ANALISIS PEMASARAN CENGKEH DI KECAMATAN NDOSO KABUPATEN MANGGARAI BARAT
Isi Artikel Utama
Abstrak
Cengkeh merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi penting bagi pendapatan rumah tangga petani dan perekonomian daerah. Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, merupakan salah satu wilayah penghasil cengkeh di Provinsi Nusa Tenggara Timur, tetapi pemasaran hasil produksi masih menghadapi persoalan berupa keterbatasan informasi harga, akses pasar, transportasi, dan posisi tawar petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem dan saluran pemasaran cengkeh, fungsi pemasaran yang dijalankan oleh lembaga pemasaran, margin pemasaran, Farmer’s Share, dan efisiensi pemasaran di Kecamatan Ndoso. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap 60 petani, 5 pedagang pengumpul, dan 2 pedagang besar. Analisis dilakukan melalui identifikasi saluran pemasaran, analisis fungsi pemasaran, margin pemasaran, Farmer’s Share, dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua pola saluran pemasaran. Saluran pertama melibatkan petani, pedagang pengumpul, dan lembaga pemasaran berikutnya sebelum produk sampai kepada konsumen atau industri, sedangkan saluran kedua merupakan saluran yang lebih pendek karena petani menjual langsung kepada lembaga pemasaran berikutnya. Pada saluran pertama, harga di tingkat petani sebesar Rp90.000/kg dan harga konsumen Rp115.000/kg sehingga margin pemasaran mencapai Rp25.000/kg dengan Farmer’s Share 78,26%. Pada saluran kedua, harga yang diterima petani sebesar Rp95.000/kg dengan harga konsumen Rp115.000/kg, menghasilkan margin Rp20.000/kg dan Farmer’s Share 83%. Fungsi pemasaran yang ditemukan meliputi fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran yang lebih pendek memberikan bagian harga yang lebih besar kepada petani, meskipun pilihan saluran pemasaran juga dipengaruhi oleh hubungan sosial, kebutuhan modal, akses transportasi, dan informasi pasar. Hasil penelitian memperlihatkan pentingnya penguatan kelembagaan petani, transparansi informasi harga, perbaikan infrastruktur transportasi, dan pengembangan pemasaran kolektif untuk meningkatkan kinerja pemasaran cengkeh.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Amang, B. (1993). Ekonomi pemasaran pertanian. Gramedia.
Angipora, M. P. (2002). Dasar-dasar pemasaran. Raja Grafindo Persada.
Arifin, M. (2020). Analisis pemasaran bawang merah di Kabupaten Brebes. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian.
Assauri, S. (2018). Manajemen pemasaran. Raja Grafindo Persada.
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik.
Dahl, D. C., & Hammond, J. W. (1977). Market and price analysis: The agricultural industries. McGraw-Hill.
Direktorat Jenderal Perkebunan. (2022). Statistik perkebunan Indonesia: Cengkeh 2022–2024. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Downey, W. D., & Erickson, S. P. (1992). Manajemen agribisnis. Erlangga.
Farid, M. (2013). Analisis pemasaran hasil pertanian. Badan Penerbit Universitas Hasanuddin.
Istiyanti, E. (2010). Efisiensi pemasaran cabai merah keriting di Kabupaten Sleman. Jurnal Pertanian MAPETA, 12(2), 72–144.
Kohls, R. L., & Uhl, J. N. (2002). Marketing of agricultural products (9th ed.). Prentice Hall.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2018). Principles of marketing (17th ed.). Pearson.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.
Lado, M. Y. (2020). Analisis pemasaran cengkeh di Kabupaten Flores Timur [Skripsi, Universitas Nusa Cendana].
Limbong, W. H., & Sitorus, P. (1987). Pengantar tataniaga pertanian. IPB Press.
Mubyarto. (1989). Pengantar ekonomi pertanian. LP3ES.
Ningsih, S. (2012). Pemasaran hasil pertanian. Graha Ilmu.
Rahim, A., & Hastuti, D. R. D. (2007). Ekonomika pertanian. Penebar Swadaya.
Sari, N. L. P. (2021). Analisis efisiensi pemasaran kopi arabika [Skripsi, Universitas Udayana].
Sengkey, V. C., Tumbel, T. M., & Tamangkel, L. F. (2018). Analisis saluran pemasaran kopra di Desa Pinilih Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal EMBA, 6(4).
Shepherd, A. W. (2018). Approaches to linking producers to markets. Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Soekartawi. (2002). Prinsip dasar ekonomi pertanian: Teori dan aplikasi. PT RajaGrafindo Persada.
Soekartawi. (2002). Prinsip dasar manajemen pemasaran hasil-hasil pertanian. Raja Grafindo Persada.
Stanton, W. J. (2004). Prinsip pemasaran. Erlangga.
Sudiyono, A. (2004). Pemasaran pertanian. Universitas Muhammadiyah Malang Press.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tjiptono, F. (2014). Strategi pemasaran. Andi.
Umar, H. (2013). Metode penelitian untuk skripsi dan tesis. Raja Grafindo Persada.
Wanuh, M. (2018). Analisis pemasaran komoditas perkebunan. Jurnal Ilmu Pertanian.
Wona, E. (2019). Manajemen pemasaran. Deepublish.