ANALISIS SEMANTIK PADA LAGU PENYANGKALAN OLEH FOR REVENGE: ARTIKEL KONSEPTUAL
DOI:
https://doi.org/10.71128/e-gov.v3i1.224Kata Kunci:
Penyangkalan, Trauma, Putus Asa, Semantik, Lagu,Abstrak
Lagu Penyangkalan merupakan lagu For Revenge yang mengusung genre Alternative, hardcore, dan rock, lagu ini menceritakan tentang seseorang yang menyangkal berada dalam hubungan beracun, berjuang menghadapi trauma, rasa sakit, dan ketidakmampuan untuk menghadapi kenyataan. Dengan pendekatan semantik, artikel ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana elemen-elemen dalam lagu "Penyangkalan" menyampaikan pesan dan membentuk resonansi emosional yang mendalam bagi pendengarnya. Pengambilan data pada artikel ini menggunakan Library Research. Secara keseluruhan lagu ini menggambarkan bahwa penyangkalan adalah jebakan psikologis yang melanggengkan penderitaan, menghadirkan suasana mencekam yang membuat pendengar terhanyut dalam gejolak batin
Referensi
Mulyanie, J. (2022). Fenomena Penggunaan Majas dalam Lagu-Lagu Pop Indonesia dalam Kanal YouTube: Kajian Semantik Leksikal. Skripsi, Universitas Pendidikan Indonesia.
Chaer,Abdul.2007.Linguistik Umum.Jakarta : Rineka Cipta
Kusuma, AD, & Setiawan, B. (2024). Analisis makna konotatif dalam lirik lagu “Dreamers” FIFA World Cup 2022. Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra, 25(1), 30-41.
Resmini dkk.2006.Kebahasaan(Fonologi,Morfologi,dan Semantik).Bandung :UPI PRESS
Indrawati, L., & Suryana, A. (2024). Pemanfaatan lagu sebagai media ekspresif dalam pembelajaran sastra di sekolah menengah. Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran, 6(2), 45-59.
Axcell Nathaniel & Amelia Wisda Sannie. (2023). Analisis Semiotika Makna Kesendirian pada Lirik Lagu “Ruang Sendiri” Karya Tulus. SEMIOTIKA, 19(2), 107-117.
Cruse, D.A. (1986). Lexical Semantics. Cambridge University Press Pateda, M. (2010). Semantik Leksikal (Edisi Kedua). Rineka Cipta
Subroto, E. (2011). Pengantar Studi Semantik dan Pragmatik. Cakrawala Media.
Ferreira, F., & Patson, N. D. (2007). The ‘good enough’approach to language comprehension in Language and Linguistics Compass, 1(1‐2), 71-83.
Rudi, A. (2018). Semantik dalam Bahasa: Studi Kajian Makna Antara Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia. Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman, 5(1), 119–138.
Masduki, M. (2019). Relasi Makna (Sinonimi, Antonimi, dan Hiponimi) dan Seluk Beluknya. Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 7(1).
Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra. (2020). Analisis Peran Semantis Kalimat Ekatransitif, Semitransitif, dan Intransitif.
Herlina, M. (2019). Semantik Generatif dan Struktural dalam Bahasa Indonesia. Jurnal Linguistik, 2(2), 74-75.
Subroto, E. (1999). Ihwal Relasi Makna: Beberapa Kasus dalam Bahasa Indonesia. Seminar Nasional Semantik I. PPS UNS: Surakarta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Sinta Sianipar, Anggun Saputri, Maria Evelyntina Siregar, Sari Rahmdani , Inayah Hanum , Anggia Putri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550198/original/016488700_1692862388-cover.jpg)
