FAKTOR PENYEBAB ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DI KABUPATEN ROTE NDAO

Isi Artikel Utama

Injela Wahyuni Ayahnya Mooy
Mustafa Abdurrahman
Maria Fransiska Darlen

Abstrak

Alih fungsi lahan sawah merupakan salah satu permasalahan yang sangat penting dalam pembangunan sektor pertanian karena akan memberikan dampak secara langsung pada menurunnya luas lahan produksi pangan. Kabupaten Rote Ndao sebagai salah satu daerah yang memiliki luas lahan sawah terluas di Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami penurunan luas lahan sawah yang signifikan dalam lima tahun terakhir, sebagian besar lahan sawah dialihkan untuk pembangunan pemukiman, usaha kecil, dan fasilitas umum. Apabila alih fungsi lahan sawah untuk fungsi-fungsi lain di luar sektor pertanian tidak dikendalikan, maka berdampak pada berkurangnya luas area produksi pangan. Metode dasar penelitian ini adalah kuantitatif. Lokasi penelitian yaitu Kabupaten Rote Ndao. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS untuk mengetahui pengaruh lebih dari satu variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan: luas lahan yang telah dialihfungsikan di Kabupaten Rote Ndao mencapai 3.442 Ha. Lahan-lahan tersebut tidak lagi digunakan untuk kegiatan pertanian padi, melainkan telah dialihkan ke berbagai bentuk penggunaan lain seperti rumah pribadi, kios, bengkel, rumah makan dan kontrakan. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Rote Ndao yaitu pertumbuhan penduduk (X1), pertumbuhan industri rumah tangga (X2), pendapatan penduduk (X3), lokasi lahan sawah (X4), dan produktivitas lahan sawah (X5). Untuk menunjang program ketahanan pangan, maka pemerintah perlu untuk lebih memperketat ijin alih fungsi lahan dari lahan pertanian ke lahan non pertanian. Selain perlu memperketat ijin alih fungsi lahan, pemerintah perlu mempertimbangkan untuk memberikan penyuluhan kepada petani mengenai cara memanfaatkan lahan pertanian yang ada.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Mooy, I. W. A. ., Abdurrahman, M., & Darlen, M. F. (2026). FAKTOR PENYEBAB ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DI KABUPATEN ROTE NDAO. Journal Education and Government Wiyata, 4(3), 488–501. https://doi.org/10.71128/e-gov.v4i3.466
Bagian
Articles

Referensi

Adoe, R.F. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Sawah Dalam Dimensi Spasial di Kota Kupang. Universitas Nusa Cendana.

Ante E, Benu, Moniaga. (2016). Dampak Ekonomi Dan Sosial Alih Fungsi Lahan Pertanian Hortikultura Menjadi Kawasan Wisata Bukit Rurukan di Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon. Jurnal Agri-SosialEkonomi Unsrat. Vol. 12,3. Pp. 113-124.

Badoa, Kapantow, Ruauw. (2018). Faktor-Faktor Penyebab Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kecamatan Tomohon Selatan Kota Tomohon. Jurnal Agri-Sosial Ekonomi Unsrat. Vol. 14, No 2, pp. 195-204

BPS NTT. (2022). Rote Ndao Dalam Angka. Kerjasama BPS Kabupaten Rote Ndao dengan Bappeda Kabupaten Rote Ndao.

Dewi, Nurma K, Iwan R.. (2013). Identifikasi Alih Fungsi Lahan Pertanian Dan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Daerah Pinggiran Di Kecamatan Gunung pati Kota Semarang. Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Kota.

Kamilah A. (2013). Analisis Ekonomi Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kota Bekasi: Kasus Kecamatan Bekasi Utara dan Gerbang. Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Wilayah. Vol.5,1, pp : 36-49

Kapantow, Kumaat, Sondak. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kabuaten Minahasa Selatan..

Ningsih, Tutik R. (2018). Karakteristik Alih Fungsi Lahan dan Pengaruhnya Terhadap Urban Heat Island di Caturtunggal Kabupaten Sleman, Yogyakarta. S2 Thesis. UAJY

Pondaag C, Kumaat RM, Pakasi. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal agri-sosialEkonomi Unsrat. Vol. 14,2, 151-158

Purwaningsih, Sutomo, Istiqomah N. (2010). Analisis Dampak Alih Fungsi Lahan Terhadap Tingkat Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani di Kecamatan Karanganyar Jawa Tengah. Jurnal Agribisnis dan Penelitian Pembangunan Pedesaan.

Zara, R. (2015). Analisis Penyebab Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Lahan Non Pertanian Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah 2003-2013. Jurnal Eko-Regional. Vol. 10,1