PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN SUBSEKTOR PERKEBUNAN DI KABUPATEN MANGGARAI MELALUI PENDEKATAN DYNAMIC LOCATION QUOTIENT, SHIFT SHARE ANALYSIS, DAN TIPOLOGI KLASSEN
Isi Artikel Utama
Abstrak
Subsektor perkebunan memiliki peranan penting dalam perekonomian Kabupaten Manggarai karena menjadi salah satu sumber kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya wilayah. Namun, setiap komoditas perkebunan menunjukkan perkembangan, tingkat pertumbuhan, dan daya saing yang berbeda antarwilayah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komoditas perkebunan yang memiliki keunggulan komparatif, keunggulan kompetitif, mengklasifikasikan posisi perkembangan komoditas, serta mendeskripsikan kondisi usahatani perkebunan di Kabupaten Manggarai. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder produksi delapan komoditas perkebunan pada periode 2019–2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai. Analisis dilakukan menggunakan Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift Share Analysis (SSA), dan Tipologi Klassen, kemudian hasilnya disintesis dengan kondisi profil usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas cengkeash, kelapa, jambu mete, kopi, dan kakao memiliki prospek keunggulan berdasarkan hasil DLQ pada sejumlah kecamatan. Analisis SSA menunjukkan bahwa daya saing komoditas berbeda antarwilayah, dengan cengkeh menunjukkan kinerja kompetitif yang paling kuat, disusul jambu mete dan kopi. Tipologi Klassen memperlihatkan bahwa komoditas perkebunan tersebar pada kategori maju dan tumbuh cepat, berkembang cepat, maju tetapi tertekan, serta relatif tertinggal. Sintesis hasil analisis menunjukkan bahwa cengkeh merupakan komoditas yang paling konsisten memiliki keunggulan komparatif, kompetitif, dan perkembangan yang baik pada sejumlah kecamatan. Pengembangan subsektor perkebunan perlu diarahkan pada peningkatan produktivitas, penerapan teknologi budidaya, penguatan kelembagaan petani, perbaikan pemasaran, serta peningkatan nilai tambah produk.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Abidin, Z. (2018). Identifikasi komoditas unggulan wilayah dalam perspektif pertanian berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. Jurnal Mega Aktiva, 7(2), 92–105.
Anggarawati, S., & Nasution, M. S. (2023). Komoditas perkebunan unggulan di kawasan agropolitan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Agrisintech: Journal of Agribusiness and Agrotechnology, 4(1), 24–32.
Anggraeni, D. Y., Puspitaningrum, D. A., & Suyastiri, N. M. (2022). Analisis komoditas perkebunan unggulan di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Journal of Agricultural Social and Business, 1(1), 32.
Bulkis, Pagala, M. A., & Nurdiyah. (2025). Perbandingan kriteria dan sub kriteria pengembangan komoditi unggulan agribisnis di Polewali Mandar. Mimbar Agribisnis, 11(2), 3158–3166.
Dahiri. (2022). Analisis nilai tambah komoditas unggulan subsektor perkebunan. Jurnal Budget: Isu dan Masalah Keuangan Negara, 7(1), 114–133.
Heryanto, M. A., Pardian, P., & Nugraha, A. (2024). Analisis wilayah unggulan perkebunan: Komoditas tebu (Saccharum officinarum Linn). Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad, 9, 174–182.
Helmi, M., Sriartha, I. P., & Sarmita, I. M. (2021). Strategi pengembangan komoditas unggulan subsektor tanaman perkebunan di Kabupaten Buleleng. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 9(1), 26–35.
Istiqomah, S. N. A., Mujio, M., & Hidayat, J. T. (2024). Analisis penentuan komoditas unggulan sektor pertanian dalam pengembangan wilayah: Studi kasus di Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak. Jurnal Zona, 8(1), 34–46.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2021). Rencana Strategis Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun 2020–2024. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kementerian Pertanian. (2023). Statistik Makro Sektor Pertanian 2023. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kuncoro, M. (2018). Perencanaan pembangunan daerah: Teori dan aplikasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Malo, Y. V., Antara, M., & Artini, N. W. P. (2022). Komoditas unggulan pada sektor pertanian tanaman pangan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, 11(1), 474.
Muta’ali, L. (2015). Teknik analisis regional untuk perencanaan wilayah, tata ruang dan lingkungan. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.
Nasution, N. D. H., & Salqaura, S. S. (2025). Analisis komoditas unggulan sub-sektor perkebunan di Provinsi Sumatera Utara 2019–2023. AGRISAINS: Jurnal Ilmiah Magister Agribisnis, 7(2), 158–166.
Pratiwi, R. (2024). Analisis Location Quotient (LQ) dalam penentuan sektor basis dan non basis di Kabupaten Kuantan Singingi. Selodang Mayang, 10(2), 140–146.
Putra, K. S., Noer, M., & Hariance, R. (2023). Analisis komoditas unggulan pertanian subsektor tanaman pangan dan tanaman perkebunan di Kabupaten Pesisir Selatan. JOSETA: Journal of Socio-Economics on Tropical Agriculture, 3(3), 397–407.
Putri, M. A. G., & Huda, S. (2023). Analisis sektor basis dan non basis terhadap pertumbuhan ekonomi di Wilayah Malang Raya dengan metode Location Quotient, Dynamic LQ, Shift Share, dan Tipologi Klassen. JEMSI, 9(5).
Ronaldo, S. D., Ibrahim, J. T., & Agustina, Y. (2024). Analisis komoditas unggulan sub-sektor perkebunan di Provinsi Jambi. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 8(3), 1027–1037.
Saragih, J. R. (2018). Aspek ekologis dan determinan produksi kopi Arabika spesialti di wilayah dataran tinggi Sumatera Utara. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 6(2), 74–87.
Tarigan, K. A. P., Nurulhaq, M. I., Dharmawan, L., & Pratama, A. J. (2024). Adopsi inovasi pengelolaan kebun kakao di Desa Karunia, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, 11(3), 184–191.
Wardhana, A., & Kharisma, B. (2024). Pengaruh input produksi terhadap sektor pertanian provinsi di Indonesia tahun 2014–2020. Jurnal Edukasi: Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi, 12(1), 85.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai. (2020–2025). Kabupaten Manggarai dalam Angka. Manggarai: BPS Kabupaten Manggarai.