INTEGRASI ANTARA POTENSI ALAM, POTENSI KEWIRAUSAHAAN, DAN TATA KELOLA KOLABORATIF DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA BERKELANJUTAN (Studi pada Destinasi Wisata di Kabupaten Magetan, Jawa Timur)

Isi Artikel Utama

Rita Haryati
Widyawati
Kristyan Dwijosusilo

Abstrak

Magetan kaya potensi alam, tetapi wisatanya bertumpu pada satu nama, yaitu Telaga Sarangan. Akibatnya desa-desa wisata di sekitarnya tumbuh lambat dan manfaat ekonominya menumpuk di satu titik. Penelitian ini mencari cara memadukan tiga hal yang selama ini berjalan sendiri-sendiri, yakni potensi alam, kewirausahaan warga, dan tata kelola yang melibatkan banyak pihak, supaya wisata Magetan berkembang lebih merata dan berkelanjutan. Penelitian bersifat kualitatif dengan rancangan studi kasus. Populasinya adalah pemangku kepentingan pariwisata Magetan, sedangkan sampelnya dipilih secara purposif sebanyak dua belas informan yang mewakili pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan media. Data dihimpun lewat wawancara mendalam, observasi lapangan, satu diskusi kelompok, dan telaah dokumen, lalu diolah dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, yaitu menyaring data, menyajikannya, dan menarik simpulan. Keabsahannya diperiksa melalui triangulasi. Temuannya cukup jelas. Potensi alam beragam, tetapi kunjungan menumpuk di ikon utama. Usaha warga hidup, namun nilai tambah dan akses pasarnya lemah. Kolaborasi sudah ada di atas kertas, tetapi masih sebatas rapat, bukan kerja bersama yang setara. Manfaat belum merata, dan daya dukung lingkungan belum dijadikan batas. Dari temuan itu disusun Model PAKTA, yakni Pemetaan potensi dan daya dukung, Akselerasi kewirausahaan, Kolaborasi pentahelix bermandat, Tata distribusi manfaat, serta Adaptasi dan akuntabilitas. Kesimpulannya, Magetan tidak kekurangan potensi. Yang kurang adalah orkestrasi yang menautkan ketiganya lewat forum bersama yang punya data, mandat, dan orientasi pemerataan.


 

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Haryati, R. ., Widyawati, W., & Dwijosusilo, K. (2026). INTEGRASI ANTARA POTENSI ALAM, POTENSI KEWIRAUSAHAAN, DAN TATA KELOLA KOLABORATIF DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA BERKELANJUTAN (Studi pada Destinasi Wisata di Kabupaten Magetan, Jawa Timur). Journal Education and Government Wiyata, 4(3), 554–564. https://doi.org/10.71128/e-gov.v4i3.480
Bagian
Articles

Referensi

Alhadi, Z., Zefnihan, Muchtar, B., & Evanita, S. (2023). Developing a community-based tourism model for sustainable tourism in the Mandeh area, West Sumatra Province, Indonesia. International Journal of Sustainable Development and Planning, 18(11), 3491–3503. https://doi.org/10.18280/ijsdp.181114

Andini, I., Rahayu, P., Mukaromah, H., & Rahayu, M. J. (2024). Pengembangan wisata berkelanjutan melalui penghijauan sarana penunjang wisata di Desa Sumberdodol Kabupaten Magetan. Jurnal Pengabdian Sosial, 2(1), 2335–2343. https://doi.org/10.59837/s519gg80

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publishing.

Emerson, K., & Nabatchi, T. (2015). Collaborative governance regimes. Georgetown University Press.

Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29. https://doi.org/10.1093/jopart/mur011

Gatto, R. V., & Scorza, F. (2025). “Anti-gravity tourism planning”: An analytical approach to manage tourism congestion, seasonality and overtourism. Urban Science, 9(12), 524. https://doi.org/10.3390/urbansci9120524

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2023). Kian melesat di 2023, pariwisata Indonesia bersiap menuju level prapandemi. Media Keuangan. https://mediakeuangan.kemenkeu.go.id/article/show/kian-melesat-di-2023-pariwisata-indonesia-bersiap-menuju-level-prapandemi

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2023). ADWI 2023: 4000 desa wisata. Jaringan Desa Wisata (Jadesta). https://jadesta.kemenpar.go.id/berita/94791

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Muda, F. (2025). Community participation in Indonesian sustainable tourism: A systematic review of models, impacts, and gaps. Priviet Social Sciences Journal, 5(8), 125–139. https://doi.org/10.55942/pssj.v5i8.462

Pramono, R., & Juliana, J. (2025). Beyond tourism: Community empowerment and resilience in rural Indonesia. Tourism and Hospitality, 6(4), 210. https://doi.org/10.3390/tourhosp6040210

Purnomo, S., & Purwandari, S. (2025). A comprehensive micro, small, and medium enterprise empowerment model for developing sustainable tourism villages in rural communities: A perspective. Sustainability, 17(4), 1368. https://doi.org/10.3390/su17041368

Rasi FM. (2024). Pengunjung Telaga Sarangan capai sejuta pengunjung, pendapatan sektor wisata di Magetan tahun 2023 lebihi target capaian. https://rasifm.co.id/pengunjung-telaga-sarangan-capai-sejuta-pengunjung-pendapatan-sektor-wisata-di-magetan-tahun-2023-lebihi-target-capaian/

Sarhan, M., Pernecky, T., Orams, M., & Lück, M. (2025). Exploring collaborative governance and community participation in tourism and conservation—Insights from Waiheke Island, New Zealand. Frontiers in Sustainable Tourism, 4, 1567048. https://doi.org/10.3389/frsut.2025.1567048

Sumarna, E., Geohansa, A., Kania, I., Akbar, G. G., & Ulumudin, A. (2025). The penta helix model in tourism village development: A case study of Samida, Garut Regency. Ilomata International Journal of Social Science, 6(2), 748–761. https://doi.org/10.61194/ijss.v6i2.1683

Sutomo, Y. A. W., Sianipar, C. P. M., Hoshino, S., & Onitsuka, K. (2024). Self-reliance in community-based rural tourism: Observing tourism villages (desa wisata) in Sleman Regency, Indonesia. Tourism and Hospitality, 5(2), 448–471. https://doi.org/10.3390/tourhosp5020028