ANALISIS KAPASITAS KELEMBAGAAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN RAJA AMPAT
Isi Artikel Utama
Abstrak
Wilayah kepulauan bukan pengecualian, karena mereka juga menghadapi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan layanan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan, distribusi tenaga kesehatan, serta ketersediaan fasilitas dan infrastruktur kesehatan. Kabupaten Raja Ampat merupakan salah satu wilayah kepulauan di Provinsi Papua Barat yang memiliki beberapa masalah dalam kesehatan masyarakat dan memerlukan peningkatan kemampuan organisasi sektor kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar kapasitas organisasional terhadap upaya untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan di Kabupaten Raja Ampat. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa informan kunci yang meliputi pejabat Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan pendamping serta analisis kebijakan kesehatan daerah. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode analisis studi kasus, yang melibatkan analisis transkrip wawancara dari setiap informan untuk mengembangkan pandangan strategis tentang kekuatan kapasitas organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat dalam mengelola sektor kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kapasitas organisasional di sektor kesehatan dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia kesehatan, penguatan sistem kelembagaan dan tata kelola kesehatan daerah, serta peningkatan kerja sama antar pemangku kepentingan. Namun, masih terdapat beberapa tantangan dan determinan peningkatan kapasitas yang dihadapi, seperti terbatasnya tenaga kesehatan, hambatan geografis di wilayah kepulauan serta permasalahan keterbatasan infrastruktur kesehatan. Dengan demikian, upaya untuk memberdayakan tenaga kesehatan dengan kompetensi yang sesuai, peningkatan sistem manajemen kesehatan daerah, serta kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Raja Ampat merupakan bagian dari strategi yang lebih berkelanjutan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Al Asfoor, D., Tabche, C., Al-Zadjali, M., Mataria, A., Saikat, S., & Rawaf, S. (2024). Conceptual analysis of health system resilience. Health Research Policy and Systems, 22(1), 43. https://doi.org/10.1186/s12961-024-01114.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Dunn, W. N. (2018). Public Policy Analysis: An Integrated Approach (6th ed.). Routledge.
Grindle, M. S. (1997). Good Government for Good Governance: Public Sector Capacity Building in Developing Countries. Harvard Institute for International Development.
Haas, et al. (2024). Improving maternal and infant care capacity to prevent childhood developmental delay. SAGE Open Nursing, Volume 10. DOI: 10.1177/23779608231226061.
Ministry of Health, Republic of Indonesia (2023). Indonesia Health Profile 2023. Published by the Ministry of Health, Republic of Indonesia.
Meher & Zaluchu (2024). Public health policy and political negotiations in Indonesia. Journal of Public Health in Africa, Volume 15, Issue 1, Article ID 646. DOI: 10.4102/jphia.v15i1.646.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Morgan, P. (2006). The Concept of Capacity. European Centre for Development Policy Management (ECDPM), Discussion Paper No. 58.
Nielsen, R. Ø., Sørensen, E., & Torfing, J. (2024). Drivers of collaborative governance for the green transition. Public Management Review, 26(12), 3715–3740.
Horton, D., Alexaki, A., Bennett-Lartey, S., Brice, K., Campilan, D., Carden, F., de Souza Silva, J., Dupleich, L., Khadar, I., Maestrey, A., & Vernooy, R. (2003). Evaluating Capacity Development: Experiences from Research and Development Organizations Around the World. Ottawa: International Development Research Centre (IDRC).
Norton, S., Milat, A. J., Edwards, B., & Giffin, M. (2016). Narrative review of strategies for building evaluation capacity. Evaluation and Program Planning, 58, 1–19. https://doi.org/10.1016/j.evalprogplan.2016.04.004
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. (2023). Profil kesehatan Kabupaten Raja Ampat Tahun 2023. Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat.
Rammohan, A., Goli, S., & Chu, H. (2024). Continuum of care in maternal and child health in Indonesia. Primary Health Care Research & Development, 25, e17. https://doi.org/10.1017/S146342362400009X
Requejo, J., Moran, A. C., Monet, J.P., et al. (2024). Accountability for Maternal and Newborn Health: Why Measuring and Monitoring Broader Social, Political and Health System Determinants Is Critical, Journal PLOS ONE, Volume 19, Issue 5, Article ID e0300429, DOI: https://doi.org/10.1371/journal.pone.0300429
Walugembe, D. R., Plamondon, K., Kaharuza, F., Waiswa, P., Wylie, L., Wathen, N., & Kothari, A. (2024). Implementation Variation in Health System Policy Interventions to Improve Maternal and Child Health Outcomes in Resource-Constrained Settings in Uganda: A Qualitative Multiple Case Study. PLOS Global Public Health, Volume 4, Issue 11, Article ID e0003290, DOI: https://doi.org/10.1371/journal.pgph.0003290
West Papua Provincial Health Office. (2024). West Papua Health Profile. Government of West Papua Province.
Wu, X., Ramesh, M., & Howlett, M. (2010). Policy capacity: A conceptual framework for understanding policy competences and capabilities. Policy and Society, 29(3), 165–178.
Wu, X., Ramesh, M., & Howlett, M. (2015). Policy Capacity: A Conceptual Framework for understanding policy competence and capabilities. Policy and Society, Volume 34, Issues 3-4, pages 165-171, DOI: https://doi.org/10.1016/j.polsoc.2015.09.001