui kajian literatur dan analisis kritis terhadap teks Al-Qur'an serta qira'at, dengan pendekatan historis dan linguistik. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana perbedaan lahjah yang berkembang di tengah masyarakat Arab mempengaruhi proses penetapan satu mushaf standar, guna menghindari perpecahan akibat beragamnya cara membaca Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi lahjah berperan penting dalam pengembangan dan penetapan bacaan resmi Al-Qur'an, yang tidak hanya menjaga kesatuan teks, tetapi juga memperkuat integrasi sosial dan pemahaman keagamaan di kalangan umat Islam. Proses kodifikasi yang dilakukan oleh Khalifah Utsman menjadi langkah strategis dalam merespons dinamika masyarakat yang multibahasa dan multikultural, sehingga mampu menciptakan stabilitas dalam praktik keagamaan. Selain itu, qira'at sebagai tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun mencerminkan kekayaan budaya umat Muslim dan menjadi sarana efektif dalam mempertahankan orisinalitas bacaan Al-Qur'an. Temuan ini menyoroti pentingnya pendekatan linguistik dan sosiologis dalam memahami dinamika sejarah dan sosial di balik kodifikasi qira'at, serta implikasinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai hubungan antara bahasa dan agama, serta menekankan perlunya pelestarian tradisi qira'at dalam konteks keberagaman budaya dan tantangan globalisasi.

Referensi

Akhyar, M., Zulheldi, & Samad, D. (2024). Studi Analisis Tafsir Al-Qur’an Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Islam. Inovatif Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Kebudayaan, 10(1), 38–57. https://doi.org/10.55148/inovatif.v10i1.780

Amnesti, M. E. P., & Thobroni, A. Y. (2021). Pengaruh Perbedaan Qira’at Shahih Dalam Penafsiran Al-Qur’an Dan Implikasinya Terhadap Hukum. Jurnal Pendidikan Indonesia, 2(09), 1572–1581. https://doi.org/10.59141/japendi.v2i09.280

Bangsawan, A., Masruchin, M., & Hendro, B. (2024). No Title. Ikhtisar Jurnal Pengetahuan Islam, 4(1), 119. https://doi.org/10.55062//ijpi.2024.v4i1/444/5

Erfinawati, Zuriatin, & Rosdiana, R.-. (2019). Sejarah Pendidikan Islam Pada Masa Khulafaur Rasyidin (11-41 H/632-661 M). Jurnal Pendidikan Ips, 9(1), 29–40. https://doi.org/10.37630/jpi.v9i1.172

Ghoni, A., & Saloom, G. (2021). Idealisasi Metode Living Qur’An. Himmah Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 5(2), 413. https://doi.org/10.47313/jkik.v5i2.1510

Huda, N., & Albadriyah, A. S. (2020). Living Quran: Resepsi Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Al-Husna Desa Sidorejo Pamotan Rembang. Al-Munqidz Jurnal Kajian Keislaman, 8(3), 358–376. https://doi.org/10.52802/amk.v8i3.266

Istiqomah, S., & Hanifah, I. R. U. (2022). Kisah Ashabul Kahfi Dalam Al-Qur’an: Kajian Komparatif Antara Tafsir Al-Misbah Dan Tafsir Ibnu Katsir. Jusma Jurnal Studi Islam Dan Masyarakat, 1(1), 46–57. https://doi.org/10.21154/jusma.v1i1.522

Khaeroni, C. (2017). SEJARAH AL-QUR’AN (Uraian Analitis, Kronologis, Dan Naratif Tentang Sejarah Kodifikasi Al-Qur’An). Historia Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 5(2), 195. https://doi.org/10.24127/hj.v5i2.957

Mahdy, W. N. (2024). Tafsir Lughawi Dalam Perspektif Sejarah. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 3(4), 701–708. https://doi.org/10.15575/jis.v3i4.31327

Murtadlo, G., Khotimah, A. K., Alawiyah, D., Elviana, E., Nugroho, Y. C., & Ayuni, Z. (2023). Mendalami Living Qur’an: Analisis Pendidikan Dalam Memahami Dan Menghidupkan Al-Qur’An. Pandu, 1(2), 112–118. https://doi.org/10.59966/pandu.v1i2.206

Nadia, M. A. (2023). Al-Qur’an Masa Formasi: Pandangan Alternatif Dari Orientalis. At-Tahfidz, 3(02), 77–90. https://doi.org/10.53649/at-tahfidz.v3i02.398

Nurhayat, T. P., & Zulaiha, E. (2023). Metode Khusus Dalam Kitab Tafsir Jami’ul Bayan Fi Ta’wilil Al-Qur’an Karya Imam Abu Ja’far Muhammad Bin Jarir Ath-Thabari. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 3(4), 601–606. https://doi.org/10.15575/jis.v3i4.30958

Nurmalasari, H. (2021). The Historical Relevance of the Codification of the Qur’an With Education in Today’s Times. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 1(4), 503–510. https://doi.org/10.15575/jis.v1i4.13871

Pulungan, N. A., Irham, M. I., & Grahmayanuri, N. (2022). Implementasi Motode Qira’at Sab’ah Dalam Al-Quran Surat Al-An’am Ayat 101-108. Edudeena, 6(2), 87–101. https://doi.org/10.30762/ed.v6i2.428

Syukrie, A. H. (2021). Perkembangan Kaligrafi Dan Urgensinya Bagi Khazanah Mushaf. Jurnal Lektur Keagamaan, 19(1), 69–102. https://doi.org/10.31291/jlka.v19i1.911

Al-Bukhari, M. B. (1993). Shahih Al-Bukhari. Damaskus: Dar Ibn Katsir

Al-‘Asqalani, I. H. (1379 H). Fath Al-Bari. Beirut: Dar Al-Ma’rifah

Layyin, M. S. (2002). Fath Al-Mun’im Syarh Sahih Muslim. Dar Al-Syuruq

Al-Tirmidzi. (1975). Sunan Al-Tirmidzi. Mesir: Maktabah Al-Musthafa Al-Babi Al-Halabi

Nasution, M. R. (2019). Qira’at Sab’ah Khazanah Bacaan Al-Qur’an Teori Dan Praktik. Medan: Perdana Publishing

Al-Banna, A. B. (1987). Muntaha’ Al-Amani Al-Musarrat Fi Ulum Al-Qira’at. Beirut: ‘Alam Al-Kutub.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-28

Cara Mengutip

Ramdani, M., Izhar, M., Rizal, R., & Dasuki, A. (2025). RELEVANSI LAHJAH DALAM KODIFIKASI QIRA’AT AL-QUR’AN PADA MASA KHALIFAH UTSMAN BIN ‘AFFAN. Journal Education and Government Wiyata, 3(3), 647–658. https://doi.org/10.71128/e-gov.v3i3.270

Terbitan

Bagian

Articles