ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI TERUNG UNGU (SOLANUM MELONGENA L.) Studi Kasus Di Undana Farm, Kelurahan Tarus, Kabupaten Kupang
Isi Artikel Utama
Abstrak
Terung ungu (Solanum melongena L.) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi dan banyak dibudidayakan petani di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur. Fluktuasi harga akibat pola panen raya dan perubahan musim membuat kepastian pendapatan usahatani terung ungu penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dan tingkat kelayakan usahatani terung ungu yang dikelola oleh Badan Pengelola Usaha (BPU) Universitas Nusa Cendana melalui unit Undana Farm, Kelurahan Tarus, Kabupaten Kupang. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif pada satu unit usaha dengan luas lahan garapan 0,25 ha. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan perhitungan biaya total (TC), penerimaan (TR), pendapatan (Pd), dan rasio penerimaan atas biaya (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan total penerimaan sebesar Rp19.500.000, total biaya produksi sebesar Rp9.649.000, dan pendapatan bersih sebesar Rp9.851.000 untuk satu siklus produksi. Nilai R/C Ratio sebesar 2,02 (R/C > 1) menunjukkan bahwa setiap Rp1 biaya yang dikeluarkan menghasilkan penerimaan sebesar Rp2,02, sehingga usahatani terung ungu di Undana Farm dinyatakan menguntungkan dan layak untuk dipertahankan maupun dikembangkan. Penelitian ini juga mengidentifikasi keterbatasan terkait konsistensi periode pencatatan biaya dan penerimaan yang perlu diperhatikan pada penelitian lanjutan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Ashari, S. (1995). Hortikultura: Aspek Budidaya. Jakarta: UI Press.
Badan Pusat Statistik. (2022). Tingkat Konsumsi Sayuran Penduduk Indonesia 2017–2020. Jakarta: BPS.
Data Indonesia. (2022, November 11). Produksi Terung di Indonesia Capai 676.339 Ton pada 2021. Diakses dari https://dataindonesia.id/agribisnis-kehutanan/detail/produksi-terung-di-indonesia-capai-676339-ton-pada-2021
Edi, S. J. (2010). Budidaya Tanaman Sayuran. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.
Febriansyah, Usman, & Sari. (2014). Analisis Usahatani Terung (Solanum melongena L.) di Kelurahan Kuranji Kota Padang. [Detail publikasi belum lengkap — mohon dilengkapi penulis].
Hernanto, F. (1994). Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.
Hutasoit, M. F. (2018). Analisis Pendapatan dan Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Kopi di Kecamatan Ulu Belu Kabupaten Tanggamus (Skripsi). Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung.
Kartasapoetra, A. G. (1994). Ilmu Usahatani. Jakarta: Bina Aksara.
Kurnia, I. (2019). Budidaya Terung (Solanum melongena L.). Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng. Diakses dari https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/budidaya-terungsolanum-melongena-l-11
Marthalia, E. (2018). Analisis Struktur Biaya, Pendapatan, dan Risiko Usahatani Terung Ungu (Solanum melongena L.) di Desa Simpang Kanan Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus (Skripsi). Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung.
Rukmana, R. (1994). Bertanam Terung. Yogyakarta: Kanisius.
Rukmana, R. (2011). Sukses Bertanam Terung Secara Organik. Bandung: Angkasa.
Soekartawi. (1990). Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. Jakarta: CV. Rajawali.
Soekartawi. (1994). Analisis Usahatani. Jakarta: UI Press.
Soekartawi. (1995). Ilmu Usahatani. Jakarta: UI Press.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sulistiawan, R. A. (2016). Pengelolaan dan Pendapatan Usahatani Terung Ungu (Solanum melongena L.) di Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir. Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang, 19–27.
Suratiyah, K. (2006). Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.