ANALISIS SEMANTIK PADA LAGU PENYANGKALAN OLEH FOR REVENGE: ARTIKEL KONSEPTUAL

Authors

  • Sinta Sianipar Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Anggun Saputri Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Maria Evelyntina Siregar Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Sari Rahmdani Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Inayah Hanum Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Anggia Putri Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71128/e-gov.v3i1.224

Keywords:

Penyangkalan, Trauma, Despair, Semantics, Song

Abstract

The song Penyangkalan is a For Revenge song that carries the Alternative, hardcore and rock genres. This song tells the story of someone who denies being in a toxic relationship, struggling to deal with trauma, pain and the inability to face reality. With a semantic approach, this article aims to outline how the elements in the song "Penyangkalan" convey a message and form a deep emotional resonance for the listener. Data collection for this article used Library Research. Overall, this song illustrates that denial is a psychological trap that perpetuates suffering, creating a tense atmosphere that makes listeners drift into inner turmoil.

References

Mulyanie, J. (2022). Fenomena Penggunaan Majas dalam Lagu-Lagu Pop Indonesia dalam Kanal YouTube: Kajian Semantik Leksikal. Skripsi, Universitas Pendidikan Indonesia.

Chaer,Abdul.2007.Linguistik Umum.Jakarta : Rineka Cipta

Kusuma, AD, & Setiawan, B. (2024). Analisis makna konotatif dalam lirik lagu “Dreamers” FIFA World Cup 2022. Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra, 25(1), 30-41.

Resmini dkk.2006.Kebahasaan(Fonologi,Morfologi,dan Semantik).Bandung :UPI PRESS

Indrawati, L., & Suryana, A. (2024). Pemanfaatan lagu sebagai media ekspresif dalam pembelajaran sastra di sekolah menengah. Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran, 6(2), 45-59.

Axcell Nathaniel & Amelia Wisda Sannie. (2023). Analisis Semiotika Makna Kesendirian pada Lirik Lagu “Ruang Sendiri” Karya Tulus. SEMIOTIKA, 19(2), 107-117.

Cruse, D.A. (1986). Lexical Semantics. Cambridge University Press Pateda, M. (2010). Semantik Leksikal (Edisi Kedua). Rineka Cipta

Subroto, E. (2011). Pengantar Studi Semantik dan Pragmatik. Cakrawala Media.

Ferreira, F., & Patson, N. D. (2007). The ‘good enough’approach to language comprehension in Language and Linguistics Compass, 1(1‐2), 71-83.

Rudi, A. (2018). Semantik dalam Bahasa: Studi Kajian Makna Antara Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia. Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman, 5(1), 119–138.

Masduki, M. (2019). Relasi Makna (Sinonimi, Antonimi, dan Hiponimi) dan Seluk Beluknya. Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 7(1).

Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra. (2020). Analisis Peran Semantis Kalimat Ekatransitif, Semitransitif, dan Intransitif.

Herlina, M. (2019). Semantik Generatif dan Struktural dalam Bahasa Indonesia. Jurnal Linguistik, 2(2), 74-75.

Subroto, E. (1999). Ihwal Relasi Makna: Beberapa Kasus dalam Bahasa Indonesia. Seminar Nasional Semantik I. PPS UNS: Surakarta.

Published

2025-02-28

How to Cite

Sinta Sianipar, Anggun Saputri, Maria Evelyntina Siregar, Sari Rahmdani, Inayah Hanum, & Anggia Putri. (2025). ANALISIS SEMANTIK PADA LAGU PENYANGKALAN OLEH FOR REVENGE: ARTIKEL KONSEPTUAL. Journal Education and Government Wiyata, 3(1), 432–441. https://doi.org/10.71128/e-gov.v3i1.224