PERSEPSI PETANI TERHADAP USAHATANI SORGUM DI DESA WAIJARANG KECAMATAN NUBATUKAN KABUPATEN LEMBATA
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani, persepsi petani, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan usahatani sorgum di Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode penentuan sampel dilakukan secara Multistage Sampling Technique, dengan memilih Desa Waijarang secara sengaja ( purposive) sebagai sentral produksi. Responden ditentukan menggunakan metode sensus ( sampling jenuh) yang melibatkan seluruh populasi petani sorgum di desa tersebut, yakni sebanyak 50 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner berskala Likert, yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani sorgum di Desa Waijarang didominasi oleh kelompok usia produktif hingga matang (41–60 tahun), berpendidikan terakhir sebagian besar pada jenjang SD hingga SMA, memiliki jumlah tanggungan keluarga berkisar antara 3–4 orang, serta memiliki pengalaman bertani yang cukup lama (mayoritas 21–30 tahun). Persepsi petani terhadap usahatani sorgum secara keseluruhan berada dalam kategori baik. Petani menilai bahwa tanaman sorgum memiliki daya adaptasi yang sangat baik terhadap kondisi kekeringan di lahan kering, teknik budidaya dan perawatannya relatif mudah, serta memberikan potensi hasil panen dan manfaat ekonomi yang cukup menjajikan. Kendala utama yang dihadapi oleh para petani di lapangan adalah ketiadaan mesin perontok serta keterbatasan ketersediaan benih lokal unggul. Berdasarkan temuan ini, Dinas Pertanian disarankan untuk memprioritaskan kebijakan pengadaan mesin perontok dan penyediaan benih yang cocok guna membantu produktivitas petani.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
ABEBE, G. K., Bijman, J., Royer, A., & Lansink, A. O. (2021). Farmers’ perceptions and agricultural development. Journal of Agricultural Studies, 9(2), 45–58.
Abdulah. (2012). Budidaya rumput laut. Universitas Sumatra Utara Press.
Alsabah, R. (2014). Akumulasi bahan kering beberapa varietas jagung (Zea mays L.) yang ditumpangsarikan dengan ubikayu (Manihot esculenta Crantz) (Skripsi). Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung.
Badan Litbang Pertanian. (2017). Teknologi budidaya sorgum di Indonesia. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. (2019). Pengembangan pangan lokal berbasis sorgum. BPPT Press.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Lembata. (2023). Kabupaten Lembata dalam angka 2023. BPS Kabupaten Lembata.
Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2024). Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam angka 2024. Badan Pusat Statistik Provinsi NTT.
Moser, C. O. N. (1993). Gender planning and development: Theory, practice and training. Routledge.
Mosher, A. T. (1987). Menggerakkan dan membangun pertanian: Syarat-syarat pokok pembangunan dan modernisasi. CV Yasaguna
Yaspensel. (2016). Pedoman pengembangan pertanian berkelanjutan. Yayasan Pendidikan dan Sosial Indonesia.
Yuantari, M. G. C., dkk. (2020). Analisis usahatani dan pendapatan petani tanaman pangan. Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian, 5(2), 87–95.
Yurita. (2017). Persepsi petani terhadap inovasi pertanian dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Universitas Lampung.