IMPLIKASI PENGHAPUSAN UNSUR ORGANISASI PEREMPUAN DARI GUGUS TUGAS TPPO DALAM PERGUB SUMUT NO. 1/2025 TERHADAP TATA KELOLA KOLABORATIF DAN PERLINDUNGAN KORBAN PEREMPUAN DAN ANAK

Isi Artikel Utama

Yoel Edward Hasugian
Filza Aulia Siregar
Siti Khairunnisa
Nurmalawaty

Abstrak

Perdagangan orang menimpa perempuan dan anak secara tidak proporsional, dan Sumatera Utara mencatat korban terbanyak secara nasional pada 2023. Pada Januari 2025, Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2025 mengubah Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Organisasi perempuan tidak lagi disebut sebagai unsur anggota, Ketua Harian berpindah kepada Kepala Kepolisian Daerah, dan sekretariat berpindah ke lingkungan kepolisian. Penelitian ini bertujuan menjelaskan implikasi perubahan tersebut terhadap pemenuhan hak perlindungan korban perempuan dan anak. Penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif, yakni perundang-undangan dan konseptual. Data sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan studi dokumen, termasuk tinjauan sistematis artikel jurnal. Analisis membandingkan kedua peraturan gubernur, mengujinya dengan ukuran tata kelola kolaboratif, lalu memetakan kekuatan bukti pada tiga hak korban. Hasilnya menunjukkan bahwa hak korban tidak berkurang secara hukum, tetapi jaminan bagi perspektif perempuan dan anak berpindah dari peraturan ke diskresi pejabat sehingga risiko pemenuhan hak meningkat pada tingkat desain norma. Risiko itu paling kuat pada hak atas pemulihan dan paling lemah pada hak atas kebutuhan khusus. Penelitian ini menyumbangkan ukuran penilaian desain gugus tugas yang dapat dipakai di daerah lain. Pembentuk peraturan perlu menetapkan batas minimum unsur perempuan dan anak, kanal informasi korban, serta keseimbangan orientasi pimpinan, sedangkan dampak nyata di lapangan masih perlu diuji.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Hasugian, Y. E., Siregar, F. A., Khairunnisa, S., & Nurmalawaty, N. (2026). IMPLIKASI PENGHAPUSAN UNSUR ORGANISASI PEREMPUAN DARI GUGUS TUGAS TPPO DALAM PERGUB SUMUT NO. 1/2025 TERHADAP TATA KELOLA KOLABORATIF DAN PERLINDUNGAN KORBAN PEREMPUAN DAN ANAK. Journal Education and Government Wiyata, 4(4), 1651–1669. https://doi.org/10.71128/e-gov.v4i4.574
Bagian
Articles

Referensi

Ahdiat, A. (2024). 10 Provinsi dengan Korban Perdagangan Orang Terbanyak pada 2023. Databooks. https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/fbbbb453f3098f4/10-provinsi-dengan-korban-perdagangan-orang-terbanyak-pada-2023

Atrey, S. (2025). Equality Law: A Structural Turn. German Law Journal, 26(2), 153–169. https://doi.org/10.1017/glj.2025.1

Bastia, T., Datta, K., Hujo, K., Piper, N., & Walsham, M. (2023). Reflections on intersectionality: a journey through the worlds of migration research, policy and advocacy. Gender, Place and Culture, 30(3), 460–483. https://doi.org/10.1080/0966369X.2022.2126826

Bogiarto, W. (2025). 70 Korban TPPO Diselamatkan dari Sumut. RMOL.Id. https://rmol.id/read/2025/06/21/670690/70-korban-tppo-diselamatkan-dari-sumut

Cameron, E. C., Cunningham, F. J., Hemingway, S. L., Tschida, S. L., & Jacquin, K. M. (2023). Indicators of Gender Inequality and Violence against Women Predict Number of Reported Human Trafficking Legal Cases across Countries. Journal of Human Trafficking, 9(1), 79–93. https://doi.org/10.1080/23322705.2020.1852000

Chandrawaty, Y. (2020). Penegakan Hukum Dan Tanggung Jawab Negara Terhadap Perempuan Korban Human Trafficking Sebagai Wujud Perlindungan Hak Asasi Manusia. Jurnal Legislasi Indonesia, 17(4), 459–476. https://doi.org/10.54629/jli.v17i4.755

Crenshaw, K. (1991). Stanford Law Review Mapping the Margins : Intersectionality , Identity Politics , and Violence against Women of Color Linked references are available on JSTOR for this article : Mapping the Margins : Intersectionality , Identity Politics , and Violence Ag. Stanford Law Review, 43(6), 1241–1299. https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84926443235&origin=inward&txGid=FE9082C8BF76CA5D0B9B1AAD235670AA.wsnAw8kcdt7IPYLO0V48gA:1

DiRienzo, C. (2018). Compliance with anti-human trafficking policies: the mediating effect of corruption. Crime, Law and Social Change, 70(5), 525–541. https://doi.org/10.1007/s10611-018-9780-0

Hidayahtulloh, M. A., & Hutami, A. N. (2019). Collaborative Governance In Gender Mainstreaming Policy In Yogyakarta City. Jurnal Studi Pemerintahan, 10(2), 166–182. https://doi.org/10.18196/jgp.102103

Hidayat, R., & Syamsuddin. (2019). Penetrasi Konteks Sosial Budaya Dalam Membangun Collaborative Governance pada Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Korban Perdagangan Orang Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Jawa Barat. Jurnal Politikom Indonesiana: Kajian Ilmu Pemerintahan, Ilmu Politik Dan Ilmu Komunikasi, 4(1), 240–270. https://doi.org/https://doi.org/10.35706/jpi.v4i1.2004

Hidayat, R., & Syamsuddin, S. (2020). Collaboration of Resources in Task Force for Prevention and Handling Victims of Human Trafficking in Indonesia. Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 10(2), 165–175. https://doi.org/10.26618/ojip.v10i2.2824

Islam, F., & Fay, S. (2024). Intersectional challenges in post-trafficking reintegration of survivor women of trafficking. International Journal of Human Rights, 28(10), 1777–1807. https://doi.org/10.1080/13642987.2024.2372398

KemenPPPA RI. (2025). Peringati Hari Anti TPPO, Kemen PPPA dan IOM Serukan “Kita Semua Bisa Lawan TPPO.” KemenPPPA. https://www.kemenpppa.go.id/siaran-pers/peringati-hari-anti-tppo-kemen-pppa-dan-iom-serukan-kita-semua-bisa-lawan-tppo

Khozin, M., Shodiq, M. F., & Aditya, D. S. (2025). Collaborative Governance in Preventing Human Trafficking Crimes. Jurnal Studi Pemerintahan, 16(2), 246–279. https://doi.org/10.18196/jsp.v16i2.418

Kiss, L., Fotheringhame, D., Kyegombe, N., McAlpine, A., Abilio, L., Kyamulabi, A., Walakira, E. J., Devries, K., & Tanton, C. (2022). Paper: violence, abuse and exploitation among trafficked women and girls: a mixed-methods study in Nigeria and Uganda. BMC Public Health, 22(1), 1–15. https://doi.org/10.1186/s12889-022-13021-2

Kurniawan, W. R., Hadiyanto, A., & Ciptono, C. (2024). Tindak Pidana Perdagangan Orang Dalam Perspektif Tindak Pidana Pencucian Uang Di Indonesia. Jurnal Usm Law Review, 7(2), 688–698. https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.8900

Nugroho, O. C. (2018). Tanggung Jawab Negara dalam Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang. De Jure: Jurnal Penelitian Hukum, 18(4), 543–560. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30641/dejure.2018.V18.543-560

Ornelas, S., Camilo, C., Csalog, R. A., Hatzinikolaou, K., & Calheiros, M. M. (2023). Social schemas about human trafficking involving girls and women: A systematic review. Aggression and Violent Behavior, 73, 1–16. https://doi.org/10.1016/j.avb.2023.101873

Paksi, A. K., & Hutami, A. N. (2023). Counter-Human Trafficking in East Nusa Tenggara: The Urgency of Strengthening NGOs Role through Multilevel Collaborative Governance. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 19(1), 25–38. https://doi.org/10.26593/jihi.v19i1.5773.25-38

Resa, M. K., & Jaya, N. S. P. (2021). Problematika Gugus Tugas Dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (Human Trafficking). Masalah-Masalah Hukum, Jilid, 50(2), 161–171. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/mmh.50.2.2021.161-171

Said, M. (2025a). Pemprov Sumut pulangkan 141 korban TPPO dari Myanmar. ANTARASumut. https://sumut.antaranews.com/berita/617253/pemprov-sumut-pulangkan-141-korban-tppo-dari-myanmar

Said, M. (2025b). Sekda: Provinsi Sumut sangat rentan terjadi TPPO karena letak wilayah. ANTARASumut. https://sumut.antaranews.com/berita/618953/sekda-provinsi-sumut-sangat-rentan-terjadi-tppo-karena-letak-wilayah

UNODC. (2024). Global Report on Trafficking in Persons 2024. In United Nations Publication. https://doi.org/10.5040/9798400656385.0081