ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA LEUNTOLU, KECAMATAN RAIMANUK, KABUPATEN BELU
Isi Artikel Utama
Abstrak
Padi sawah menjadi salah satu komoditas pangan yang cukup diandalkan masyarakat Kabupaten Belu, tidak terkecuali di Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk. Namun tiga tahun terakhir produksinya terus berubah-ubah, dan hal ini pada akhirnya ikut mempengaruhi pendapatan yang diterima petani. Berangkat dari persoalan itu, penelitian ini disusun untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani padi sawah, sekaligus melihat apakah usahatani tersebut masih layak dan efisien untuk terus dijalankan. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive dengan pertimbangan sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani padi sawah. Jumlah sampel dihitung memakai rumus Slovin dengan taraf kesalahan 10 persen, sehingga diperoleh 75 responden dari total populasi 300 petani, yang diambil melalui simple random sampling yang dipadukan dengan pendekatan insidental. Data yang dikumpulkan berupa data primer melalui wawancara berkuesioner dan data sekunder dari instansi terkait, kemudian dianalisis menggunakan analisis pendapatan usahatani dan R/C ratio. Hasilnya menunjukkan total biaya produksi mencapai Rp418.660.000, atau setara Rp5.582.133 per petani dan Rp7.738.632 per hektar. Total penerimaan yang diperoleh sebesar Rp3.249.000.000, sedangkan pendapatan bersihnya Rp2.830.340.000, atau rata-rata Rp37.737.867 per petani dan Rp52.317.000 per hektar. Nilai R/C ratio yang didapat sebesar 7,760, yang berarti setiap Rp1 biaya yang dikeluarkan mampu menghasilkan penerimaan Rp7,760. Dengan demikian usahatani padi sawah di Desa Leuntolu terbilang layak dan efisien secara finansial untuk terus diusahakan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Al Farizi, A. N. (2024). Analisis pendapatan petani padi di Desa Kotasari Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang.
Barat, & Kahir, P. (2021). Dampak kelangkaan pupuk bersubsidi terhadap produksi dan pendapatan petani padi sawah di Desa Siru Kecamatan Lembor.
Faisal, dkk. (2021). Analisis pendapatan usahatani jagung hibrida sistem silang tiga jalur di Desa Labuan Toposo Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala. Jurnal Kolaboratif Sains, 4(1), 12–17.
Giroth, dkk. (2023). Perbandingan pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani padi sawah di Desa Tolok Kecamatan Tompaso. Agri-Sosioekonomi, 19(1).
Ismail. (2022). Analisis pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani padi sawah (Oryza sativa L.). Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 10(3), 366–375.
Martina, & Adhiana. (2021). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi pengeluaran rumah tangga petani padi sawah di Kabupaten Aceh Utara. Agrifo: Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh, 6(1), 31–40.
Salman, K. R. (2024). Akuntansi biaya: Pendekatan product costing (Edisi Kedua).
Soekartawi. (2024). Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan analisis sistem agroindustri terpadu. Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian, 1(2).
Sugesti, dkk. (2025). Analisis pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani padi Desa Sukajawa, Kecamatan Bumiratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis, 3(3), 251–259.
Sugiyono. (2024). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D.
Sutrisma, dkk. (2022). Analisis pendapatan, pengeluaran rumah tangga dan tingkat kesejahteraan petani padi sawah di Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Jurnal Economica, 10(1), 76–90.
Wulandari, dkk. (2022). Analisis pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani di Bangun Jaya, Tomoni, Luwu Timur. Wiratani: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 3(2), 14.
Yuristia. (2021). Analisis pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani padi sawah di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara. Agrica Ekstensia, 15(1), 56–63.
Yusuf, dkk. (2023). Struktur dan distribusi pendapatan rumah tangga petani padi di lahan sawah rawan banjir Kabupaten Pangandaran berdasarkan luas lahan.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu. (2023). Data produksi dan produktivitas padi Kabupaten Belu tahun 2021–2023.