IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING) PADA JENJANG SEKOLAH DASAR DI INDONESIA: EVALUASI BERDASARKAN KRITERIA WILLIAM N. DUNN

Isi Artikel Utama

Fitri Patimah
Undang Ruslan Wahyudin

Abstrak

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) merupakan pendekatan pembelajaran yang diarahkan untuk menciptakan pengalaman belajar berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Implementasinya di sekolah dasar memerlukan kesiapan guru, dukungan sekolah, sumber belajar yang memadai, serta penyesuaian dengan kebutuhan peserta didik. Artikel ini menganalisis implementasi kebijakan Pembelajaran Mendalam berdasarkan enam kriteria evaluasi William N. Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Artikel menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan konseptual melalui penelaahan literatur ilmiah, regulasi pendidikan, dan dokumen kebijakan yang relevan. Analisis menghubungkan tujuan kebijakan, kapasitas implementasi, potensi kesenjangan pelaksanaan, dan enam kriteria Dunn. Sintesis konseptual menunjukkan bahwa implementasi perlu dinilai bukan hanya melalui kelengkapan perangkat ajar atau kegiatan pelatihan, melainkan juga melalui pengalaman belajar peserta didik, kemampuan guru menerapkan pendekatan, dukungan sekolah, pemerataan kesempatan belajar, dan kesesuaian strategi dengan kebutuhan peserta didik. Artikel ini menawarkan kerangka evaluasi konseptual yang menghubungkan arah kebijakan, kapasitas implementasi, praktik pembelajaran, bukti belajar, dan umpan balik perbaikan. Karena berbasis studi kepustakaan, artikel ini tidak mengklaim mengukur hasil implementasi secara empiris di seluruh Indonesia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Patimah, F., & Wahyudin, U. R. (2026). IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING) PADA JENJANG SEKOLAH DASAR DI INDONESIA: EVALUASI BERDASARKAN KRITERIA WILLIAM N. DUNN. Journal Education and Government Wiyata, 4(4), 1521–1537. https://doi.org/10.71128/e-gov.v4i4.563
Bagian
Articles

Referensi

Dunn, W. N. (2018). Public policy analysis: An integrated approach (6th ed.). Routledge.

Dwidana, R. Z. (2025). Implementasi prinsip pembelajaran mendalam (deep learning) dalam pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Journal Sultra Elementary School, 6(2), 1286–1295. https://doi.org/10.64690/jses.v6i2.482

Edwards, G. C., III. (1980). Implementing public policy. Congressional Quarterly Press.

Imron, I. F., Hadi, S., & Dewi, R. S. I. (2025). A critical analysis of the implementation of deep learning policy at elementary school level in Indonesia. Journal of Learning Improvement and Lesson Study, 5(2), 47–56. https://doi.org/10.24036/jlils.v5i2.187

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. (2025a). Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 126/P/2025 tentang Pedoman Implementasi Pembelajaran Mendalam pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. (2025b). Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. (2026). Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang standar proses pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah.

Lumbantobing, W. L., Paembonan, T. L., Gampu, G. G., & Ndolu, S. W. (2025). Analisis implementasi pendekatan deep learning pada jenjang pendidikan sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 246–256. https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.36088

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Salimi, M., Ariwardoyo, W., Fauziah, M., Astuti, D., & Mutaqin, E. J. (2025). Persepsi guru sekolah dasar terhadap pendekatan Pembelajaran Mendalam. CaXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 5(2), 925–935. https://doi.org/10.31980/caxra.v5i2.3408

Sarrayu, A. E., Purwoko, B., & Hazin, M. (2025). Evaluating Merdeka Curriculum policy in Indonesia based on the William Dunn model. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 297–311. https://doi.org/10.23969/jp.v10i03.28435

Sudarti, D., & Septyawan, A. (2026). Teachers’ perceptions of the deep learning approach and its implementation in school learning. Journal of Science and Education, 6(2), 1627–1643. https://doi.org/10.58905/jse.v6i2.747

Sumilat, J., Samauling, Y., Maay, M., Tapemo, M., Somba, M., & Tomme, R. (2025). Refleksi implementasi kebijakan pendekatan Pembelajaran Mendalam di sekolah dasar: Studi literatur tentang harapan, tantangan, dan solusi. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(12.B), 15–24. https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13365

Susilana, R., Ikanubun, L. E., Amelia, D., Hadiapurwa, A., Dewi, L., Setiawan, B., Anisa, D., & Sipayung, A. T. (2025). Pelatihan pengembangan desain Pembelajaran Mendalam (deep learning) untuk guru sekolah dasar. Publikasi Pendidikan, 15(3), 1056–1066. https://doi.org/10.70713/publikan.v15i3.76539

Yakin, I., Nahdi, K., & Nuraeni. (2025). Deep learning pedagogy in Indonesian elementary schools: A case study of teacher practices, perceptions, and implementation challenges. Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia, 4(1), 81–100. https://ejournal.baleliterasi.org/index.php/literasi/article/view/4533

Zamroni, M. M., Aini, N., Lestari, W., & Noer, S. (2026). Implementasi pembelajaran mendalam pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas III SDN Plumbungan. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(3), 2776–2790. https://doi.org/10.51878/social.v6i3.14115