KOLABORASI TRIPLE HELIX DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PEREKONOMIAN PETANI KOPI (Studi Kasus Desa Ulu Wae Kecamatan Lamba Leda Timur Kabupaten Manggarai Timur)

Isi Artikel Utama

Yosefandi Akuino Makur
David B. W. Pandie
Putu Y. B. Pradana

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kolaborasi Triple Helix dalam upaya meningkatkan produktivitas perekonomian petani kopi di Desa Ulu Wae, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur. Konsep Triple Helix menekankan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha sebagai aktor utama dalam mendorong inovasi dan pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian, petani kopi, serta pihak akademisi dan pelaku usaha yang terlibat. Analisis penelitian menggunakan kerangka kolaborasi Emerson dan Nabatchi (2015) yang meliputi konteks sistem, pendorong kolaborasi, dinamika kolaborasi, serta aksi, hasil, dan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi Triple Helix di Desa Ulu Wae telah berjalan, namun belum optimal. Pemerintah berperan dalam penyediaan kebijakan dan sarana produksi, akademisi berkontribusi melalui pendampingan dan transfer pengetahuan, sementara pelaku usaha membantu dalam akses pasar dan peningkatan nilai tambah produk. Namun, kolaborasi masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana prasarana, lemahnya koordinasi antar-aktor, rendahnya pemanfaatan teknologi informasi, serta kapasitas kelembagaan petani yang belum kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kolaborasi Triple Helix yang berkelanjutan, terstruktur, dan berbasis kebutuhan petani sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi petani kopi di Desa Ulu Wae.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Makur, Y. A. ., Pandie, D. B. W., & Pradana, P. Y. B. (2026). KOLABORASI TRIPLE HELIX DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PEREKONOMIAN PETANI KOPI (Studi Kasus Desa Ulu Wae Kecamatan Lamba Leda Timur Kabupaten Manggarai Timur). Journal Education and Government Wiyata, 4(3), 300–346. https://doi.org/10.71128/e-gov.v4i3.456
Bagian
Articles

Referensi

Abdillah, F. (2020). Peran Perguruan Tinggi dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia. Jakarta: Prenadamedia Group.

Amsler, L. (2016). Collaborative governance and the importance of legal frameworks. Journal of Public Administration Research and Theory, 26(2), 173–189.

Aryo, W. B. (2020). Sumber Daya Manusia Unggul untuk Daya Saing Bangsa. Jakarta: Kemenko PMK.

Bang, H., & Kim, D. (2016). Collaborative governance and resource conditions. International Journal of Public Administration, 39(7), 537–548.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Los Angeles: SAGE.

Emerson, K., & Nabatchi, T. (2015). Collaborative Governance Regimes. Washington, DC: Georgetown University Press.

Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29.

Etzkowitz, H., & Leydesdorff, L. (2000). The dynamics of innovation: From national systems and “Mode 2” to a triple helix of university–industry–government relations. Research Policy, 29(2), 109–123.

Hasibuan, M. S. P. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Heizer, J., & Render, B. (2014). Operations Management (11th ed.). New Jersey: Pearson.

Rahman, A. (2013). Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan. Jakarta: Rajawali Pers.

Siagian, P. (2015). Produktivitas: Konsep, Teori, dan Implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sinanguan, H. (2015). Produktivitas: Definisi dan Implementasi. Jakarta: Kencana.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sitorus, D. (2023). Kolaborasi Lintas Sektor dalam Tata Kelola Publik. Medan: USU Press.

Soeharto, B. (2016). Inovasi Budidaya Kopi di Indonesia. Malang: UB Press.

Yusuf, H. (2017). Adopsi Teknologi Pertanian di Kalangan Petani. Jakarta: Kementan.

Ani Nuraisyah, A., dkk. (2025). The roles of stakeholders in supply chain sustainability challenges: The case of coffee chain in West Java Province, Indonesia. Journal of Supply Chain Sustainability, 12(1), 55–70.

Chamidah, N., Sari, A. D., & Nugraha, A. (2021). Model kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pembangunan Daerah, 19(2), 115–128.

Chofsah, R. (2024). Kolaborasi Pemerintah dan Industri dalam Peningkatan SDM. Bandung: Alfabeta.

Daryanto, A. (2020). Agribisnis dan Ekonomi Pertanian di Indonesia. Bogor: IPB Press.

Dewi, L. (2024). Inovasi Pelayanan Publik di Pemerintahan Desa. Malang: UB Press.

Fadhil, M. (2020). Kolaborasi Triple Helix dalam Pengembangan Kebijakan Publik. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Firia, D. (2024). Peran Akademisi dalam Pengembangan SDM Indonesia. Yogyakarta: Deepublish.

Jamillah, K., Pradita, Y. E., & Setyanti, S. W. L. H. (2022). Empowerment of coffee farmers in Kemiri Village through ACTORS theory based on Pentahelix model. Journal of Rural Development Studies, 15(2), 88–102.

Jumiyati, S. (2024). Development of climate smart agriculture based on empowering farmers through Triple-Helix collaboration. Indonesian Journal of Agriculture, 19(3), 201–215.

Junaedi, D., & Yuliando, H. (2019). Strategi rantai pasok kopi untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Jurnal Agribisnis Indonesia, 7(1), 77–89.

Madubun, Y. (2023). Inovasi desa berbasis komunitas: Studi di beberapa desa Indonesia. Journal of Rural Innovation, 11(2), 133–147.

Mukhtar. (2020). Produktivitas dalam Perspektif Ekonomi dan Manajemen. Jakarta: Prenadamedia Group.

Nugroho, A. (2019). Tantangan adopsi teknologi di kalangan petani kopi pedesaan. Jurnal Pertanian Rakyat, 14(2), 55–70.

Nurul Setianingrum. (2024). Sinergi Perguruan Tinggi, Pemerintah, dan Industri dalam Pengembangan SDM. Jakarta: Universitas Terbuka Press.

Omega, L. (2024). Pelatihan SDM Industri dalam Era Digital. Surabaya: Airlangga Press.

Page, S. (2004). Measuring accountability for collaborative governance. Public Administration Review, 64(5), 591–606.

Pasolong, H. (2013). Metode Penelitian Administrasi Publik. Bandung: Alfabeta.

Ponto, A. (2023). Produktivitas dan Pembangunan Berkelanjutan. Makassar: UNHAS Press.

Praswati, M. (2017). Triple Helix dan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Jurnal Ekonomi Kreatif, 5(1), 11–22.

Pujantiyo, S. (2024). Inovasi dan Knowledge Capital dalam Konsep Triple Helix. Yogyakarta: UGM Press.

Purnama, A. (2023). Triple Helix collaboration for agricultural innovation in Indonesia. Agro Ekonomi, 34(2), 201–220.

Ranga, M., & Etzkowitz, H. (2013). Triple helix systems: An analytical framework. Industry and Higher Education, 27(4), 237–262.

Saleh, M., dkk. (2020). Penguatan kapasitas SDM desa dalam inovasi berkelanjutan. Jurnal Pembangunan Desa, 6(1), 55–67.

Sunanto, A. (2019). Inovasi desa dalam perspektif pembangunan berkelanjutan. Jurnal Pembangunan Sosial, 8(1), 44–59.

Sunarharum, W., Widodo, T., & Santoso, A. (2020). Strengthening coffee supply chains in Indonesia through inclusive approaches. Journal of Agricultural Economics, 8(3), 99–112.

Sulfaunsilah, R. (2024). Peran Industri dalam Peningkatan SDM Era Digital. Bandung: Alfabeta.

Suryana, A. (2024). Inovasi Pemerintahan Desa Digital. Bandung: UPI Press.

Sylvia, M. (2024). Pelayanan Publik Desa di Era Digital. Jakarta: PT Gramedia.

Vorst, J. G. A. J. van der. (2006). Performance measurement in agri-food supply chain networks. In *Quantifying the agri-food supply chain*. Springer, 15–26.

Wahyuni, E. (2019). Kolaborasi dalam Perspektif Organisasi. Yogyakarta: Deepublish.

Wagner, A., et al. (2021). Triple helix for sustainable innovation. Journal of Innovation and Development, 10(1), 45–59.

Wasitowati. (2015). Inovasi dan kolaborasi dalam pembangunan daerah. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 16(2), 122–134.

Widodo, A. (2014). Kebijakan Akses Pasar Produk Pertanian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Widodo, A., & Kusumaningrum, R. (2020). Community-based innovation in rural areas. Journal of Rural Development, 14(2), 144–159.

Wijaya, D. (2023). Supply Chain Management Kopi Indonesia. Surabaya: ITS Press.

Wijaya, S., Astuti, T., & Raharjo, B. (2018). Kolaborasi triple helix dalam pengembangan kopi di Indonesia. Jurnal Agribisnis, 12(1), 55–68.

Wu, T., Blackhurst, J., & Chidambaram, V. (2013). Managing supply chain risk. International Journal of Production Economics, 142(1), 25–33.

Yuliana, R. (2020). Implementasi Triple Helix untuk sistem inovasi daerah berbasis potensi lokal. Jurnal Inovasi Daerah, 9(1), 55–70.

VoxNTT. (2023). Produktivitas kopi di Desa Ulu Wae turun 50% dalam dua tahun terakhir. Diakses dari: https://voxntt.com (Diakses pada 14 September 2025).

MediaNTT. (2025). Fenomena “petani turis” di Desa Ulu Wae, Manggarai Timur. Diakses dari: https://mediantt.com (Diakses pada 14 September 2025).