STRATEGI PEMASARAN BAWANG MERAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI DESA OEHANDI, KECAMATAN ROTE BARAT DAYA, KABUPATEN ROTE NDAO
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pemasaran merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan usahatani bawang merah karena berhubungan langsung dengan tingkat pendapatan petani. Permasalahan yang dihadapi petani bawang merah di Desa Oehandi meliputi fluktuasi harga, keterbatasan akses pasar, lemahnya promosi digital, serta rendahnya kemampuan pengemasan produk yang mengakibatkan nilai jual hasil panen belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pemasaran bawang merah serta merumuskan strategi pemasaran yang tepat dalam meningkatkan pendapatan petani. Penelitian dilaksanakan di Desa Oehandi, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao dengan menggunakan metode survei. Responden terdiri atas 40 petani bawang merah dan 6 pedagang yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Internal Factor Analysis Summary (IFAS), External Factor Analysis Summary (EFAS), dan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama berasal dari kualitas produk yang baik, kesesuaian agroklimat, harga yang kompetitif, serta mulai dimanfaatkannya media sosial sebagai media promosi. Sementara itu, kelemahan utama meliputi keterbatasan modal, minimnya fasilitas penyimpanan, rendahnya pemanfaatan teknologi digital, dan daya simpan produk yang relatif pendek. Faktor peluang berasal dari tingginya permintaan pasar, perkembangan pemasaran digital, peluang diversifikasi produk olahan, serta kesempatan memperoleh harga yang lebih tinggi pada saat pasokan menurun. Ancaman utama meliputi fluktuasi harga, perubahan iklim, meningkatnya persaingan antar daerah produksi, dan keterbatasan akses distribusi. Berdasarkan analisis SWOT, usaha pemasaran bawang merah berada pada Kuadran I yang menunjukkan kondisi agresif (growth oriented strategy). Strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kualitas produk, penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan pemasaran digital, diversifikasi produk bernilai tambah, serta perluasan jaringan pemasaran. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus pendapatan petani bawang merah secara berkelanjutan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Amardian, A. (2024). Strategi pemasaran bawang merah (Studi kasus di Desa Cikidang Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka). Universitas Majalengka.
Arikunto, S. (2017). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi Revisi). Rineka Cipta.
Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2023). Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam angka 2023. BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur.
David, F. R. (2017). Strategic management: Concepts and cases (16th ed.). Pearson Education.
Fajari, A., Nugroho, B., & Rahmawati, S. (2025). Strategi pemasaran komoditas bawang merah (Allium ascalonicum L.) di Pasar Keputran Surabaya. Jurnal Agribisnis Indonesia, 13(1), 45–58.
Firdaus, M. (2012). Manajemen agribisnis. Bumi Aksara.
Hermawan, A. (2012). Komunikasi pemasaran. Erlangga.
Hunger, J. D., & Wheelen, T. L. (2013). Strategic management and business policy (13th ed.). Pearson Education.
Kotler, P. (2005). Manajemen pemasaran (Edisi 11). PT Indeks.
Lestari, D., Suryani, R., & Kurniawan, T. (2025). Analisis strategi pengembangan pemasaran bawang merah (Allium ascalonicum L.) di Desa Kalidawir Kabupaten Tulungagung. Jurnal Agripreneur, 9(2), 77–90.
Novianto, A. (2017). Analisis SWOT sebagai dasar penyusunan strategi pemasaran. Jurnal Manajemen Bisnis, 5(2), 89–101.
Rangkuti, F. (2014). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis. Gramedia Pustaka Utama.
Sabang Jahari. (2011). Manajemen pemasaran hasil pertanian. Ghalia Indonesia.
Songi, R., Pakaya, S., & Yusuf, M. (2018). Strategi pengembangan agribisnis bawang merah di Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Jurnal Agrotekbis, 6(4), 451–462.
Suciati, N., Widodo, J., & Prasetyo, A. (2022). Strategi pengembangan agribisnis komoditas bawang merah di Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 18(1), 61–74.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Syam, A., Rahman, M., & Yusuf, H. (2020). Peran sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi daerah. Jurnal Ekonomi Pertanian Indonesia, 11(2), 95–108.
Tjitrosoepomo, G. (2010). Taksonomi tumbuhan. Gadjah Mada University Press.
Wijaya, A., Nugraha, B., & Sari, D. (2021). Strategi pemasaran agribisnis bawang merah goreng dalam meningkatkan volume penjualan di Kabupaten Nganjuk. Jurnal Agrisains, 22(1), 33–44.