IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU MELALUI PELATIHAN PEMBELAJARAN MENDALAM, KODING, DAN KECERDASAN ARTIFISIAL TANTANGAN DAN STRATEGI PADA SATUAN PENDIDIKAN

Isi Artikel Utama

Faiz Dzul Haqqi
Undang Ruslan Wahyudin

Abstrak

Artikel ini menganalisis arah implementasi kebijakan pengembangan kompetensi guru melalui pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA), mengidentifikasi potensi tantangan implementasi, serta merumuskan rekomendasi bagi satuan pendidikan. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menyintesis dokumen kebijakan dan literatur yang relevan. Model implementasi kebijakan George C. Edward III—komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi—digunakan sebagai kerangka analisis utama. Hasil sintesis menunjukkan bahwa ketersediaan informasi kebijakan dan saluran pelatihan daring menjadi landasan implementasi, tetapi belum dengan sendirinya membuktikan keberhasilan pelaksanaan di setiap sekolah. Tantangan yang perlu diverifikasi lebih lanjut mencakup pemahaman guru terhadap kebijakan, ketersediaan waktu dan sarana, kesiapan serta komitmen guru, dan koordinasi tindak lanjut pascapelatihan. Artikel ini merekomendasikan sosialisasi berjenjang, pemetaan kebutuhan, pelatihan yang terhubung dengan praktik kelas, komunitas belajar profesional, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta monitoring dan evaluasi berbasis bukti. Karena berupa kajian pustaka, pembahasan ini tidak dapat diperlakukan sebagai temuan empiris dari sekolah tertentu.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Haqqi, F. D., & Wahyudin, U. R. (2026). IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU MELALUI PELATIHAN PEMBELAJARAN MENDALAM, KODING, DAN KECERDASAN ARTIFISIAL TANTANGAN DAN STRATEGI PADA SATUAN PENDIDIKAN. Journal Education and Government Wiyata, 4(4), 1535–1554. https://doi.org/10.71128/e-gov.v4i4.558
Bagian
Articles

Referensi

Aminah, S., Widodo, S., Elviani, U., Sari, A. P., & Barri, M. A. F. (2025). Membaca masa depan pendidikan: Kesiapan guru Indonesia di tengah disrupsi kecerdasan buatan. Jurnal Pendidikan, Penciptaan Seni dan Budaya, 1(2), 52–61. https://doi.org/10.62710/jppsb.xtz89d55

Frismelly, A., Rahayu, W., & Sari, F. A. (2025). Kesiapan pendidik dan hambatan terhadap kecerdasan buatan generatif dalam praktik pembelajaran. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 6(2), 314–322.

Kusumaningrum, S. R., & Rosydiana, E. A. (2026). Redefining teacher professionalism in the age of artificial intelligence: An Indonesian perspective. KnE Social Sciences, 11(2), 101–109. https://doi.org/10.18502/kss.v11i2.20731

Nabila Agustin, I., Sabrina, P., Safa Rohman, D., Syarifah, & Heldhika Fani, F. (2026). Transformasi pembelajaran melalui program Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA): Analisis implementasi pada jenjang pendidikan dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 4(4), 1155–1177. https://doi.org/10.58540/jipsi.v4i4.2367

Maharani, E. R., & Trimurtini. (2026). Desain pembelajaran kokurikuler berbasis pendekatan pembelajaran mendalam untuk pengembangan dimensi profil lulusan sekolah Katolik. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 16(2), 149–163.

Subekti, M., Faozanudin, M., & Rokhman, A. (2017). Pengaruh komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi terhadap efektivitas implementasi program Bantuan Operasional Sekolah pada satuan pendidikan sekolah dasar negeri di Kecamatan Tambak. The Indonesian Journal of Public Administration, 3(2).