FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI LOKASI MBKM FAKULTAS PERTANIAN KECAMATAN KUPANG TIMUR

Isi Artikel Utama

Theresa Graceyla Derosari
Marthen R. Pellokila
Ayu Fitriani

Abstrak

Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) mendorong petani di Nusa Tenggara Timur (NTT) beralih dari benih jagung lokal/komposit ke benih jagung hibrida yang berdaya hasil lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat produksi dan pendapatan, kelayakan usahatani, serta faktor-faktor yang memengaruhi produksi jagung hibrida di lokasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Penelitian dilaksanakan di tiga desa (Oesao, Pukdale, dan Manusak) terhadap 56 petani responden yang dipilih dengan proportionate stratified random sampling dari populasi 127 petani. Data dianalisis menggunakan metode biaya-pendapatan usahatani (R/C ratio, B/C ratio, dan Break Even Point) serta fungsi produksi Cobb-Douglas yang diestimasi dengan Ordinary Least Squares. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata luas lahan garapan 0,83 ha dengan biaya produksi Rp 3.850.744 per musim tanam, produksi 2.554 kg per petani, harga jual Rp 5.931/kg, penerimaan Rp 15.147.774, dan pendapatan Rp 11.297.030 per petani per musim. Nilai R/C ratio 3,93 dan B/C ratio 2,93 menunjukkan bahwa usahatani jagung hibrida layak secara ekonomi dan menguntungkan untuk dikembangkan. Estimasi fungsi Cobb-Douglas menunjukkan variabel luas lahan, benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi (Adjusted R² = 0,380; F = 7,740; sig. 0,000). Secara parsial, benih (koefisien 1,090; sig. 0,002) dan tenaga kerja (koefisien 0,411; sig. 0,079) berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan luas lahan, pupuk, dan pestisida tidak signifikan. Nilai Return to Scale sebesar 1,333 mengindikasikan kondisi increasing return to scale. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi penggunaan benih unggul dan efisiensi tenaga kerja sebagai prioritas peningkatan produksi jagung hibrida di wilayah penelitian.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Derosari, T. G., Pellokila, M. R., & Fitriani, A. (2026). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI LOKASI MBKM FAKULTAS PERTANIAN KECAMATAN KUPANG TIMUR. Journal Education and Government Wiyata, 4(3), 1036–1046. https://doi.org/10.71128/e-gov.v4i3.506
Bagian
Articles

Referensi

Aqil, M., Zubachtirodin, & Suarni. (2021). Perbaikan mutu genetik dan produktivitas jagung hibrida melalui pemuliaan tanaman. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 40(2), 89–98.

Badan Pusat Statistik [BPS]. (2023). Statistik tanaman pangan Indonesia 2023. Jakarta: BPS RI.

Badan Pusat Statistik [BPS] Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2023, 2024, 2025). Nusa Tenggara Timur dalam angka. Kupang: BPS Provinsi NTT.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian [BPTP] Nusa Tenggara Timur. (2020). Teknik penangkaran benih jagung hibrida di Nusa Tenggara Timur. Kupang: BPTP NTT.

Bisnis Indonesia. (2024, 20 Februari). Kebijakan impor jagung nasional 2024.

Coelli, T. J., & Rao, D. S. P. (2005). Total factor productivity growth in agriculture: A Malmquist index analysis of 93 countries, 1980–2000. Agricultural Economics, 32(s1), 115–134.

Debertin, D. L. (2012). Agricultural production economics (2nd ed.). Lexington: University of Kentucky.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan [DPKP] Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2020–2024). Laporan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Provinsi NTT. Kupang: DPKP NTT.

Feder, G., Just, R. E., & Zilberman, D. (1985). Adoption of agricultural innovations in developing countries: A survey. Economic Development and Cultural Change, 33(2), 255–298.

Gujarati, D. N. (1995). Basic econometrics (3rd ed.). New York: McGraw-Hill.

Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic econometrics (5th ed.). New York: McGraw-Hill.

Harahap, F. S., Aqil, M., & Mulyani, S. (2022). Segregasi genetik pada benih hasil panen jagung hibrida. Jurnal Agronomi Indonesia, 50(1), 45–53.

Hastini, T., & Noviana, R. (2020). Peran benih unggul dalam peningkatan produktivitas tanaman pangan. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 20(3), 210–218.

Hendayana, R. (2016). Aplikasi metode kuantitatif dalam penelitian sosial ekonomi pertanian. Bogor: IAARD Press.

Hernanto, F. (1995). Ilmu usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.

Indriani, Y., dkk. (2024). Analisis pendapatan dan kelayakan usahatani komoditas pangan. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 29(1), 55–64.

Kementerian Investasi/BKPM. (2023). Peta sentra produksi jagung nasional. Jakarta: Kementerian Investasi/BKPM.

Kementerian Pertanian [Kementan]. (2023). Statistik lahan pertanian Indonesia 2023. Jakarta: Kementan RI.

Kurniawati, D., & Yulida, R. (2022). Efisiensi alokasi tenaga kerja pada usahatani skala kecil. Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian, 7(2), 101–110.

Mahyuddin, Rahim, A., & Basir, M. (2023). Analisis pendapatan dan faktor-faktor yang memengaruhi produksi usahatani jagung hibrida: Sebuah kasus di Kabupaten Soppeng. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 19(2), 130–142.

Mokoagow, F. R., dkk. (2020). Analisis pendapatan dan kelayakan usahatani. Jurnal Agrisosioekonomi Unsrat, 16(3), 401–410.

Mulyani, S., & Aqil, M. (2020). Produksi benih hibrida dan tantangan penangkaran di lahan kering. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 4(2), 77–85.

Prasetyo, B., dkk. (2021). Efisiensi penggunaan pestisida pada usahatani tanaman pangan. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 25(1), 33–41.

Saptana, dkk. (2021). Diminishing marginal productivity tenaga kerja pada usahatani skala kecil. Jurnal Agro Ekonomi, 39(1), 21–34.

Saptana, dkk. (2022). Efisiensi teknis dan skala usaha petani kecil di negara berkembang. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Pembangunan, 19(2), 145–158.

Saputra, A., dkk. (2021). Kontribusi pemupukan optimal terhadap produktivitas pangan di negara berkembang. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 23(2), 88–96.

Sari, N., dkk. (2022). Analisis Break Even Point pada usahatani jagung. Jurnal Agribisnis Pedesaan, 12(1), 15–24.

Soekartawi. (2016). Analisis usahatani. Jakarta: UI Press.

Suharyanto, dkk. (2021). Efisiensi input produksi pada lahan sempit. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 21(2), 122–130.

Syukur, M., Sujiprihati, S., & Yunianti, R. (2020). Teknik pemuliaan tanaman (Edisi revisi). Jakarta: Penebar Swadaya.

Tafesse, A., dkk. (2021). Cobb-Douglas production function estimation in smallholder agriculture. African Journal of Agricultural Economics, 16(3), 210–222.

Taryana, D., dkk. (2025). Analisis kelayakan usahatani berbasis R/C dan B/C ratio. Jurnal Agribisnis Indonesia, 13(1), 40–50.

Wahyuni, S., dkk. (2022). Pengendalian hama terpadu dan efisiensi ekonomi petani. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 22(1), 60–69.

Wang, J., dkk. (2021). Production function analysis in developing country agriculture. Agricultural Economics Review, 22(1), 55–70.

Wooldridge, J. M. (2020). Introductory econometrics: A modern approach (7th ed.). Boston: Cengage Learning.

Yasin, M., dkk. (2021). Heterosis dan persilangan hibrida pada jagung. Jurnal Penelitian Tanaman Pangan, 5(1), 12–20.

Yulida, R., & Kurniawan, T. (2023). Inovasi teknologi dan efisiensi lahan sempit pada usahatani pangan. Jurnal Agroteknologi Terapan, 11(2), 98–107.

Zhang, Y., dkk. (2023). Integrated pest management and productivity in developing countries. Crop Protection Journal, 18(4), 210–221.