STRATEGI PEMASARAN DAN PENDAPATAN PRODUK TEH DAUN KELOR PADA KELOMPOK TANI USAHA MAJU BERSAMA DI DESA NOELBAKI KECAMATAN KUPAN TENGAH
Isi Artikel Utama
Abstrak
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemasaran yang diterapkan oleh Kelompok Tani Usaha Maju Bersama di Desa Noelbaki serta menganalisis pendapatan usaha teh daun kelor. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan analisis SWOT (IFAS dan EFAS) untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi pemasaran, serta analisis biaya–penerimaan untuk mengukur pendapatan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran meliputi produk, harga, promosi, dan distribusi, dengan kekuatan pada kualitas produk namun kelemahan pada kemasan dan promosi. Peluang muncul dari meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk herbal, sedangkan ancaman berasal dari persaingan produk sejenis. Analisis pendapatan menunjukkan usaha layak secara ekonomi dengan pendapatan bersih Rp 64.275.000 per tahun. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan promosi digital, inovasi kemasan, dan perluasan distribusi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Amelia, R., & Gunawan, A. (2022). Strategi Pemasaran Digital pada UMKM Produk Olahan Daun Kelor untuk Meningkatkan Volume Penjualan. Jurnal Manajemen dan Bisnis Digital, 1(2), 85-94.
Assauri, S. (2018). Manajemen Pemasaran. Jakarta: Rajawali Pers. Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024. Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Statistik Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Kupang: BPS NTT.
BPS Indonesia. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dalam PDB Nasional. Hanafie, R. (2018). Pengantar Ekonomi Pertanian. Yogyakarta: Andi.
Hendrik, E., Pudjiastuti, S. P., Bernadina, L., & Kapioru, C. (2026). Determinant of Women Farmers' Participation in Agricultural Environmental Management in Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia. Indian Journal of Agricultural Research.
Kristina, N. N., & Syahid, S. F. (2014). Pemanfaatan tanaman kelor (Moringa oleifera) untukmeningkatkan kesehatan masyarakat. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2025). Pedoman pengembangan tanaman kelor sebagai komoditas unggulan daerah. Jakarta: Kementan.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2018). Principles of Marketing (17th ed.). Pearson Education. Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.
Kusmayadi, C., Roedy, O. T. E., & Witjoro, A. (2024). Inovasi olahan daun kelor sebagai produk bernutrisi masyarakat. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(1), 15–22.
Kristina, N. N., & Syahid, S. F. (2014). Pemanfaatan tanaman kelor untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 20(3), 26–29.
Mubyarto. (2015). Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: LP3ES.
Nurlelah, S., dkk. (2024). Pola hidup sehat dan pangan fungsional di Indonesia. Jurnal Pangan dan Kesehatan, 12(2), 45–58.
Purba, E. C. (2020). Kelor (Moringa oleifera Lam.): Pemanfaatan dan bioaktivitas. Pro-Life, 7(1), 1–12.
Rangkuti, F. (2018). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis. Jakarta: Gramedia Pustak Utama.
Rukmana, R. (2015). Kelor: Budidaya dan Pemanfaatan. Yogyakarta: Kanisius.
Septadina, I. S., dkk. (2018). Karakteristik dan manfaat tanaman kelor (Moringa oleifera) bagi