DAMPAK AGROWISATA KOPI TERHADAP FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETANI DI DESA COLOL KECAMATAN LAMBA LEDA TIMUR KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Isi Artikel Utama

Fenansius Aldi Gou
Fredrik L. Benu
Ernantje Hendrik

Abstrak

Pengembangan agrowisata merupakan salah satu strategi pembangunan pedesaan yang mengintegrasikan sektor pertanian dengan sektor pariwisata guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan kesejahteraan masyarakat. Desa Colol, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi arabika unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mulai berkembang sebagai destinasi agrowisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pengembangan agrowisata kopi, tingkat pendapatan usahatani kopi, serta dampak sosial ekonomi pengembangan agrowisata terhadap petani. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 70 petani kopi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan usahatani, regresi linear berganda, serta analisis jalur (path analysis) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan agrowisata kopi memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Nilai koefisien determinasi sebesar 56,2% menunjukkan bahwa variasi pendapatan petani cukup besar dijelaskan oleh variabel partisipasi petani, usaha tambahan, kegiatan pendukung agrowisata, dan penciptaan lapangan kerja. Secara parsial, variabel partisipasi petani (Sig. 0,002) dan usaha tambahan akibat agrowisata (Sig. 0,012) berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani, sedangkan variabel kegiatan kebersihan kawasan wisata dan penciptaan lapangan kerja belum memberikan pengaruh signifikan. Selain meningkatkan pendapatan rumah tangga petani, pengembangan agrowisata juga mendorong tumbuhnya kerja sama masyarakat, peningkatan kualitas lingkungan, diversifikasi usaha ekonomi, dan penguatan identitas Desa Colol sebagai kawasan agrowisata kopi. Dengan demikian, pengembangan agrowisata berbasis masyarakat layak dijadikan strategi pembangunan ekonomi pedesaan yang berkelanjutan.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Gou, F. A. ., Benu, F. L., & Hendrik, E. (2026). DAMPAK AGROWISATA KOPI TERHADAP FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETANI DI DESA COLOL KECAMATAN LAMBA LEDA TIMUR KABUPATEN MANGGARAI TIMUR. Journal Education and Government Wiyata, 4(3), 399–415. https://doi.org/10.71128/e-gov.v4i3.462
Bagian
Articles

Referensi

Andini, N. (2013). Pengorganisasian Komunitas dalam Pengembangan Agrowisata di Desa Wisata: Studi Kasus Desa Wisata Kembangarum, Kabupaten Sleman. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 24(3), 173–188.

Crotti, R., & Misrahi, T. (2017). The Travel & Tourism Competitiveness Report 2017. World Economic Forum.

Daniel, M. (2002). Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: Bumi Aksara.

Dayan, M., & Sari, R. (2022). Pengembangan Agrowisata Berbasis Potensi Lokal dalam Mendukung Ekonomi Masyarakat. Jurnal Agribisnis Indonesia, 10(2), 101–114.

Firdausi, N. (2020). Dampak Sosial Ekonomi Pengembangan Kawasan Destinasi Agrowisata Petik Jeruk di Desa Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Jurnal Ilmu Sosial, 8(1), 45–57.

Fatchiya, A. (2016). Pengembangan Agrowisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Penyuluhan, 12(2), 115–127.

Huda, M., Suryoko, S., & Widiartanto. (2022). Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Fasilitas Wisata terhadap Keputusan Berkunjung Kembali dengan Kepuasan Pengunjung sebagai Variabel Intervening. Jurnal Administrasi Bisnis, 11(2), 95–108.

Jafaruddin, J., Nugroho, I., & Hakim, L. (2020). Community Based Tourism sebagai Strategi Pengembangan Wisata Berkelanjutan. Jurnal Pariwisata Indonesia, 15(1), 23–35.

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. (2016). Laporan Kinerja Sektor Pariwisata Tahun 2016. Jakarta: Kementerian Pariwisata.

Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D. (2018). Intermediate Accounting (16th ed.). John Wiley & Sons.

Nisa, R., Widodo, S., & Santoso, B. (2019). Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Kawasan Agrowisata Berbasis Komunitas. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 15(2), 121–134.

Osin, R., Astawa, I. P., & Suryawan, I. B. (2019). Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Potensi Lokal di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Destinasi Pariwisata, 7(1), 45–58.

Pambudi, A., Nugroho, I., & Hakim, L. (2018). Strategi Pengembangan Agrowisata dalam Mendukung Pembangunan Pertanian: Studi Kasus Desa Wisata Kaligono. Jurnal Habitat, 29(2), 87–98.

Pamulardi, B. (2016). Agrowisata Berwawasan Lingkungan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Paputungan, R., Pangemanan, P., & Memah, M. (2017). Strategi Pengelolaan Agrowisata Kebun Kopi di Desa Purworejo Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Agri-SosioEkonomi, 13(3), 65–76.

Ramdani, A., & Karyani, T. (2020). Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Agrowisata dan Dampaknya terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat. Jurnal Agribisnis Terpadu, 13(1), 32–45.

Rizal, A. (2024). Analisis Dampak Sosial Ekonomi Agrowisata dan Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Rembangan Kabupaten Jember. Jurnal Pariwisata Nusantara, 6(1), 18–34.

Sari, D., Mulyana, A., & Putra, R. (2020). Pengembangan Agrowisata Kebun Kopi pada Masyarakat Kampung Jamur Ujung Kabupaten Bener Meriah. Jurnal Agrisep, 21(2), 101–113.

Thamrin, M., Putri, R., & Siregar, D. (2022). Prospek Komoditas Kopi Indonesia dalam Perdagangan Internasional. Jurnal Agribisnis Indonesia, 10(1), 55–68.

Utami, D., Prasetyo, A., & Widodo, E. (2017). Analisis Daya Saing Ekspor Kopi Indonesia. Jurnal Agro Ekonomi, 35(1), 1–15.

Warren, C. S., Reeve, J. M., & Duchac, J. (2019). Financial Accounting (15th ed.). Cengage Learning.

Yulianto, B., Rahman, A., & Prasetyo, H. (2023). Pengembangan Agrowisata Kopi Berbasis Masyarakat sebagai Strategi Peningkatan Pendapatan Petani. Jurnal Agribisnis dan Pariwisata, 5(2), 88–103.

Hendrik, E., Pudjiastuti, S. P., Bernadina, L., & Kapioru, C. (2026). Determinant of women farmers' participation in agricultural environmental management in Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia. Indian Journal of Agricultural Research, 1–7. https://doi.org/10.18805/IJARe.AF-1012