STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI CABAI RAWIT DI DESA BAUMATA TIMUR, KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG (Studi Kasus CV NTT MANIS)

Isi Artikel Utama

Putra Melviandi Thobias Ledoh
Johanna Suek
Jullyo G, Rohi

Abstrak

Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi namun rentan terhadap fluktuasi harga, mengingat sifat penawarannya yang inelastis dan bergantung pada musim. Kabupaten Kupang tercatat sebagai penghasil cabai rawit terbesar kedua di NTT setelah Rote Ndao, dengan posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Kota Kupang yang produksinya minim. Kondisi ini membuka peluang pasar cukup besar bagi pelaku usahatani setempat, salah satunya CV NTT Manis di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu. Meski begitu, usaha ini masih menghadapi kendala internal seperti keterbatasan modal dan sarana produksi, maupun kendala eksternal seperti perubahan iklim dan serangan hama. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan usahatani CV NTT Manis, mengidentifikasi faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan, faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman, serta merumuskan strategi pengembangan yang paling sesuai. Penelitian dilaksanakan Juli–Agustus 2025 dengan pendekatan studi kasus dan purposive sampling, melibatkan lima informan yang terdiri dari pemilik usaha dan tenaga kerja lapangan. Data diolah melalui analisis kuantitatif untuk mengukur kelayakan pendapatan, dipadukan dengan analisis kualitatif deskriptif menggunakan matriks IFE, EFE, IE, dan SWOT untuk menyusun alternatif strategi. Hasilnya, pada lahan efektif 600 m², CV NTT Manis menghasilkan 368 kg cabai dalam satu musim tanam. Dengan harga jual Rp50.000/kg, total penerimaan mencapai Rp18.400.000, sedangkan biaya produksi sebesar Rp14.930.000, sehingga pendapatan bersih yang diperoleh Rp3.470.000 per siklus tanam — angka yang menunjukkan usahatani ini masih menguntungkan dan layak dikembangkan. Skor IFE tercatat 2,79, ditopang kekuatan pada ketersediaan sumur bor dan irigasi tetes, sementara skor EFE berada di 2,60, dengan peluang utama berupa permintaan pasar lokal yang tinggi dan potensi suplai ke Program Makan Bergizi (MBG). Pemetaan kedua skor ini menempatkan CV NTT Manis pada Sel V Matriks IE (hold and maintain) sekaligus Kuadran I diagram SWOT, yang mengarah pada strategi pertumbuhan agresif (Strategi SO).Dapat disimpulkan, CV NTT Manis berada pada posisi menguntungkan untuk terus dikembangkan, didukung kekuatan internal yang solid dan peluang eksternal yang masih terbuka. Strategi prioritas yang direkomendasikan meliputi optimalisasi teknologi irigasi dan sumber air mandiri, pemanfaatan rekam jejak suplai ke Program MBG untuk perluasan pasar, penataan sistem distribusi melalui skema drop point, serta peningkatan penggunaan pupuk organik untuk memperbaiki struktur tanah berkapur dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Ledoh, P. M. T., Suek, J., & Rohi, J. G. (2026). STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI CABAI RAWIT DI DESA BAUMATA TIMUR, KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG (Studi Kasus CV NTT MANIS). Journal Education and Government Wiyata, 4(3), 982–997. https://doi.org/10.71128/e-gov.v4i3.501
Bagian
Articles

Referensi

Bana, M. V. M. (2024). Strategi Pengembangan Usahatani Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L). Paradigma Agribisnis, 7(1), 41–62.

David, F. (2011). Manajemen Strategis - Konsep Edisi 13. Salemba Empat.

Klau, M. G., Banunaek, N., dan Ahmad, A. (2025). Pemetaan bentang alam karst Baumata dan sekitarnya, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Teknologi, 19(1).

Lubis, F. A., Harisudin, M., & Fajarningsih, R. U. (2019). Strategi Pengembangan Agribisnis Cabai Merah di Kabupaten Sleman dengan Metode Analytical Hierarchy Process. AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research

Mandagi, S. S. (2022). Strategi Pengembangan Usahatani Cabai Rawit di Desa Tambelang Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan. AgriSosioEkonomi Unsrat, 18(3).

Nelci. (2023). Strategi Pengembangan Pemasaran Usahatani Sayur Selada (Lactuca Sativa) dan Pakcoy (Brassica rapa subsp. Chinensis) Hidroponik (Studi kasus pada Usahatani Hidroponik Sehat Tentram di Kelurahan Oepura Kecamatan Maulafa Kota Kupang). Repository Universitas Nusa Cendana.

Patima, N. (2024). Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Cabai di Kota Makassar. Mimbar Agribisnis.Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 10(2), 2732–2741.

Rangkuti, F. (2004). Analisi SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Pustaka Utama.

Salmawati. (2023). Strategi Pengembangan Usahatani Cabai Rawit. MAHATANI, 6(2).

Soekartawi. (2002). Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. Raja Grafindo Persada.